Sabtu, 05 Desember 2020 16:36:00

Dukung Pasangan Asner-Susanti, Ketum N4J Sebut Siantar Butuh Pemimpin Yang Berkomitmen

Calon Wali Kota Pematangsiantar Ir Asner Silalahi MT, Ketua Umum N4J Dr RE Nainggolan MM dan yang lainnya diabadikan saat pertemuan di rumah Asner Silalahi
Siantar (Pelita Batak):
Ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Nusantara untuk Jokowi (DPP N4J) Dr RE Nainggolan,MM bertemu langsung dengan Ir. Asner Silalahi,MT calon Wali Kota Pematangsiantar, Sabtu (5/12/2020) di kediamannya Jl Sidamanik Kampung Kristen Kota Pematangsiantar. Menyampaikan dukungan terhadap pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Ir. Asner Silalahi, MT - dr. Susanti Dewayani, SpA (Pasti) yang merupakan pasangan tunggal peserta pada pilkada yang akan dilaksanakan pada 9 Desember mendatang.

Secara tegas, mantan Sekdaprov Sumut itu menyatakan bahwa sosok Asner sangat pantas untuk memimpin Kota Pematangsiantar yang merupakan kota perdagangan terbesar di Sumatera Utara itu. Menurutnya, sejumlah pengalaman yang ditorehkan Asner di pemerintahan sudah cukup membuktikan. Mulai dari pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Papua dan sejumlah daerah lainnya.

Menurut mantan Bupati Tapanuli Utara ini, ada beberapa kriteria yang harus dimiliki seorang pemimpin untuk suksesi kepemimpinan nya. Diantaranya adanya jaringan dengan lembaga-lembaga yang berkaitan dalam menunjang proses berjalannya kebijakan di masa kepemimpinannya nanti nya. "Menurut penelitian, luasnya jaringan seorang pemimpin akan mempengaruhi keberhasilan program kerja 25%. Tidak lagi kita ragukan, Asner Silalahi memiliki jaringan yang baik di pemerintah pusat. Kemudian, seorang pemimpin harus kreatif. Sudah pasti kreatif, keberhasilan pak Asner membangun jaringan infrastruktur di daerah lain," jelasnya.

Sejumlah kriteria lainnya juga dimiliki Asner, lanjut RE Nainggolan, lahir dari keluarga sederhana dan bersahaja. Dimana ayahnya seorang pensiunan ASN dsn ibunya seorang guru sekolah dasar. "ASN yang dahulu, pasti disiplinnya berbeda dengan yang ada saat ini. Didukung seorang ibu yang merupakan guru berintegritas. Beliau ini lahir di tengah keluarga yang sangat bersahaja," ujarnya.

Untuk itu, RE Nainggolan berkeyakinan pasangan Asner-Susanti akan bisa menjadikan Kota Pematangsiantar menjadi smart city dengan kebijakan yang memihak kepada kepentingan rakyat. "Kesehatan warga berpenghasilan rendah agar diperhatikan, berikan ruang untuk publik berkomunikasi dengan wali kotanya dengan membangun ruang tersendiri untuk menyampaikan keluhan dan informasi," katanya.

Dalam konteks pilkada yang tinggal beberapa hari saja, RE Nainggolan mengingatkan kepada Ketua Tim Pemandangan Ferry SP Sinamo untuk memperhatikan berbagai hal khususnya masih belum sampainya informasi pemilihan secara menyeluruh. "Masih banyak warga tidak tahu kapan pemilihan kepala daerah akan dilakukan. Kemudian, dorong masyarakat untuk datang ke TPS dengan memastikan telah menerima C6. Tanpa kehadiran pemilih ke TPS, target 70% lebih perolehan suara akan sulit. Meski kita yakin akan menang," ujarnya dalam acara yang juga dihadiri pengurus DPP N4J diantaranya Bukit Tambunan,MAP, Ronald Naibaho, Dr Puan Maharani,MPSi, Julius Silaen, Adol Frian Rumaijuk STP MMA, Gabriel RH Nainggolan, Bukti Nainggolan, Jhonny Naibaho, Theresia Riama Marbun SE dan pengurus lainnya yang turut dalam rombongan.

Menanggapi hal itu, Asner Silalahi didampingi istrinya mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepadanya. Dimana, upaya untuk membangun Kota Pematangsiantar tidak sanggup ia lakukan sendiri namun harus dengan dukungan dan dorongan semua pihak.

"Menjadikan Kota Pematangsiantar menjadi smart city sudah menjadi visi dan misi bagi kita. Bagaimana akan kita fokuskan pembangunan dari pinggiran yang ternyata saat ini masih ada yang belum beraspal jalanya. Untuk kawasan sungai Bah Bolon juga sudah perhatian kita, menjadikannya sebagai kawasan wisata. Namun untuk peruntukannya harus ada administrasi yang harus kita lengkapi untuk itu," ujarnya.

Menurut Asner, Pembangunan kota Pematangsiantar memiliki potensi yang sangat besar dengan adanya tiga program pembangunan ekonomi skala nasional, yaitu pembangunan Kuala Tanjung, KEK Sei Mangkei, dan Geopark Kaldera Toba dengan BPODT nya.

Selain sebagai pusat perdagangan, Siantar juga akan menjadi kota wisata dengan kekayaan kebudayaan dari 13 etnis yang ada di kota itu. 

"Kemudian, fokus kita untuk menyediakan fasilitas olah raga, kini Siantar tidak memiliki GOR. Target kita pada PON 2024, Siantar siap menjadi tuan rumah untuk beberapa cabang olah raga," katanya.(TAp)