Senin, 25 November 2019 16:17:00

UHN Masuk 100 Universitas Terbaik dan Tembus Klaster Utama Kinerja Penelitian

Ketua LPPM Universitas HKBP Nommensen Medan Dr. Janpatar Simamora, SH., MH.
Medan (Pelita Batak):
Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi mengumumkan pemeringkatan perguruan tinggi berbasis kinerja penelitian pada 19 November 2019 lalu. Pemeringkatan perguruan tinggi berbasis kinerja penelitian tersebut disampaikan langsung oleh Menteri Ristek/Kepala BRIN Bambang Brodjonegoro dalam konferensi pers berjudul "Hasil Penilaian Kinerja Penelitian Perguruan Tinggi Tahun 2016-2018," di Gedung II BPPT Jakarta pada 19/11/2019.

Berdasarkan hasil penilaian dimaksud, Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan berhasil menduduki jajaran 100 perguruan tinggi terbaik secara nasional, yakni menempati peringkat 96 secara nasional, baik PTN maupun PTS. Bahkan yang lebih membanggakan lagi, UHN berhasil lompat klaster menjadi Klaster Utama dari sebelumnya berada di klaster binaan. Di tingkat Sumatera Utara, Universitas HKBP Nommensen Medan menempati PTS terbaik peringkat 2. Demikian disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UHN Dr. Janpatar Simamora, SH., MH melalui Humas UHN Jonson Rajagukguk, SSos, MAP kepada wartawan baru-baru ini, Senin, (25/11/2019).

"Bagi kita, ada dua catatan menggembirakan dari prestasi ini, pertama UHN menorehkan sejarah pertamanya masuk dalam jajaran 100 perguruan tinggi terbaik se-Indonesia. Kedua, UHN berhasil melakukan lompat klaster sebanyak 2 klaster dimana saat ini berhasil menyabet Klaster Utama, dari sebelumnya klaster binaan. Sangat jarang perguruan tinggi yang mampu meraih prestasi ini," tegas Dr. Janpatar Simamora, SH., MH yang juga merupakan pakar hukum tata negara ini. Lebih lanjut, Dr. Janpatar Simamora, SH., MH yang turut didampingi tim LPPM seperti Nancy Nopeline, SE, MSi, Alida Simanjuntak, SPd, Mori Rajagukguk, SH dan Rona Panjaitan, AMd mengutarakan bahwa selama 1 tahun belakangan ini LPPM telah benar-benar mempersiapkan diri untuk memenuhi berbagai kelengkapan dan kebutuhan borang kinerja penelitian sebagaimana ditentukan Kemenristekdikti.

"Awalnya kami hanya menargetkan UHN naik 1 klaster dari binaan menjadi Madya, namun berkat dukungan pimpinan universitas, seluruh dosen dan pegawai target lompat klaster coba kami pelajari secara mendalam. Hasilnya UHN benar-benar lompat klaster menjadi Klaster Utama," ujar Dr. Janpatar Simamora, SH., MH yang juga merupakan Ketua Program Studi Magister Ilmu Hukum UHN ini.

Dikatakan doktor hukum lulusan Universitas Padjadjaran ini bahwa capaian luar biasa itu tidak mudah diperoleh, ada 4 indikator utama penilaian yang harus dipersiapkan secara matang. Pertama, sumber daya penelitian, baik dosen maupun staf pendukung. Kedua, manajemen penelitian. Ketiga, luaran penelitian seperti buku, publikasi ilmiah, KI dan produk kebijakan. Keempat, revenue generating. Seluruh indikator dimaksud harus dilengkapi dengan bukti pendukung untuk kemudian dilaporkan secara online melalui Simlitabmas.

"Ke depan untuk mempertahankan prestasi ini tidak mudah, dibutuhkan dukungan pendanaan yang kuat dari universitas dan yayasan serta dorongan kepada dosen untuk terus berkarya," pukas Dr. Janpatar Simamora, SH., MH.

Dengan prestasi ini, maka untuk 3 tahun ke depan, UHN mendapat kesempatan mengelola dana penelitian hingga Rp. 15 miliar per tahun serta dapat mengajukan reviewer nasional penelitian. Artinya, naiknya klaster UHN akan berdampak positif pada peningkatan dana penelitian yang dapat dikelola dari pemerintah. Rektor Universitas HKBP Nommensen Medan Dr. Haposan Siallagan, SH., MH menyatakan sangat bergembira dengan dengan torehan prestasi yang dicatatkan LPPM UHN ini. "Ini prestasi luar biasa dan sangat membanggakan, terlebih kami berhasil lompat klaster menjadi Klaster Utama," sambungnya. 

Peringkat perguruan tinggi Berbasis Kinerja Penelitian ini tertuang dalam Surat Dirjen Risbang No./850/E2.4/Rs.04/2019 Tanggal 19 November 2019. Berdasarkan analisis terhadap data yang telah diverifikasi, terdapat 47 perguruan tinggi yang masuk dalam Klaster Mandiri, 146 perguruan tinggi Klaster Utama, 479 perguruan tinggi Klaster Madya, dan sebanyak 1.305 perguruan tinggi Klaster Binaan dengan jumlah kontributor sebanyak 1.977 perguruan tinggi. (*|TAp)