Jumat, 23 September 2016 10:57:00

Ini Alasan Banjir Terjadi di Medan Labuhan Menurut Pak Wali

Gerombolan pejabat Pemko Medan dipimpin Wali Kota Dzulmi Eldin di lokasi peninjauan lokasi banjir

Medan (Pelita Batak) :
Setelah terendam banjir beberapa hari terakhir, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Kamis (22/9/2016) akhirnya menyempatkan untuk mengunjungi korban banjir di Kelurahan Sei Mati, Tangkahan dan Martubung, Medan Labuhan. Sebagai hasil amatan Eldin, banjir rob yang terjadi sudah melewati tanggul rob sehingga air masuk ke pemukiman dan terjadi banjir sebab tidak ada lagi jalur kembali air laut.

Kawasan Medan Labuhan akhirnya terendam air laut sedalam 20 centimeter hingga 1 meter menyebar di sejumlah ruas jalan di Kelurahan Sei Mati. Sedangkan di wilayah Martubung dan Tangkahan sudah mulai surut. Eldin mengatakan dari survey dan pendataan yang dilakukan Dinas Bina Marga serta Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, ada dua penyebab utama banjir rob bertahan lama di Medan Belawan dan terkhusus di Medan Labuhan.

Penyebab utamanya tanggul rob tak mampu menampung atau mencegah banjir rob, dibuktikan banjir rob sudah melewati tanggul yang ada. Bahkan, setelah masuk melewati tanggul, airnya tak bisa surut karena kembali terhalang tanggul.

"Sekarang, sebagai solusi singkatnya maka dikoreklah Parit Belanda, di Martubung dan Tangkahan. Supaya airnya bisa mengalir ke Sungai Pasangan dan air bisa surut lebih cepat," katanya didampingi Kepala Dinas Bina Marga Khairul Syahnan dan Kepala BPBD Medan Hanalore Simanjuntak.

Selanjutnya, persoalan banjir rob di Medan bagian Utara disebabkan fenomena alam, yakni debit air laut naik. Dibuktikan, air laut saat dilihat dari dok Pelabuhan Belawan yang biasanya tiga meter jaraknya ke bawah, kini jaraknya hanya satu meter. Ia juga menyampaikan curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir di wilayah Kota Medan menjadikan banjir semakin menjadi.

Karena banjir rob sudah berhari-hari, Dinas Bina Marga sedang bekerja mengorek parit agar genangan air bisa dialirkan, BPBD Kota Medan bersama Camat Medan Labuhan dan Belawan terus menyalurkan bantuan seperti makanan dan kebutuhan pokok lainnya. Hal ini sebagai bagian untuk memudahkan para warga yang menjadi korban banjir rob.

Di tempat yang sama, Khairul Syahnan menyebutkan, tim untuk pengorekan sudah bekerja untuk mengorek parit sepanjang ratusan meter. Pengorekan yang dilakukan, selain melebarkan juga mendalamkan parit yang ada.

"Hari ini juga sudah bekerja timnya, semoga sepekan ini bisa selesai," katanya.

Sementara itu, Hanalore Simanjuntak menyampaikan, bantuan makanan dan sejumlah kebutuhan pokok sudah disalurkan, khususnya ke tempat-tempat dapur umum. Tapi, sejumlah warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing dan telah beraktivitas. Sekarang ini, BPBD juga menyalurkan bantuan bersama-sama kecamatan. Selanjutnya, Walikota medan Drs HT.Dzulmi Eldin S.M.Si meninjau lokasi pengorekan parit sepanjang 2,5 Km di Marelan.

Dinas Bina Marga Kota Medan mengorek Parit Kebon sepanjang 2,5 Km, dimulai dari Parit Silangan AMD hingga menuju Sungai Bederah. Parit yang dikorek sedalam 3 meter tersebut akan mampu menampung sekitar 50 ribu meter kubik air.

Dihadapan Wali Kota Medan, Khairul menyebutkan, selama beberapa tahun ini Parit Kebon tersebut sudah tertutup tanah, biasanya dari hulunya langsung masuk ke Parit AMD. Namun, debit air hujan yang tinggi air tak mampu lagi menampung dan berdampak terjadinya banjir.

"Dengan dikoreknya Parit Kebon ini, mudah-mudahan banjir di Jalan Paku Medan Marelan termasuk di Pasar I hingga 5 tidak ada lagi, apalagi Parit Kebon ini akan langsung mengalir ke Sungai Bederah,"ujarnya.

Dia juga melaporkan, parit tersebut sudah masuk tahap penyelesaian, sehingga tinggal menunggu tiga hari lagi parit sudah difungsikan. Selanjutnya, masyarakat juga diharapakan untuk selalu menjaga parit dan jangan jadikan parit tempat pembuangan sampah.

Mendengar laporan Kadis Bina Marga, Dzulmi Eldin langsung memanggil Camat Medan Marelan Parlindungan Nasution. Camat diingatkan agar melibatkan warga masyatakat untuk menjaga parit dan saluran drainase di lingkungannya masing-masing.

Eldin menegaskan, parit dan drainase harus tetap dipelihara dan dijaga oleh aparatur Pemko Medan, karena sebaik apapun drainase dibuat kalau tak dijaga dan dipelihara, maka drainase akan sumbat kembali. Karena selama ini kita tidak tahu sampah plastik itu sengaja dibuang, atau terjatuh ke drainase. " Saya ingatkan, camat, lurah dan kepala lingkungan agar menjaga drainase di lingkungannya. Libatkan banyak orang untuk mengawasi drainase," ujarnya.

Dia juga mengingatkan, Dinas Bina Marga untuk menjaga kualitas pengerjaan, dan memaksimalkan fungsi in let agar tak tersumbat. Selanjutnya, drainase tetap mengalir lancar tanpa adanya hambatan-hambatan.(TAp/humas)