Rabu, 09 September 2020 09:57:00

LSM LPPAS RI Harapkan Plt Wali Kota Respon Jeritan ASN Yang Terzolimi

Jauli Manalu SH
Medan (Pelita Batak):
Diduga namanya sengaja dicoret dari daftar peserta ujian kompetensi (Ukom) kenaikan pangkat, Senna Sinaga SKep Ners, Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Puskesmas Medan Tuntungan mengeluh akibat tidak terbitnya surat izin dari Kepala Puskesmas (Kapus) nya.

Hal itu dikatakan Sanna Sinaga kepada wartawan Selasa (8/9/2020) terkait kekecewaannya kepada Kapus Medan Tuntungan, dr RN yang dituding menyuruh namanya dicoret sehingga tidak dapat mengikuti ujian Ukom kenaikan pangkat.

"Memang sudah ada surat perpindahan saya ke Puskesmas Desa Lalang Juli lalu, tetapi karena Covid-19 dan tempatnya jauh, maka saya belum melapor ke Puskesmas Desa Lalang. Saya masih terus bertugas ke Puskesmas Medan Tuntungan. Tetapi saya terkejut saat saya minta surat agar dapat mengikuti Ukom kenaikan pangkat, Kepala Puskesmas tidak mau memberikan surat dan bahkan membilang namaku dicoret," ujarnya sembari meneteskan air mata.

Dia mengatakan, dirinya sangat kecewa ada pimpinan yang menghambat dirinya agar naik pangkat. Tentu hal ini melanggar aturan, karena itu dia melaporkan kejadian itu kepada Ketua Umum DPP LSM LPPAS RI Jauli Manalu SH yang juga suaminya.

Atas kejadian itu, DPP LSM LPPAS RI sudah melayangkan surat kepada Plt Wali Kota Medan atas kinerja Kapus Medan Tuntungan berinisial dr RN itu. Jauli Manalu mengatakan, istrinya Senna Sinaga SKep Ners akhirnya tindak bisa mengikuti ujian Ukom.

"Sikap seperti ini merugikan istri saya sehingga tidak bisa mengikuti ujian Ukom," keluhnya.

Dijelaskan Jauli, Senna Sinaga sudah mengabdi 16 tahun di Puskesmas Medan Tuntungan. Tetapi beliau memohon pindah, bukan karena kesalahan, tetapi dia pindah karena rute perjalanan lebih dekat ke Puskesmas Sunggal, tenyata Dinas Kesehatan Kota Medan memindahkan ke Desa Lalang Sunggal yang lebih jauh rute dari rumah tinggalnya.

Jadi dengan kejadian itu, DPP LSM LPPAS RI akan menuntut Kapus karena melanggar UU No 18 tahun 2017 tentang penyelenggaraan uji kompetensi ASN kesehatan. Dalam hal ini ada penghambatan karir yang diduga dihalangi Dinas Kesehatan Kota Medan atas pengaduan Senna Sinaga.

"Dan kami meminta Plt Wali Kota Medan agar mendengar jeritan staf ASN Kesehatan Kota Medan yang terzolimi yang sudah banyak menyelamatkan nyawa manusia. Bila tidak ditanggapi maka LSM LPPAS RI akan melakukan aksi damai di Kantor Wali Kota Medan," ujar Ketum DPP LSM LPPAS RI Jauli Manalu SH.(tim)