Senin, 21 November 2016 11:59:00

PHR Medan Tampilkan Seni dan Tari 5 Etnis

Medan (Pelita Batak) :
Pertunjukan tari dan seni dari 5 etnis yang ada di Kota Medan mengisi panggung hiburan rakyat yang digelar Jalan Bukit Barisan Medan, Sabtu (19/11/2016) malam. Atraksi yang ditampilkan para penari maupun penyanyi dari kelima etnis yang tampil itu yakni Melayu, Karo, Minang, Dairi dan Tapanuli Selatan berhasil memukau ratusan pengunjung yang hadir, termasuk  Wali Kota Medan, Drs H T Dzulmi S MSi yang hadir bersama sejumlah pimpinan SKPD.

Panggung hiburan rakyat dibuka dengan menampilkan Tarian Kacang Koro dari Karo. Dengan mengenakan pakaian tradisionil Karo, para penari yang berasal dari siswi SMK Negeri 1 Medan itu tampil cukup baik  dan menghibur sehingga mendapat aplaus dari para pengunjung. Kemudian disusul dengan Tarian Lancang Kuning dari Melayu, para penari cukup enerjik dan atraktif membawakan tarian tersebut.

Setelah kedua tarian tersebut panggung diisi dengan penampilan beberapa penyanyi yang mendendangkan beberapa lagu daerah. Kemudian dilanjutkan dengan Tarian Tak Tontong dari Minang. Iringan musik disertai gerakan para penari membuat sejumlah pengunjung tak dapat menahan diri, beberapa diantara pengunjung tersebut selanjutnya  ikut menari mengikuti gerakan para penari tersebut.

Kemudian menyusul Tarian Rere Ma Na Rere dari Tapanuli Selatan dan Tarian Marjuma dari Dairi semakin membuat malam panggung hiburan rakyat semakin meriah. Para pengunjung semakin banyak yang ikut menari, sejumlah turis dari Malaysia dan Norwegia yang melintas di kawasan itu pun   menghentikan langkah, mereka selanjutnya duduk di bawah tenda untuk menyaksikan tari-tarian tersebut sampai selesai.

Untuk edisi kesembilan ini, panggung hiburan rakyat mendapat dukungan dari Bank Sumut. Hal ini ditandai dengan dibukanya sejumlah stand yang diisi oleh para UMKM binaan Bank Sumut. Kehadiran UMKM ini tentunya semakin mememriahkan panggung hiburan rakyat. Sebab, pengunjung selain menikmati aneka seni dan tarian etnis yang ditampilkan, mereka juga dapat menikmati aneka kuliner dan hasil kerajinan tangan.

Meski kehadiran panggung hiburan rakyat mulai mendapat apresiasi di hati para pengunjung namun Wali Kota tampaknya masih belum puas. Sebab, mantan Wakil Wali kota dan Sekda Kota Medan ini ingin  kehadiran panggung hiburan rakyat ini menjadi salah satu ikon di Kota Medan. Wali Kota ingin masyarakat maupun turis yang datang mengunjungi Kota Medan, mereka bisa menikmati seni dan tari dari etnis yang ada di Kota Medan berikut kuliner maupun hasil kerajinan tangan di seputaran Lapangan Merdeka setiap malam Minggu.

Dikatakan Wali Kota, even ini digelar dalam rangka menggeliatkan kembali pariwisata di Kota Medan. Di samping itu sebagai upaya untuk melestarikan kebudayaan, sekaligus mengajak masyarakat, terutama para generasi muda agar mengetahui bahwa seni maupun budaya dari seluruh etnis yang ada di Kota Medan masih tetap terjaga dengan baik sehingga mereka terpanggil untuk mencintai sekaligus melestarikannya.

"Sebagai kota multikultural yang beragam budaya dan etnis serta hidup berdampingan dengan damai selama ini, saya berharaop agar panggung hiburan rakyat ini bisa membangkitkan kembali khasanah budaya kita. Dengan demikian para generasi muda kita akan mengetahui dan semakin mencintai seni dan budaya etnis-etnis yang ada di Kota Medan. Untuk itu saya minta kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai penanggung jawab kegiatan ini agar mengemas panggung hiburan rakyat sebaik mungkin dan menjadi hiburan yang benar-benar merakyat,” kata Wali kota.

Untuk itulah Wali Kota sebelum meninggalkan lokasi memberikan sejumlah instruksi kepada Plt Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan, Hasan Basri untuk melakukan perbaikan dan pembenahan. Dengan demikian panggung hiburan rakyat benar-benar menjadi wadah untuk menikmati seni dan tari dari seluruh etnis yang ada di Kota Medan.(TAp)