Selasa, 18 Juni 2019 15:13:00

Kelompok Pakar GKT : GM dan Segenap Jajaran Harus Berjuang Keras agar Kawasan Danau Toba Masuk Unesco Global Geopark (UGG)

Ketua Kelompok Pakar GKT Dr RE Nainggolan MM diabadikan bersama peserta rapat
Medan (Pelita Batak):
Proses pengusulan Kawasan Danau Toba menjadi Unesco Global Geopark sedang berlangsung. Harapan untuk bergabung menjadi bagian dari taman bumi dunia semakin optimis setelah tim assessor penilai menyatakan statementnya dalam surat yang diterima General Manager Geopark Kaldera Toba (GKT) di Sumut.

Sebagaimana surat yang diterima GM GKT, Dr Ir Hj Hidayati MSi yang dipaparkan dalam rapat bersama Kelompok Pakar GKT yang dipimpin Ketua Dr RE Nainggolan MM di Medan, Selasa (18/6/2019). Juga hadir anggota Kelompok Pakar Erna Revida Saragaih, Dr Ivan Elisabeth Purba, Zulkarnain, Rosdiana Simarmata. Badan Pengurus GKT yang turut hadir Wakil GM II Gagarin Sembiring, Jadi Pane, Karmel Simatupang, Debbie Riauni Panjaitan, dan Nurhafni Lubis.

Disampaikan RE Nainggolan saat ini berbagai pembenahan telah dilakukan di lapangan, sesuai dengan rekomendasi yang kembali disampaikan kepada BP GKT, dan semua dipastikan bisa diupayakan untuk pembenahan. Sangat  dibutuhkan kerjasama semua pihak agar masyarakat benar-benar memiliki kawasan danau Toba untuk dunia pariwisata. Menjaga kebersihan, menata keindahan dan menggerakkan seni dan budaya masyarakat setempat.



"Kita yakin, akan ada kemajuan yg pesat di kemudian hari saat Geopark Kaldera Toba menjadi taman bumi dunia. Dari penjelasan GM GKT kepada Kelompok pakar, maka Kita optimis, akan mendapatkan pengakuan itu," ujar mantan Sekda Sumut tersebut.

Untuk mencapai itu, lanjut RE Nainggolan, dukungan dari berbagai korporasi dalam bentuk CSR sangat diharapkan untuk pembangunan kawasan.  sesuai dengan prioritas yang secara bertahap harus diperbaiki.

Namun untuk mencapai itu semua, seperti dikatakan Dr Ivan Elisabeth Purba, BP-GKT dan segenap komponen, harus benar-benar memahami apa yang diharapkan oleh lembaga internasional tersebut. Kemudian, supaya pengembangan Kaldera Toba tidak berhenti hanya memperoleh UGG. Tetapi  harus memperhatikan kelestarian tiga program utama global geopark yaitu Geologi (Geodiversity), Hayati (Biodiversity) dan Budaya (Culturdiversity).

Lebih jauh dikatakan GM GKT Dr Ir Hj Hidayati MSi bahwa saat ini pihaknya terus berbenah di lapangan. Termasuk membenahi sejumlah rekomendasi tim assessor yang didalamnya termasuk tentang masterplan yang sudah selesai disusun dalam bentuk draf. "Kita tinggal menghadap kepada Bapak Gubernur dan menyampaikan draf masterplan untuk ditandatangani," ujarnya.

Kelengkapan yang lain, dilakukan dilapangan on progress dengan memanfaatkan keterlibatan masyarakat dan berbagai elemen untuk mensukseskan program pembangunan dan pemeliharaan 16 geo site. "Semua sudah dalam proses, dan kita optimis sanggup melakukan yang terbaik demi kelestarian kawasan danau toba," kata Hidayati.

Peran masyarakat untuk ambil andil dalam menjaga kelestarian lingkungan dan pelestarian budaya yang berkesinambungan akan sangat mendorong perbaikan di kawasan danau Toba. (TAp)