Senin, 27 Maret 2017 12:38:00

Syahrina Situmorang Salah Satu Korban Banjir Padang Sidempuan

Ilustrasi

Medan (Pelita Batak) :
Hujan yang mengguyur Kota Padangsidempuan, Sumatera Utara sejak Minggu (26/3/2017), mengakibagtkan sungai Batang Ayumi meluap. Banjir bandang pun terjadi dan informasinya empat orang warga meninggal.

Seperti dirilis republika.co.id, Karopenmas Divisi Humas Porli Brigjen Rikwanto membenarkan hal itu, Senin (27/3/2017).

Korban yang telah diketahui yaitu Syahriana Situmorang (45 tahun), Rofiah Sarumpaet (8 tahun), dan Sakinah Sarumpaet (10 tahun). Ketiganya merupakan keluarga yang tinggal di pinggir sungai Simpang Samapil-Apil kelurahan Lubuk Raya.

Dua jasad, ditemukan di pinggir Sungai Simapil-Apil kelurahan Lubuk Jaya, Hutaimbaru. Sedangkan jasad Sakinah (10 tahun) ditemukan terseret di dekat kilang padi, Kecamatan Hutaimbaru.

Menurut Rikwanto, masih ada satu anggota keluarga lagi yang dinyatakan hilang. Saikun Sarumpaet diduga hilang bersamaan dengan banjir bandang yang menyapu kelurahan Lubuk Raya, Kecamatan Hutaimbaru, Kota Padang Sidempuan. "Saat ini petugas di lapangan masih mencari korban yang belum ditemukan atas nama Saikun Sarumpaet," ujarnya.

Banjir bandang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Banjir terjadi akibat luapan air di sejumlah sungai di kota ini.

"Hingga saat ini, jumlah korban meninggal dunia empat orang. Seorang lagi masih dalam pencarian," kata Kepala Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Sidimpuan, Khairul Harahap.

Luapan air terutama di sungai Batang Ayumi diketahui terjadi pascahujan deras yang mengguyur kawasan Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) sekitar pukul 15.00 hingga 19.00 WIB. Khairul menjelaskan, korban yang hilang dan tiga korban meninggal dunia merupakan satu keluarga. "Sementara satu korban meninggal lainnya berasal dari keluarga lain," ujar dia.

Banjir bandang ini, kata Khairul, juga membuat puluhan rumah rusak dan hanyut. Beberapa di antaranya terjadi di kawasan kelurahan Batunadua Julu, kecamatan Padang Sidimpuan Batunadua dan Batang Ayumi Julu, kecamatan Padang Sidimpuan Utara. Selain rumah, sejumlah mobil juga dilaporkan hanyut dan rusak di daerah tersebut.

Saat ini, Khairul mengatakan, debit air di Sungai Batang Ayumi sudah surut. Pencarian terhadap korban yang hilang pun masih dilakukan BPBD Padang Sidimpuan bersama pihak terkait lain. "Kami juga membantu penanganan korban selamat yang kediamannya rusak diterjang banjir bandang," kata Khairul. (TAp|Republika)