Senin, 23 Maret 2020 18:27:00

Social Distancing - Perspektif Kekristenan

Sampe L Purba
Oleh: Sampe L Purba


1.  Menjaga jarak/ berjauhan dalam rangka menjaga kesehatan, dan memperlambat penularan coronavirus CV19, sebagaimana dianjurkan Pemimpin, Pemerintah, Tokoh masyarakat, tokoh kesehatan, dan tokoh keagamaan, itu baik untuk kita

2. Sdra- sdra, khususnya kaum Kristiani, hal itu - dalam kondisi sekarang ini, tidak bertentangan dengan iman kristiani kita. 

 Berikut beberapa Perspektif Historis 

A. Yesus sendiri - dalam sejarah kelahiran dan pelayanannya menunjukkan hal itu : 

a. Orang Majus, diperingatkan oleh Tuhan, utk  mengambil jalan lain, tidak lagi menemui Herodes...yg berniat membunuh Yesus. (Mat. 2, 12)
b. Yesus bersama orang tuanya... MENYINGKIR... ke Mesir. Tinggal di sana, sampai Herodes mati. (Mat.2,13)

B. Dalam pelayanannya, Yesus berkali-kali tercatat dlm alkitab, menyingkir. Menghindar

a. Ketika Yohannes Pembaptis ditangkap oleh Herodes, Yesuspun menyingkir ke Galilea (Mat 4,12)
b. Dlm masa masa awal pelayanannya, ketika orang orang Farisi bersekongkol hendak membunuhnya, Yesus menyingkir (Mat 12,15).
c.Yesus juga berkali kali menarik diri dari keramaian, berkontemplasi. Termasuk ketika Dia dipaksa menjadi raja, oleh sekelompok orang pengikutnya (Yoh 6,15).

C. Sejarah jemaat mula mula juga demikian

a. Paulus dan Barnabas, yg hendak disiksa dan dicelakai penduduk setempat, di Ikonium (kota perdagangan metropolitan zaman imperium Romawi kuno, terletak antara Efesus - Siria, kira kira 240 km ke sebelah selatan Ankara, Turki modern), juga menyingkir. (KPR 4,6). Menghindar 

Menghindarlah dari celaka, untuk maksud yang lebih mulia. Agar kelak - kita dapat memberi manfaat - lebih banyak produktivitas.

Ada banyak contoh lagi.

Bapak/ ibu Rekan sekalian,

Menyingkir, menghindar dan menarik diri dari keramaian, pada masa ada ancaman dan celaka, adalah juga hikmat dari Tuhan. 

Kita bantu Pemerintah. Kita ikuti himbauannya. Ketaatan kpd Pemerintah/ Panggomgomi adalah juga refleksi dari kesaksian dan iman kita. 

Akhirnya, saya kutip Amsal 22, 3 : 
Kalau orang bijak melihat mala petaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang  tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka.

Saudara saudaraku, rekan sebangsa dan setanah air, kiranya Tuhan menolong kita

Jkt., 23 Maret 2020
Penulis - Pernah mengikuti Pendidikan/ Sekolah Theologia