Sabtu, 27 Agustus 2016 17:30:00

Gunakan Dana Desa, Pembangunan Jalan Lingkungan di Desa Huta Bulu Taput Diduga Asal Jadi

Batu pecahan bercampur lumpur digunakan dalam pengaspalan jalan

Siborongborong (Pelita Batak)
Berdasarkan Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa, dana desa di tahun 2016 ini digunakan untuk membiayai pelaksanaan program dan kegiatan berskala lokal desa bidang Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa.

"Sesuai Permendes 21 tahun 2015, prioritas pertama penggunaan dana desa yaitu untuk membangun infrastuktur antara lain jalan, irigasi, jembatan sederhana, dan talud. Bidang kesehatan dan pendidikan juga perlu diprioritaskan, diantaranya Posyandu dan PAUD," ujar Menteri Desa PDTT Marwan Jafar sebelumnya.

Akan tetapi di Desa Huta Bulu Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara, pengerjaan Insfratruktur jalan dan saluran irigasi diduga pengerjaannya asal jadi. Terlihat dari segi volume yang sudah di tentukan, yakni ketebalan jalan serta pondasi irigasi yang tidak sesuai dengan ketentuan pada RAB.

Seperti pantauan Pelita Batak di Desa Huta Bulu dusun Buhit Nangge, batu yang di pergunakan tidak sesuai yang di harapkan. Batu Grasser yang seharusnya bersih bebas dari campuran benda lain, sedangkan di lapangan yang di persiapkan adalah batu pecahan yang bercampur lumpur, serta lebar jalan rabat beton yang akan dikerjakan tidak ada dengan ukuran 2 Meter, serta lebar drainase yang dikerjakan tidak memiliki Pondasi.

"Kami tidak mengetahui bagaimana cara kinerja Kepala Desa melaksanakan kegiatan pembangunan Jalan rabat beton, dimana batu yang di pergunakannya berbagai macam, ada yang kotor dan ada yang bersih, serta ketebalan rabat beton juga tidak sampai 5 cm, padahal sebelumnya Kepala Desa kami ini sudah lama sebagai Pemborong," ujar masyarakat dusun Buhit Nangge yang ditemui Pelita Batak.

"Nantilah kita ketemu di rumah guna konfirmasi," Kepala Desa Huta Bulu Martua Simanjuntak kepada sejumlah awak media keika bertemu di jalan menuju lokasi pembangunan jalan.

Akan tetapi setelah Awak Media menghubunginya, Martua mengatakan, dirinya sedang berada di luar. "Saya sedang berada di lua," sahutnya.

Untuk menindaklanjuti hasil kegiatan di lapangan yang di lakukan Kepala Desa Huta Bulu, Kepala Bagian Humas Pemkab Tapanuli Utara Donna Situmeang, enggan memberikan komentar. Juga saat di minta informasi tentang nomor seluler Kepala Badan Pemerintahan Desa, Donna juga enggan memberikannya.

Ketua LSM Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Harapan Silalahi Kepada Pelita Batak, Sabtu (27/8/2016) mengatakan, dalam hal ini masyarakat tidak usah heran. "Kita sudah mendapat di lapangan bahwa sebagian yang mengerjakan (Pemborong) kegiatan Dana Desa adalah Kepala Desa, tentu pejabat yang membidangi Pemerintahan Desa di Tingkat II Kabupaten sudah ada kesepakatan dengan kepala Desa,oleh karena itu patut kita duga telah ada Korporasi," katanya.

Oleh karena itu, lanjutnya, pihaknya sangat mengharapkan kepada pihak Tipikor Polres Tapanuli Utara agar melakukan pengusutan dugaan penyimpangan tersebut. "Sebab dapat kita katakan, bahwa pada kegiatan penggunaan Dana Desa banyak penyimpangan, serta juga dapat kita katakan bahwa 70% Kepala Desa di Tapanuli Utara buta akan pembuatan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDS)," tegas Harapan.(FH)