Senin, 26 September 2016 19:30:00

STKAPN di Silangkitang Diperjuangkan Berubah Status Jadi Institut atau Universitas

Sumut (Pelita Batak) :
Harus ada konsolidasi internal semua civitas akademika Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN)Tarutung untuk menyamakan persepsi tentang peningkatan status STKAPN menjadi Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) atau menjadi Universitas.

"Sudah tentu hal ini merupakan sebuah kebanggaan semua lapisan masyarakat khususnya Masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Tapanuli utara," kata tokoh nasional yang juga anggota DPR, Maruarar Sirait, saat berkunjung ke kampus Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Tarutung Minggu (25/9/2016).

Dalam kesempatan ini Maruarar yang datang bersama dengan anggota DPR Nico Siahaan didampingi Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan. Kunjungan dan dialog pun digelar di ruangan rektorat STAKPN Silankitang.

Menurut Maruarar, hal ini juga perlu dilakukan analisis tentang kajian plus minus, apabila status STAKPN ditingkatkan menjadi Institut Agama Kristen (IAKN) , Institut Tapanuli (ITU), atau Universitas (UT). Maruarar Sirait menjelaskan jika nantinya STAKPN menjadi IAKN berarti tetap dibawah naungan Kementerian Agama, namun apabila menjadi ITU, UT hal ini akan berobah dibawah naungan Menteri Riset dan Pendidikan Tinggi.

“Jadi kita berharap agar persoalan status ini secepatnya disinkronkan, saya yakin jika ini sudah sinkron proses ini akan cepat kita perjuangkan kepada bapak Presiden Joko Widodo,” jelas Maruarar.

Sementara Bupati Tapanuli Utara Drs.Nikson Nababan mengatakan, cita-cita agar STAKPN Tarutung statusnya dinaikkan menjadi Institut Tapanuli Utara (IT) agar akademiknya lebih luas dan kebutuhan Fakultas juga nantinnya dibuka lebih banyak, hal ini akan berdampak pada pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara di segala sektor.

"Jika dibuka Fakultas Sekuler maka tentu Mahasiswa pun akan semakin banyak yang akan datang serta mendaftar di Tapanuli utara, hal ini juga akan meningkatkan kunjungan obyek wisata ditapanuli utara dan dapat mempengaruhi peningkatan perekonomian Masyarakat Taput,” kata Nikson.

Sementara dari pihak STAKPN Tarutung dari Senat Dosen, Marudut Situmorang, mengapresiasi upaya pemerintah dalam peningkatan Status STAKPN kejenjang yang lebih tinggi , namun pihaknya meminta jika statusnya ditingkatkan agar tidak menghilangkan nilai-nilai historis STAKPN nya.

Menurut Marudut, nilai Kristen merupakan suatu kebanggaan yang tidak bisa terlupakan oleh masyarakat Tapanuli Utara, yang sejak dulunya sebelum STAKPN nama Kristen tersebut selalu dicantumkan yakni PGA, APGAKPN, hingga menjadi STAKPN.(TAp)