Jumat, 17 Juli 2020 19:43:00

Undang Media, Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu adakan Seminar tentang Sosialisasi Pengawasan Pemilu

Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu adakan Seminar tentang Sosialisasi Pengawasan Pemilu bersama awak media.
Rantauprapat (Pelita Batak):
Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Labuhanbatu mengadakan seminar dengan tema Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bersama media cetak dan elektronik se Labuhanbatu pada Jumat (17/7/2020) di Hotel Permata Land Rantauprapat.

Acara yang diikuti oleh lebih kurang 100-an jurnalis media cetak dan elektronik se Labuhanbatu ini, dibuka oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Labuhanbatu Makmur Munthe dan dimulai tepat pada pukul 10.00 WIB.

Dalam sambutannya, Makmur mengatakan bahwa peran media cetak dan elektronik sangat dibutuhkan dalam sosialisasi pelaksanaan dan pengawasan tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang puncaknya akan dilaksanakan pada saat pencoblosan pada 9 Desember 2020 mendatang.

"Kami sangat berharap kepada Pers yang fungsinya sebagaimana diatur dalam Undang-undang, sebagai sumber informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial, dan juga penggiat media sosial agar dapat menyampaikan informasi yang benar dan jauh dari berita hoaks, agar tercipta suasana damai sepanjang tahapan pilkada ini," ungkapnya.

Selain diisi oleh Makmur dan dua komisioner lainnya yakni Parulian Silaban dan Juliandi Simatupang, acara tersebut juga menghadirkan pembicara 
Faisal Andi Mahrawa. Dalam paparannya akademisi Universitas Sumatera Utara ini mengatakan bahwa tingkat partisipasi pemilih yang tinggi dalam suatu pemilihan umum belum tentu menggambarkan kualitas dari pemilihan umum tersebut.

Oleh karena itu, lanjut Faisal, dibutuhkan peran serta pihak ketiga dalam hal ini terutama pers agar kesadaran dan keterlibatan masyarakat berperan aktif dalam setiap tahapan pemilu, termasuk pengawasannya.

"Peran serta media dibutuhkan agar hal-hal yang memiliki daya rusak tinggi, seperti manipulasi dana kampanye, penyalahgunaan kekuasaan (misal penyaluran bantuan sosial -red), dan politik uang dapat diminimalisir demi tercapainya tujuan pemilu yakni menghasilkan pemimpin yang berintegritas dan berkualitas", ujar Faisal yang sehari-hari mengajarkan mata kuliah Ilmu Politik ini.(*)