Jumat, 10 Januari 2020 22:47:00

Rekrutmen THL RSUD Tapsel Diduga Formalitas dan Disinyalir Berbau Pungli

Tapanuli Selatan (Pelita Batak) :
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar rekrutmen Tenaga Harian Lepas (THL) tahun 2020 dilaksanakan Jumat 10 Januari 2020, terkesan tertutup dan disinyalir formalitas serta terindikasi berbau pungli.

Pasalnya, rekrutmen THL tahun 2020 tersebut hanya disampaikan kepada para THL RSUD Tapsel  tahun 2019 tanpa pengumuman resmi kepada masyarakat luas.

Menyikapi hal itu, Plt Ketua DPD AMPI Tapanuli Selatan DR Zulfendri M.Kes ketika ditemui wartawan  Jum'at 10 Januari 2020 mengaku heran  dengan tujuan rekrutmen THL Tahun 2020 itu jika hanya terbuka ataupun hanya diperuntukkan bagi THL RSUD Tahun 2019.

" THL RSUD Tapsel tahun 2020 didanai APBD sehingga jika dilakukan rekrutmen harusnya di informasikan secara terbuka dan boleh diikuti masyarakat luas. Jika dibatasi hanya untuk yang tertentu saja maka menimbulkan kesan ada udang di balik batu," pungkasnya.

Menurutnya, rekrutmen THL di lingkungan pemerintah daerah harusnya memiliki acuan yang jelas, setidak ada peraturan bupati yang menjadi acuan sehingga tidak dikatakan liar dan berpotensi terjadinya penyalahgunaan kewenangan untuk kepentingan tertentu.

Selain itu, Zulfendri juga menyoroti ujian tertulis dan wawancara yang dilaksanakan pihak RSUD Tapsel tergolong sangat cepat yakni 2 jam dengan peserta mencapai 120 orang itu sangat luar biasa. "Apakah ujian dan wawancara kilat atau hanya sekedar formalitas saja?" tandasnya.

Zulfendri menilai pola rekrutmen THL yang dilaksanakan RSUD Tapsel ini akan menjadi catatan buruk karena tidak menunjukkan pola keterbukaan sehingga terlihat jauh dari yang selama ini selalu di bahasa kan Bupati Tapanuli Selatan agar melakukan transparansi dalam pemerintahan.

Sementara itu, Kepala UPT RSUD Tapsel drg Firdausi Batubara, ketika dihubungi wartawan via seluler  mengatakan sedang dalam perjalanan menuju Sumatera Selatan, "lebih baik langsung ketemu Kepala Tata Usaha (KTU)," kilahnya.

Awak media yang berusaha menjumpai KTU RSUD di lokasi rumah sakit tidak menemui hasil, pasalnya yang bersangkutan terlihat tampak sibuk, diduga sedang melakukan tes wawancara terhadap peserta ujian disalahsatu ruangan rumah sakit tersebut. 

Hal itu juga diperkuat dengan banyaknya peserta THL menunggu antrian di lorong lorong ruangan yang diperkirakan untuk mengikuti ujian wawancara.

Dan saat awak media terus mencoba mencari informasi terkait hal itu, salah satu staf rumah sakit melarang dan menutup pintu ruangan dan mereka pun enggan memberi komentar.(STR)