KSP Makmur Mandiri
Rabu, 07 April 2021 07:52:00

Himpunan Mahasiswa Pakkat, KALIAN DIMANA?

Oleh : Bernata Manalu, Senioren
BAGIKAN:
Ist|pelitabatak
Himpunan Mahasiswa Pakkat, KALIAN DIMANA?
Dear HIMAPA, 
Kabar baik semua adek-adekku tercinta, Keluarga Himpunan Mahasiswa Pakkat.

Maju mundurnya sebuah bangsa tergantung pada para pemudanya” demikian kira-kira pepatah yang sering diungkapkan oleh banyak orang di belahan bumi ini mengenai peran penting pemuda. Sebab pemudalah sesungguhnya yang menjadi generasi penerus yang akan memimpin bangsa ini kedepan. Pentingnya peran tersebut, membuat suatu bangsa menaruhkan harapan besar di pundak para pemuda. Karena pada akhirnya, kualitas pemudalah yang akan menentukan nasib sebuah bangsa nantinya. Dengan kata lain, gambaran generasi muda yang baik dan berkualitas akan menjadi garansi akan masa depan bangsa yang maju, sebaliknya suramnya dunia para pemuda tentu saja akan menjadi ancaman bagi masa depan bangsa ini.

Adek-adekku sekalian, mahasiswa Pakkat, KALIAN DIMANA?

Boleh aku berkisah kepadamu?
Tentu bukan kisah 1908 tentang  Soetomo yang telah lampau. Bukan pula kisah lama 1928 tentang sumpah pemuda yang mulai kita lupakan itu Atau kisah patriotik 1945 tentang proklamasi dan perang kemerdekaan yang kini terasa usang…

Ijinkan saya hanya bertutur kisah tahun 1966 tentang Tritura dan Ampera….Belum terlalu jadul bukan??? Mengertikah engkau makna ceceran darah di jaket kuning Arief Rahman Hakim…Ijinkan pula saya bercerita tentang kemaren sore. Ya, 1998 itu seakan baru kemarin sore. Tidakkah kalian tahu, betapa banyak senior kalian yang bertumbangan di Semanggi
Berikhtiar membela rakyat, menegakkan reformasi?

Dik
Bolehkah aku beritahu, Negeri tidak dicita untuk lucu-lucuan
sebagaimana stand up comedy yang kalian gandrungi Indonesia tidak semestinya dikelola dengan cengengesan. Karena ia diperjuangkan dengan sepenuh hati
dengan darah, air mata, jiwa dan raga para pahlawan kita

Dik…
Bagaimana kalian tetap gembira menimba ilmu tatkala rakyat kalian menimba lara? Bagiamana kalian bisa tanpa gundah kuliah, sedang rakyatmu tengah berkalang resah?? Bagiamana kalian bisa tanpa resah kuliah, sedang rakyatmu tengah berkubang gundah???
Sungguh kami tak mengerti, karena kami dulu tak pernah diajarkan begitu….

Dik…
Tidakkah engkau tahu….
bahwa negara mensubsidi ongkos kuliahmu? Tidak bolehkah aku beritahu ….
bahwa rakyatmulah yang mensubsidi sekolahmu lewat pajak yang sebagian lalu dikorupsi berjamaah itu. Ya, pajak yang dibayarkan dengan terengah-enggah, dalam sengal nafas kaum papa..
Dalam duka kaum miskin yang kian terhimpit harga-harga yang melangit….
Dalam rintih yang melirih, karena meraka tidak tahu kemana mesti mengadu(h)

Dik…
Apakah jalan terjal kuliah itu membuat idealisme kalian lantas punah???
Apakah teori-teori itu lantas membuat hati kalian menjadi mati???
Apakah peliknya skripsi membuat kalian kelu hati???
Apakah deretan angka-angka itu membuat akal sehat kalian binasa???
Apakah kurikulum yang mesti kalian tempuh membuat jiwa kalian menjadi lumpuh??
Apakah diktat-diktat yang tebal itu membuat otak kalian justru menjadi bebal???
Apakah sibuk mengejar nilai itu membuat kalian lantas kehilangan sistem nilai dan jati diri???
Apakah tugas-tugas yang besok mesti terkumpul itu membuat otak kalian menjadi tumpul???

Dik…
Lalu, kalian bertumbuh menjadi generasi rapuh. Belajar berdiskusi perihal rakyat di kafe-kafe mewah. Belajar problem solving di tengah hingar bingar musik diskotik yang hedonis. Belajar soal kebangsaan di mal-mal kota yang kapitalis. Belajar perihal cinta bangsa dari drama-drama korea yang sok romantis. Belajar nasionalisme sekedar dari menyusuri luasnya lapangan futsal

Dik,
Kalian tidak lagi berperang angkat senjata
Kalian tidak berperang melawan Belanda
Tapi, sempatkan sedikit waktu untuk belajar berperang belajarlah tentang perang asimetrik. Ketahuilah bahwa negeri ini diincar dari segala penjuru
bukan sekedar belajar perang-perangan ala free fire itu

Dik
Sempatkan diri untuk lebih serius berlajar
Belajarlah berempati pada rakyatmu yang tengah sekarat. Bukan sekedar bermain PS empat. Belajarlah cerdas berorasi. Bukan sekedar hingar-bingar musik pensi. Belajarlah tajam menganalisis. Bukan sekedar berfoto narsis. Belajarlah tampil menginspirasi. Bukan bangga dikerjai jadi pemeran di tiktok ataupun story medsos

Dik,
Bagaimana kalian akan bertumbuh menjadi pribadi kebanggan bangsa jika kepada dosenmu kalian telah tanggalkan etika dan tatakrama
Bagaimana kalian akan bertumbuh menjadi mahasiswa juara, jika bangunmu masih saja kesiangan karena begadang nongkrong demi fasilitas foto dan filter-filternya…
Bagaimana kalian akan menjadi hebat jika kalian telah tanggal semangat
Bagaimana akan menjadi benteng kokoh rakyat jika hatimu masih saja rapuh
Bagaimana pula menjadi pembela jika hatimu masih saja lara tersebab asmara
Bagaimana kalian akan menjadi mahasiswa dengan prestasi kemilau jika hatimu masih saja galau

Dik….pintaku
Kenakan kembali jas almamater kebanggaanmu. Apapun warnanya, bersatu padulah membisikbangun kekuatan moral intelektual. Buang jauh-jauh tongsismu
Kantongkan sejenak gadgetmu
Bubarkan skuad game mu
Tanggalkan PS mu
Campakkan mobile legend mu
Tinggalkan medsosmu shutdown-kan games2 online mu

Sesaat saja….kali ini saja….
Senyampang masih ada waktu,
Kenakan jas almamatermu
dengan bangga dan sukacita, apapun warnanya

Dik,
Jaga amanah Tuhan bernama status muliamu sebagai mahasiswa
Karena ia tidak Tuhan sematkan pada semua manusia
Ingatlah bahwa agen of change bukan sekedar mantra-mantra berbusa
Social kontrol bukan sekedar soal omong kosong yang tolol belaka
Iron stock bukan sekedar cerita gagah-gagahan yang dusta
Cerdas cendekia bukan bukan di otak semata, tetapi di laku yang mulia

Dik,
Cerdaslah, pandailah, kritislah, bijaklah dan beranilah!!! Toyor pemerintahmu jika kalap menaikkan pajak dan upeti. Tegur pemerintahmu jika mereka merampok dan membegal kekayaan negeri ini. Tampar pemerintahmu jika mengobral kekayaan negara kepada kapitalis asing….
Bela rakyatmu, bela negaramu, bela bangsamu, dan bela tanah airmu….. Kritisi pemerintahmu jika berlaku tidak amanah, culas dan menipu saudaramu

Berdirilah gagah di barisan terdepan menjaga Indonesia, Anak Muda Hadapi dengan watak ksatria para penjajah dan para pengkhianat bangsa. Karena, pada pundak kalian lah, kelak negeri ini akan dititpsejahterakan. Di jiwa dan raga kalian, Republik ini akan dipertaruhkan

Mana darah juangmu, intelektual muda?!?!
Mestinya kalian di sini, Mahasiswa bersama saudaramu, rakyat.

HIMAPA, KALIAN DIMANA ???
Bersama cinta saya sapa kalian. 
Bernata Manalu
  BeritaTerkait
  • Himpunan Mahasiswa Pakkat Pulang Kampung, Hibur dan Bantu warga Korban Kebakaran di Pakkat

    tahun lalu

    Humbahas (Pelita Batak):Mahasiswa/i Asal Pakkat yang tergabung dalam Organisasi Himpunan Mahasiswa Pakkat (HIMAPA) dibawah pimpinan Ketua, Heryanto Sigalingging (Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas H

  • Malam Keakraban HIMPA : Perantau Asal Pakkat Solider dan Peduli Kampung Halaman

    3 tahun lalu

    Sibolangit (Pelita Batak):Himpunan Mahasiswa Pakkat (HIMAPA) mengajak masyarakat perantau asal Pakkat untuk lebih meningkatkan solidaritas dan kepedulian akan kampung halaman.Ajakan itu disampaikan le

  • Effendi Simbolon Silaturahmi ke Kelompok Cipayung Plus Sumut

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Anggota Komisi I DPR RI, Effendi Muara Sakti Simbolon bersilaturahmi dengan para pimpinan kelompok Cipayung Plus Sumatera Utara (Sumut) di Medan, Kamis (31/8/2017).Effendi Simbolo

  • JTP, Memang"GILA"

    3 tahun lalu

    Oleh: JJ. Tobing, SEPada saat acara "Syukuran & borhat borhat" di Desa Simatupang, Muara, beberapa waktu yang lalu;  Ibu Neny Purba atau Nyonya JTP didaulat memberi kata sambutan, dimana seba

  • Jaringan Jokowi Millenial Sumut Deklarasi Menangkan Capres 01

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Seribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Medan menyamakan persepsi untuk mendukung pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden nomor urut 0

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb