Jumat, 16 Oktober 2020 21:03:00

KAD Pencegahan Korupsi Sumut Ajak Kaum Millenial Semarakkan Kampanye Anti Korupsi

Ketua KAD Sumut M Santri Azhar Sinaga bersama yang lainnya diabadikan usai talkshow
Medan (Pelita Batak):
Komite Advokasi Daerah (KAD) Pencegahan Korupsi Sumatera Utara menggelar Talkshow Interaktif 'Lebih Baik Mencegah Daripada Mengobati' dengan melibatkan kaum millenial, Jumat (16/10/2020) di Coffee Dante.Com Jl Sauddara 21 Medan. Pencegahan korupsi harus dimulai dari sejak dini setiap pribadi, dengan harapan apa yang disebut dengan kejahatan luar biasa itu tidak lagi terjadi dalam perjalanan pembangunan Indonesia.

Diskusi berjalan dengan hangat, yang dipimpin langsung Ketua KAD Sumut, Santri Azhar Sinaga, SH, bersama Erikson L. Tobing Ketua Bidang PBJ KAD Sumut dan dihadiri Samuel Hasibuan Sekretaris KAD Sumut, Tokoh Masyarakat Jasa Konstruksi Sanggam SH Bakkara dan TM Pardede, Sagino Kabid Pembinaan Dinas Pendidikan Provsu, Iswahyudi Kabid Perencanaan Bina Marga Provsu, Romein Manalu,ST Dirut PT Lampatar, Lambok Damanik Dirut PT Tulung Agung, mewakili generasi Milenial Daniel Tobing, Sherina Ginting dan Hansen. Kegiatan diskusi semakin menarik saat Pemantik diskusi Excel Korua Tobing dan Donny Butar-butar memandu dengan hangatnya.

Ketua KAD Sumut M Santri Azhar Sinaga menyebutkan, banyak oknum yang terlibat tindakan koruptif namun bukan saja semata karena dia pelaku, namun juga sebagai korban. Korban sistem yang berjalan di lingkungan kerja dan kegiatan usahanya. Seolah memaksa merek harus melakukan tindakan itu, dengan konsekuensi yang sangat merusak sistem yang sesungguhnya.

Untuk itulah, kata Santri, kehadiran KAD Sumut bukan untuk melakukan penindakan tindak pidana korupsi, namun lebih kepada pencegahan dini sebelum terjadi tindak pidana korupsi.

"Kita mengajak untuk mencegah dari diri sendiri terlebih dahulu. Di lingkungan rumah tangga, lingkungan terkecil. Maka akan tercipta perilaku yang bersih dari tindakan koruptif dimanapun pribadi tadi bekerja maupun berinteraksi," ujarnya.

Dari sisi lain, Sanggam SH Bakkara menyebutkan bahwa sesungguhnya tidak ada pribadi yang ingin melakukan tindakan korupsi. "Cuman sekarang korupsi sudah merajalela. Padahal ajaran agamapun melarang kita untuk melakukan korupsi. Namun siapakah yang menetukan kriteria tindakan seseorang itu sudah pantas disebut sebagai tindakan korupsi? Misalnya, jangan karena seorang pengusaha mendapat untung banyak, malah disebutkan sipengusaha tadi sudah korupsi. Belum tentu," ujarnya.

Sanggam menyebutkan, saat ini yang menjadi sasaran penindakan tindak korupsi adalah dunia usaha atau pengusaha. Dikhawatirkan, jika kondisi ini terus berlanjut, para pengusaha dipenjara denga vonis koruptor akan mengakibatkan para millenial takut menjadi seorang pengusaha. Angka wiraswasta di Indonesia masih jauh dari harapan, sehingga negara ini menjadi negara maju.

Maka itu, lanjut Sanggam, saat ini masih perlu dilakukan penyamaan persepsi. Sehingga, pengusaha atau pekerjaan yang disebutkan sebagai tindakan korupsi lebih jelas.

Senada, para peserta talkshow seperti Romein Manalu,ST menyebutkan dengan keberadaan KAD di Sumut akan memberikan peluang baru bagi pengusaha yang ril sebagai kontraktor untuk bekerja. Pelaksanaan tender pekerjaan di pemerintahan yang lebih transfaran dan terukur.

Usai diskusi, Erikson L.Tobing selaku Ketua Bidang Pengadaan Barang dan Jasa KAD Sumut menyebutkan penyelenggaraan diskusi tersebut menyasar para kaum millenial. Dengan harapan, para generasi muda terlebih dahulu menyadari perlunya menghindari tindakan koruptif, dan sebagai generasi bangsa harus tetap mengkampanyekan tindakan anti korupsi. "Harus dimulai sejak usia muda, jika kita ingin Indonesia bersih dari korupsi," ujarnya.(TAP)