Rabu, 13 November 2019 23:45:00

Pembangunan Rabat Beton Mengunakan Dana Desa di Tobasa Diduga Sarat Korupsi, Warga akan Buat Pengaduan

Lambut Pardede

Tobasa (Pelita Batak):

Rabat beton yang dibangun tahun 2017 dan 2018 di dusun III Desa Sibarani Nasampulu Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba Samosir Piatur Sibarani sudah rusak. Patut diduga adanya ketidak sesuaian spesifikasi volume dan campuran material saat pembangunan.

Dugaan penyimpangan tersebut disampaikan Lambut Pardede seorang warga yang menyoroti masalah ini. Menurutnya, tanggungjawab pembangunan yang menggunakan dana desa tersebut adalah Kepala Desa Sibarani Nasampulu Kecamatan Laguboti Kabupaten Toba Samosir.

Menurutnya, kerusakan yang terjadi saat ini sangat tidak wajar. Jadi pihaknya yakin, jika dalam proses pembangunan infrastuktur desa tersebut ada yang menyalahi peraturan dan perundangan.

Selain rabat beton tersebut, Lambut juga menyebutkan dirinya menemukan kejanggalan dalam pembangunan saluran irigasi Karcis Dolok dan Pea Sumarsik dengan pagu Rp 353.430.000 yang bersumber dari dana desa tahun 2019.

"Pondasi irigasi ini tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan tidak sesuai spesifikasi campuran materialnya sehingga saluran ini sudah hancur, diduga mark-up hari orang kerja dengan membuat daftar hadir fiktif," jelas Lambut yang mengaku telah melakukan pengecekan ke lokasi.

Bahkan, dia menuding dalam pelaksanaan dana desa oknum Kades tidak melibatkan pengurus BPD dan tokoh masyarakat.

"Kita akan laporkan ini ke penegak hukum. Sekarang kita masih mengumpulkan data dan laporan warga lainnya," ujarnya.

Rencananya, bersama warga Lambut akan membuat laporan ke Kejaksaan Negeri Balige dan Tipikor Polres Tobasa. "Kami masih menunggu laporan dan pengaduan lain dari warga untuk mematangkan laporan kami," ujarnya.

Menurutnya, kelalaian atau tindakan koruptif dimaksud sangat disayangkan karena menyangkut hajat hidup orang banyak.

Terpisah, dikonfirmasi Kepala Desa (cuti) Piatur Sibarani membantah yang dituduhkan Lambut.

"Kami sudah melakukan kegiatan itu sesuai RAB, tidak ada indikasi korupsi disana, silahkan tanyakan sendiri pada TPK," katanya.(Maria Sitorus)