Sabtu, 21 Maret 2020 11:00:00

Norma Siregar : Galian Desa Lumban Lobu Murni Permohonan Saya Karna Kami Sekeluarga Trauma Tertimpa Longsor

Norma Siregar
Toba (Pelita Batak):
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemkab Toba mendukung langkah pihak Kepolisian dalam menertibkan kegiatan pertambangan atau galian C, untuk menjaga kelestarian ekosistim lingkungan.

"Kita sangat mendukung langkah pihak Kepolisian dalam menertibkan kegiatan pertambangan atau galian C. Siapapun tidak dibenarkan melakukan aktivitas tersebut," sebut Kadis LH Mintar Manurung Jumat (20/03/2020) 

Dijelaskan Mintar, pihaknya menghimbau agar masyarakat Toba menjaga lingkungan.

"Terkait  galian tanah di  Desa Lumban Lobu Kecamatan Bonatua Lunasi, pihaknya sudah melakukan monitoring,kita mendengarkan keluhan penduduk yang tinggal di bawah bukit itu,mereka trauma setiap hujan dikwatirkan kembali longsor dan menimpa rumah warga seperti kejadian tahun lalu, siapapun tidak dibenarkan melakukan aktivitas galian C. Mari kita jaga lingkungan. Agar dapat diwariskan lingkungan yang baik untuk anak cucu kita di masa depan, kami sudah melakukan tindakan monitoring, tidak bisa mengeksekusi, yang bisa mengeksekusi hanya pihak kepolisian," tandasnya

Seperti diberitakan sebelumnya, usaha pengerukan tanah di desa Lumabn Lobu, Lindup sudah melakukan monitoring kemudian kita chek lapangan apakah kita layak mengeluarkan surat rekomendasi ijin di Jalan Lintas Sumatera Desa Lumban Lobu atau tidak, menurut pengakuan pemilik lahan Norma Siregar dirinya meminta kepada pemerintah untuk meratakan tanah tersebut sejak rumahnya ditimpa longsor namun sampai saat ini pemerintah kecamatan Bonatua Lunaso tidak peduli meski Wakil Bupati sudah mengintruksikan pemerintah kecamatan meratakan tanah longsor tersebut.

"Sejauh ini sejak tanah itu longsor dan menimpa rumah saya pihak kecamatan tidak pernah melakukan instruksi Wakil Bupati Hulman Sitorus untuk meratakan lahan tersebut, malah ketika saya minta tolong pada seseorang pemilik alat berat meratakan tanah tersebut, Camat Bonatua Lunasi  Hulman menghentikan kegiatan meratakan lahan itu, padahal saya sudah minta tolong pada pemilik alat berat untuk bersedia meratakan lahan tersebut, kebetulan pemilik alat berat itu adalah pemilik lahan itu juga," katanya sembari menangis.

"Dimana kepedulian pemerintah kalau untuk menghindari rasa trauma saya saja harus dihalang halangi,setiap hujan turun saya bersama keluarga tidur didalam oplet suami saya parkir mengungsi ke galon,apakah pak Camat pernah melihat penderitaan kami," katanya meratap sedih.

Ketua Karang Taruna Bonatua Lunasi Lambok Butar Butar mengatakan beberapa berita tudingan galian C ini rata rata tidak konfirmasi ke warga sekitar yang memohon diratakannya tanah galian tersebut.

"Pers dalam menyuguhkan produk nya hendaknya mengedepankan kepentingan umum, rasa sosial dan berita yang berimbang," katanya.(Maria)