Jumat, 27 Oktober 2017 13:13:00

Seminar Informasi Aktual Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu

Ketua Dewan Pers Indonesia Yosep Adi Prasetyo
Medan (Pelita Batak):
Indonesia sebagai negara dengan media terbanyak, yakni 47.000 dan menjadi terbesar di dunia. Hal tersebut dikatakan Yosep Adi Prasetyo, Ketua Dewan Pers Indonesia dalam rangkaian seminar informasi aktual, Biro Humas dan Keprotokolan Setdaprovsu dengan tema Media Massa VS Media Sosial di Four Points by Sheraton Hotel, Jumat, (27/10/2017).

Yosep mengatakan, sebanyak 2.000 media cetak, namun hanya 321 media cetak yang memenuhi syarat disebut sebagai media profesional, hal tersebut berdasarkan Data Pers 2015.

"Untuk media online, sebanyak 43.300. Namun yang tercatat sebagai media profesional hanya 168 media online. Lalu ada 674 media radio dan 523 media televisi. Masalah penegakan etika pers," ungkap Yosep.

Banyaknya media abal-abal yang mengatasnamakan media, namun yang dihasilkannya bukan produk jurnalistik. "Hal tersebut menjadi peran kontrol sosial melihat hal tersebut agar semakin dihindari."

Apalagi belakangan ini semakin banyak informasi didapatkan dari media sosial, yang juga tidak bersumber. "Mayoritas wartawan saat ini ternyata memilih jalan paling mudah untuk menulis, menemukan ide berita, sekaligus memverifikasi sebuah fakta hanya dengan mengandalkan sumber media sosial"

Oleh karena itu, kita harus paham bahwa yang membedakan media sosial yaitu, bentuknya adalah info media. "Mendapatkan informasi berdasarkan potongan pesan atau kumpulan pesan awal yang diterima seseorang. Sementara, media massa melakukan kumpulan informasi media yang disampaikan kepada publik yang telah dicek kebenarannya dan diverifikasi oleh wartawan," pungkasnya.(*)