Kamis, 18 Agustus 2016 18:43:00

Kolonel Arifien Sjahrir Sampaikan Permohonan Maaf

Danlanud Soewondo Kolonel Pnb Arifien Sjahrir saat menjenguk Wartawan MNCTV yang menjadi korban kekerasan fisik saat melakukan peliputan pada peristiwa bentrok warga Sari Rejo dengan TNi AU
Pelita Batak :
Pasca bentrok warga dengan TNI AU di Sari Rejo Medan, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Medan bersama warga menggelar pertemuan tertutup di Balai Kota Medan, Kamis (18/8/2016). Usai pertemuan kepada wartawan, Komandan Lanud Soewondo, Kolonel Pnb Arifien Sjahrir, mengaku menyesal atas tindakan represif anak buahnya yang lepas kendali menyahuti unjuk rasa warga Kelurahan Sari Rejo terkait sengketa kepemilikan lahan antara warga setempat dengan pihak TNI AU beberapa waktu lalu.
 
"Atas kejadian semua itu, saya sampaikan permohonan maaf. Saya memohon maaf khususnya kepada teman-teman media, saya menyampaikan pesan Pangkoops maupun KSAU, kami mohon maaf atas kejadian yang kemarin. Saya mohon maaf dan kita akan menindaklanjuti semua," kata Kolonel Arifien usai pertemuan yang dihadiri Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Dandim 002/BS Kolonel Ridwan Maulana, Pembina Forum Masyarakat Sari Rejo Pahala Napitupulu, Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz.
 
Ia pun memastikan peristiwa serupa tidak akan terjadi lagi. Bahkan dia mengaku telah mengumpulkan anak buahnya terkait pristiwa bentrok tersebut. 
 
"Ke depan, saya pastikan tidak akan terjadi lagi. Kita kan hidup bertetangga. Tidak mungkinlah kami ribut-ribut. Kami di sana diperintah menjaga aset. Tidak ada maksud lain," katanya.
 
Menurut Kolonel Arifien, Mabes TNI AU akan turun besok untuk melakukan investigas pasca bentrok kemarin. "Hasil investigasi ini nantinya tidak akan ditutup-tutupi," katanya.
 
Kolonel Arifien juga berjanji pihaknya akan memberikan bantuan sebagai bentuk perhatian kepada warga korban bentrok. "Ini sumbangsih kita sebagai bentuk perhatian. Jadi sekali lagi, kami mohon maaf atas peristiwa kemarin," ujarnya. (TAp)