Jumat, 25 Mei 2018 13:47:00

JTP FRENDS Tandatangani Kontrak Politik: Diparborhat Dari Desa Lobu Hole & Sinampang

Penyerahan dengke
Laporan Jeje Tobing

Seolah tiada henti, acara 'borhat-borhat' kepada Kandidat Nomor Dua, Jtp-Frends terus  berlangsung, bahkan sebahagian terpaksa ditunda bahkan dibatalkan karena masalah waktu Kandidat yang sangat padat dan benturan dengan waktu dan zona kampanye.

"Pada prinsipnya pihak managemen sangat senang dan berterimakasih karena warga Taput sangat antusias untuk mengadakan borhat borhat kepada kandidat kita, baik mereka yang mengatas namakan Marga, Desa, Wilayah maupun oleh komunitas masyarakat lainnya. Namun karena permintaan mereka benturan dengan waktu dan zona kampanye, dengan terpaksa kami harus menunda bahkan ada yang harus kami batalkan," papar Ketua Harian Team Jtp Frends, David Hutabarat, saat awak media "Pelita Batak" melakukan wawancara sehubungan dengan adanya rencana salah satu Marga bagian dari klan "Siopat Pusoran" untuk mengadakan acara besar-besaran untuk memberangkatkan Jtp Frends.

David, juga menjelaskan bahwa untuk mengakomodir spontanitas dan dukungan dari berbagai kalangan masyarakat, pihak management harus pintar pintar memanage waktu dan tempat pelaksanaan acara, terkadang harus disatukan jika ada dua pihak atau kelompok warga yang mau memberangkatkan pada zona atau wilayah yang sama. 
Situasi dan kondisi demikian, pula melatari acara borhat-borhat dari warga Desa Lobu Hole dan Gonting Pege,  yang dilaksanakan pada hari Kamis kemaren 23 Mei 2018, berlangsung agak singkat berhubung harus dilaksanakan pada dua tempat yang berbeda meski sama sama berada dalam wilayah administeatif Kecamatan Siatas Barita.

Dalam orasinya di Desa Lobu Hole, JTP kembali menyampaikan dan menjelaskan visi misi mereka untuk lima tahun ke depan:

"Sektor pendidikan adalah hal yang paling utama yang akan kami perbaiki. Hemat kami, melalui pendidikan yang baik yang dikelola secara profesional maka mutu pendidikan juga akan lebih baik; cakrawala berpikir setiap manusia akan lebih luas, pola pikirnya akan terlatih dan terbentuk untuk meraih kehidupan yang lebih baik. Bagaimana anak anak ini akan  meraih cita-cita mereka? Bisakah anak ini, kelak meraih cita-cita mereka menjadi dokter atau Bidan?" tanya Jtp kepada hadirin setelah sebelumnya meraih beberapa anak-anak kehadapannya dan bertanya apa cita-cita mereka.

"Tentu sangat bisa, jika mereka kita sekolahkan. Bagaimana kalau Opung ini, masih bisakah jadi bidan? " sambung Jtp sambil memeluk seorang wanita sepuh dan langsung direspon hadirin dengan gelak tawa yang riuh dibarengi tepuk tangan.

JTP menjelaskan, bahwa untuk memacu pertumbuhan otak dan kecerdasan, justru kepada anak-anak dan Ibu hamil lah yang perlu diberikan susu karena lebih bermanfaat demi merangsang pertumbuhan dan kecerdasan mereka. Bukan kepada lansia.

"Anggo opung on do, nang pe diinum susu, holan na patigortigorhon nama i. Dang boi be gabe Bidan opung on," sebut JTP dengan canda dan tawa hadirin kembali meledak riuh. 
(Red= Kalau opung ini, meskipun minum susu manfaatnya hanyalah untuk meluruskan tulang-tulang yang dalam proses membungkuk. Tak akan bisa lagi opung ini jadi Bidan)

"Lalu apa yang perlu untuk Lansia untuk Opung ini? Tenang. Kami punya konsep bahwa paling lambat tahun kedua semua yang telah berumur 50 tahun ke atas harus memiliki Kartu BJPS dan kartu berobat lainnya. Hal itu sangat penting dan prioritas karena justru pada usia merekalah yang paling membutuhkannya;  bukan mereka yang masih berusia 30-an atau lebih muda dari itu. Orangtua kita sudah rentan dengan penyakit jadi mereka lebih membutuhkan kartu berobat daripada susu," terang mantak Kapolres Taput itu.

Jtp dalam paparannya juga menjelaskan betapa pentingnya memperbaiki mutu para tenaga pendidik, guru sekaligus memperbaiki tingkat kesejahteraan mereka melalui Honor yang sepadan; karena mereka tak mungkin mengajar dengan serius jika misalnya honor mereka tak cukup untuk membutuhi keluarga dan honor harus dibayar tepat waktu, Jangan pula tak dibayar hingga setengah tahun.

Menyangkut program untuk pertanian, JTP juga menjelaskan bahwa para petani perlu ketersediaan, Pupuk Traktor, bibit unggul sesuai dengan kebutuhan topografi tanah dan wilayah masing-masing.

Usai memberi orasi di Lobu hole, Jtp disodori kontrak politik yang diajukan oleh warga Lobu Hole, dan Jtp menandatanganinya dan berujar bahwa tanpa kontrak politik itu pun, seorang Bupati sudah seharusnya melaksanakan pembangunan, sebagaimana inti dari kontrak politik yang disodorkan.

Lebih jauh, Jtp menyampaikan betapa pentingnya pengawasan terhadap semua penggunaan dana APBD, dimana bidang ini  harus diawasi secara ketat, supaya digunakan tepat sasaran, efisien dan mengacu kepada skala prioritas.

"Ro hami tu Taput on naeng Bupati, asa boi do  hu-pataripar-hon hami angka generasi muda lao  mangalului angka na pinarsinta nasida tu hamajuon"
Percayalah, hanya putra yang terlahir dari bonapasogitnya sendirilah yang mau dan rela berkorban untuk membangun kampung halamannya.

Ditangan para adek-adek  inilah kelak, masa depan kampung halaman kita ini ditentukan," tutup Jtp dan kembali tepuk tangan yang riuh bergema.

(Kami datang ke Taput dan menjadi Bupati, adalah untuk menghantarkan para generasi muda demi meraih impian mereka menuju kemajuan= red).(*)