Kamis, 14 Mei 2020 14:29:00

Khotbah Minggu Rogate, 17 Mei 2020: "Doa Ucapan Syukur" (1 Taw. 17:16-27)

Pdt Dr Robinson Butarbutar
Oleh Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, Ketua Rapat Pendeta HKBP

Saudara-saudara terkasih di mana pun berada, mungkin kita sama-sama tahu dan mengakui, dalam berdoa, biasanya isi doa kita didominasi oleh daftar permintaan kepada Tuhan. Kalau pun ada ucapan terima kasih, biasanya ada di awal dan sangat singkat. Pada Minggu Rogate kali ini, lewat teks 1 Tawarikh 17:16-27, kita diingatkan dan diajak untuk memberi perhatian pada doa ucapan syukur kepada Allah. Hal ini bukanlah perkara mudah di tengah situasi kita belakangan ini.

Dalam 1 Tawarikh 17:16-27, kita melihat Daud berdoa manyampaikan ucapan syukur kepada Allah atas apa yang telah diperbuat Allah bagi dia dan bangsa Israel. Allah telah menyertai mereka dalam melewati musuh-musuh mereka, dan menganugerahi mereka tempat tinggal yang tetap (Lih. 1 Taw. 17:3-10, 16). Daud menyebutkan segala kebaikan Allah bagi dia dan menekankan dalam doanya: "Bahwa segala perbuatan Allah itu dilakukan-Nya bukan karena kebaikan dan kemuliaan Daud, tetapi karena kebesaran Allah sendiri" (ay. 16-19). Perbuatan-perbuatan Allah yang besar itu sampai pula kepada bangsa-bangsa lain agar mereka pun tahu kebesaran Allah (ay. 20-22). Doa Daud ini hendak memperlihatkan bahwa kebaikan-kebaikan Allah tidak boleh membuat manusia menjadi sombong. Sebaliknya, kebaikan-kebaikan Allah mestinya membuat kita menjadi rendah hati. Allah tidak berhutang apa pun pada manusia sehingga Dia harus melakukan kebaikan-kebaikan-Nya tersebut. 

Pada bagian akhir doanya barulah Daud menyampaikan permintaan singkat, yaitu agar Allah meneguhkan dan memenuhi janji-Nya tentang keturunan Daud yang nanti akan mengokohkan kerajaannya dan membangun Rumah bagi Tuhan (ay. 11-14, 23-27). 

Para sahabat yang terkasih, apa yang hendak disampaikan firman Tuhan di Minggu Rogate di tengah-tengah pandemi Covid-19 ini? Mungkinkah selama ini kita kurang mensyukuri kebaikan-kebaikan Allah bagi kita secara pribadi, keluarga, gereja, dan bangsa? Mungkinkah kita tidak mensyukuri bahwa Allah telah turut bekerja menolong kita dari virus ini? Tanpa mengabaikan mereka yang sakit dan meninggal karena virus ini, kita patut bersyukur bahwa kita masih bisa bertahan sampai saat ini. Kita pun patut bersyukur persebaran virus ini sampai sejauh ini tidak secepat di negara-negara Amerika, Italia, Spanyol, Inggris dan lain-lain. 

Kita juga bersyukur atas langkah-langkah yang diambil pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi Covid-19 ini, sehingga kita tahu langkah-langkah apa yang harus dilakukan menghadapi virus ini. Kita bersyukur di tengah pandemi ini makin banyak orang yang saling peduli dalam meringankan beban sesamanya. Kita patut bersyukur atas kerja keras para tenaga medis. Sungguh, di tengah kesulitan karena pandemi ini, masih banyak yang bisa kita syukuri kepada Tuhan. Sebutkanlah kebaikan-kebaikan Tuhan di dalam doa. Setelah itu, barulah kita meminta agar Dia meneguhkan janji-Nya untuk mendatangkan damai sejahtera bagi dunia ini. Bersyukur juga untuk anugerah Tuhan bagi Saudara-saudarku hari ini dan minggu ini, dalam doa. Mulialah nama-Nya. Amin!