Minggu, 26 Maret 2017 01:53:00

Taput Gelar Pagelaran Kesenian di PRSU, Dr RE Nainggolan MM : Tidak Ada Pemimpin yang Sempurna

Dr RE Nainggolan MM, Tokoh Masyarakat Sumut menyampaikan sambutan

Medan (Pelita Batak) :
Bupati Tapanuli Utara periode 1999-2004, Dr RE Nainggolan MM, mengatakan tidak ada pemimpin atau manusia yang sempurna. Namun dengan dukungan semua masyarakat, pemimpin akan jadi matahari yang semakin bersinar. Masyarakat Taput di bona pasogit dan di perantauan diharapkan mendukung program pemerintahan yang saat ini dipimpin Bupati Drs Nikson Nababan dan wakilnya Mauliate Simorangkir.

Mantan Sekda Provinsi Sumut ini mengatakan hal itu ketika didaulat memberikan kata sambutan sebagai tokoh masyarakat Sumatera Utara saat Pagelaran Malam Kesenian Tapanuli Utara (Taput) di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Tapian Daya, Jl Gatot Subroto Medan, Sabtu (25/3/2017). Hadir Ketua DPRD Taput Ottoniyer Simanjuntak dan jajarannya, Tokoh Masyarakat Taput Sarlandi Hutabarat, Sanggam SH Bakkara, Jadi Pane,Spd, para pimpinan SKPD, para kepala desa Taput, warga Taput yang merantau di Medan, dan mahasiswa asal Taput.

Dikatakan RE Nainggolan, berbagai program Bupati Taput yang nyata dirasakan masyarakat patut didukung. Diantaranya lelang hasil pertanian, penyaluran pupuk kepada petani dengan sistem bayar pascapanen dan berbagai program lainnya. "Pupuk diberikan dengan sistem pembayaran pascapanen, dan kualitas pupuk yang beredar di tengah masyarakat benar-benar yang berkualitas baik," ujarnya.


Drs Nikson Nababan, Bupati Tapanuli Utara


Kemudian, lewat Pagelaran Malam Kesenian Tapanuli Utara di PRSU, lanjut RE Nainggolan, tergambar keseriusan Pemkab Taput dalam mengembangkan kebudayaan lokal. Berkaitan dengan pengembangan pariwisata kawasan Danau Toba, tentu sangat mendukung.

"Tortor pangurasion yang dipersembahkan SMAN 1 Siborong-borong. Tumba dari Pahae, pada kegiatan ini," katanya. Kunjungan wisatawan ke kawasan pariwisata sebanyak 65 % karena nilai budayanyanya, faktor infrastruktur dan yang lainnya hanya 35 %. "Budaya juga menjadikan manusia berbudi pekerti, karena lewat budaya menjadi bahasa universal yang dapat diterima sebagai ciri khas suatu daerah atau bangsa," ujarnya.

"Kami sebagai warga mendukung program pemerintah kabupaten Tapanuli Utara. Kita harus mendoakan dan mensupport, agar kiranya menjadi matahari yang semakin bersinar," ajaknya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Tapanuli Utara Ottoniyer Simanjuntak menyerukan, Merdeka! Dijelaskan Ottoniyer, maksud mederka dalam sambutannya bukan sebagaimana yang diteriakkan para pejuang terdahulu. "Kita membebaskan diri dari belenggu kesibukan dan kegiatan di akhir pekan ini," ujarnya.

Kemudian dilanjutkannya, lewat pangurasion yang telah dilakukan pada pembukaan acara menjadi simbol pelepasan hati dan pikiran semua yang hadir. 'Diuras pingkiran nahumurang, diuras roha nahumurang. Mari kita bersatupadu menyatukan takad untuk membangun bona pasogit," ungkapnya.


Ketua DPRD Taput Ottoniyer Simanjuntak


Bupati Taput Drs Nikson Nababan menyampaikan, bahwa sampai saat ini harus diakui masih ada ketertingalan Taput dari daerah lain. Namun dengan kerjasama semua tim, akan bisa membawa Taput ke depan menjadi daerah yang layak ditiru.

"Taput akan bisa menjadi terdepan dan bahkan sebagai percontohan bagi daerah lain," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh stakeholder turut berpartisipasi untuk menyokong program pemerintahan Taput. Jika selama ini dilakukan program lelang produk pertanian, penyediaan pupuk, maka akan dirancang program jaminan harga produk pertanian ke depan. Sehingga para petani akan semakin percaya diri melakukan kegiatan pertaniannya.

"Kami mohon dukungan doa seluruh masyarakat, agar Tuhan memberi hikmat dan kebijaksanaan bagi kami untuk menjalankan pemerintahan," ujarnya. (TAp)