Rabu, 18 Maret 2020 10:25:00

Paper Dosen Kedokteran Nommensen Medan Juara 2 Pada Pertemuan Ilmiah Tahunan Fetomaternal Surabaya

dr. Patrick Anando SimanjuntakAsisten Penelitian Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas HKBP Nommensen berpose pada event PIT Fetomaternal Surabaya 2020
Medan (Pelita Batak):
Untuk kesekian kalinya makalah dan hasil penelitian salah satu Dosen Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen Medan Dr. dr. Leo Simajuntak, SpOG dan asistennya dr. Patrick Anando Simajuntak dengan judul "Perbandingan Rumus Johnson Dan Rumus Risanto Dalam Menentukan Taksiran Berat Janin Pada Ibu Hamil Dengan Berat Badan Berlebih" di presentasikan pada event Pertemuan Ilmiah Tahunan Fetomaternal XXI di Ballroom The Westin Surabaya padatanggal 16 - 17 Maret 2020. Hasil penelitian ini menjadi juara dua pada event yang sangat bergengsi ini. Presentase dilakukan oleh dr. Patrick Anando Simajuntak sebagai peneliti kedua dalam penelitian ini. 

Saya sangat bangga bisa mempresentasikan ini sebagai sebuah temuan yang bisa memperkaya khazanah  ilmu kedokteran dan bisa memacu motivasi para dosen dari lingkungan Fakultas Kedokteran UHN Medan untuk terus berinovasi dan akrab dengan penelitian di tengah  tantangan industri 4.0 saat ini, tegas Dr. dr. Leo Simajuntak, SpOG lagi.  

Menurut presenter dr. Patrick Anado Simanjuntak yang saat ini merupakan Asisten Penelitian Departemen Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas HKBP Nommensen mengatakan dalam paparannya bahwa dalam menentukan taksiran berat janin (TBJ) adalah penting bagi penolong persalinan untuk menentukan jenis persalinan. Pengukuran TBJ menggunakan tinggi fundus uterus merupakan metode yang banyak digunakan, namun penggunaan pada ibu hamil dengan berat badan berlebih masih terbatas, tambah dr. Patrick Anando Simanjuntak lagi. 

Masih menurut dr. Patrick penelitian ini bertujuan membandingkan rumus Johnson dan rumus Risanto dalam menentukan TBJ pada ibu hamil dengan berat badan berlebih. Sedangkan metode dan desain penelitian adalah potong lintang, data diambil di RSU Mitra Sejati, RSU Herna, dan RSU Methodist Sussana Wesley pada November 2019 - Januari 2020. Dilakukan uji Mann-Whitney untuk membandingkan perbedaan rerata TBJ dengan rumus Johnson dan Risanto dengan berat badan lahir. Uji-t berpasangan digunakan untuk membandingkan perbedaan rerata TBJ dengan rumus Johnson dan Risanto. 

Patrick Anando Simanjuntak yang merupakan lulusan UGM Yogyakarta ini menambahkan lagi didapatkan 103 ibu hamil yang memenuhi kriteria penelitian dengan rerata IMT 31,26 ± 5l,54 kg/m2. Terdapat perbedaan rerata TBJ rumus Johnson dan rumus Risanto dibandingkan berat badan lahir sebesar 332,45 gram dan 298,57 gram. Tidak terdapat perbedaan rerata bermakna antara penghitungan TBJ menggunakan rumus Johnson dengan berat badan lahir (p = 0,070) dan rumus Risanto dengan berat badan lahir (p = 0,863). Perbedaan selisih TBJ Risanto dengan berat badan lahir lebih rendah dibandingkan selisih TBJ Johnson dengan berat badan lahir, yaitu sebesar 33,88 gram dan bermakna secara statistik (p = 0,01).

Diakhir paparannya dr. Patrick Anando Simanjuntak mengatakan bahwa Pengukuran TBJ menggunakan rumus Johnson dan rumus Risanto dapat diterapkan dan digunakan dengan baik oleh tenaga medis. Rumus Risanto memiliki tingkat ketepatan yang lebih baik dibandingkan rumus Johnson dalam menentukan TBJ pada ibu hamil dengan berat badan berlebih, tegas dr. Patrick Anando Simanjuntak lagi.(TAp|*)