Kamis, 22 Februari 2018 16:08:00

Prosedur Telah Sesuai, Pemaparan Visi dan Misi Bukan Bagian Kampanye Politik, Tapi Pendidikan Politik

Medan (Pelita Batak):
Terkait kegagalan acara dialog interaktif pemaparan visi dan misi para Calon Gubernur Provinsi Sumatera Utara 2018-2023 yang seyogiyanya dilakukan oleh para calon yang difasilitasi oleh Lembaga Gerejawi dan Lembaga Keumatan Sumatera Utara, Ketua Panitia Pelaksana John Eron Lumban Gaol, SE didampingi oleh jadi pane, S.Pd, Jonson Rajagukguk, S. Sos, SE, M.AP memberikan keterangan sehingga tidak terjadi kesimpang siuran dan masyarakat bisa memahami dengan baik dan  benar duduk persoalannya.

Pemaparan visi dan misi ini bukan bagian dari kampanye politik, tetapi hanya pemaparan visi dan misi yang bertujuan memberikan pendidikan politik. 

Mengenai isu yang beredar bahwa kegiatan ini dilakukan di Gereja, John Eron menegaskan bahwa pemaparan visi dan misi dilakukan di sebuah Gedung Pertemuan dan bukan Gereja, hanya saja gedung itu fasilitas milik GBI dan tidak ruang ibadah. Ruang Bagas Godang  biasa digunakan  untuk berbagai kegiatan yang sifatnya seminar, dialog interaktif, pertemuan-pertemuan penting. Jadi ruang Bagas Godang bukanlah Gereja atau tempat ibadah, tegas John Eron.

Sebelumnya, John Eron mengatakan kedua calon sudah disurati sebelumnya dan menyatakan bersedia memberikan pemaparan visi dan misi. Hanya saja ada yang mengatakan, ada larangan dari Bawaslu karena ini dianggap sebagai bagian dari kampanye.

Tanpa bermaksud berdebat, kami panitia sudah benar melakukan acara pemaparan visi dan misi karena panitia sudah membangun komunikasi, konsultasi dengan calon, dan acara ini bukan kampanye. "Kami sangat paham aturan mengenai aturan KPU dan tidak mungkin kami melangar aturan KPU, kata John Eron lagi. Jadi kami panitia tidak melakukan kesalahan," tegas John Eron lagi.

Bahkan disini kami membantu KPU mensosialisasikan Pilgubsu 2018 dengan memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat. "Kami merasa, kedua calon ini sangat rugi karena sebenarnya dengan kehadiran mereka berdua kita berikan panggung dan konstituuen bisa mengenal mereka lebih dekat. Artinya, kita tidak dalam posisi berpihak menyelenggerakan acara ini," kata John Eron lagi. 

John Eron juga menambahkan sebelumnya sudah ada saran dan masukan dari Bawaslu, selama acara pemaparan visi dan misi tidak ada umbul-umbul calon, tidak ada ajakan memilih calon, tidak ada teriakan yel-yel, tidak memberikan kaos si calon, dan tidak ada ajakan untuk memilih calon dari si Calon. Jadi semua aturan main kita lakukan dengan tujuan agar Pilgubsu ini bisa berjalan dengan baik. Lagian kita lakukan ini dengan mengundang kedua calon dengan porsi yang sama. Jika umat Kristen mengenal mereka lebih dekat, maka umat bisa melihat mana yang lebih baik.

Jadi, harapan kita adalah Pilgubsu berjalan dengan damai dan prosesnya bagus sesuaid engan aturan main, tegas John eron lagi. Walaupun demikian, kami panitia mohon maaf acara ini tidak berjalan dengan baik. Harapan kita semua, Pilgubsu 2018 bisa berjalan  dengan damai, tenang, tenteram, dan terpilih Gubernur/Wakil Gubernur Sumut yang benar-benar menjadi pelayan bagi masyarakat. 

Jelasnya lagi, tujuan pemaparan visi dan misi ini bukan kampanye politik,  tetapi memberikan pendidikan politik yang baik dengan tujuan Pilgubsu bisa berjalan dengan baik dan damai, tegas Ketua DPD PIKI Sumut ini yang juga mantan anggota DPRD Provinsi Sumut beberapa periode ini. (TAp)