Selasa, 16 Februari 2021 22:43:00

Diskusi dengan Pengurus GMKI Siantar-Simalungun, Pdt Willem TP Simarmata Tekankan Kesiapan Kader Hadapi Globalisasi yang Dinamis

Anggota DPD RI Pdt Willem TP Simarmata,MA saat berdiskusi dengan Senior dan Pengurus DPC GMKI Pematangsiantar-Simalungun, Selasa (16/2/2021)
Siantar (Pelita Batak):
Anggota DPD RI Pdt Willem TP Simarmata MA mengajak dan menekankan perlunya kader GMKI mempersiapkan diri sebagai generasi yang handal dan mampu bersaing di era globalisasi yang semakin dinamis. Masa dimana tidak lagi seseorang diharapkan untuk siap bekerja, melainkan untuk membuka lapangan pekerjaan.

Hal itu disampaikan mantan Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Kota Pematangsiantar-Simalungun itu saat menerima Pengurus Cabang GMKI Siantar-Simalungun, Selasa (16/2/2021) di Pematangsiantar. "Kita harus siap dengan perubahan zaman ini, khususnya dengan kondisi Pandemik saat ini. Banyak hal di luar dugaan kita justru terjadi, sekolah dilakukan dari rumah, bekerja dari rumah bahkan ibadah pun kita di rumah. Keterlibatan teknologi jaringan sangat mempengaruhi," ujar Ephorus Emeritus HKBP itu dalam diskusi yang dihadiri May Luther D Sinaga ketua demisioner DPC Siantar-Simalungun, Juwita Theresia Panjaitan Ketua DPC terpilih, Helen Lavenia Panjaitan Bendahara demisioner, Tulus Panggabean Sekretaris terpilih, Izah Sari Marito Sihombing. Para senior Rista Simanjuntak, Triwani Purba, Mastiara Sihotang, Hamonangan Aruan, dan Agustina Silalahi.


Anggota DPD RI Pdt Willem TP Simarmata,MA saat berdiskusi dengan Senior dan Pengurus DPC GMKI Pematangsiantar-Simalungun, Selasa (16/2/2021)

Untuk itulah, sebagaimana kondisi yang terjadi saat ini, kader GMKI harus mampu beradaptasi dan mengambil peluang. Kreatifitas sangat dibutuhkan dalam mengisi perkembangan teknologi yang senantiasa melaju semakin cepat.

Pada kesempatan itu juga, diskusi membahas terkait semakin maraknya angka kekerasan terhadap anak dan perempuan di kawasan Siantar-Simalungun. Hal ini menjadi bagian perhatian GMKI sebagai pergerakan generasi muda yang harus mampu memberikan solusi dalam situasi ini.

Sementara itu, May Luther D Sinaga menyampaikan bahwa kondisi saat ini setelah Pandemik satu tahun banyak terjadi perubahan dalam tatanan sosial menurut pengamatan pihaknya. Seperti halnya dalam organisasi GMKI yang tidak bisa menjalankan semua program kerja karena adanya pembatasan-pembatasan.

Kemudian dikatakan salah seorang senior Agustina Silalahi pada kondisi saat ini kerja tim dan saling peduli sangat dibutuhkan. Bagaimana menghadapi perubahan yang semakin dinamis, namun setiap orang dipastikan harus memperjuangkan kondisinya masing-masing. "Bekerjasama adalah kata kuncinya disamping kita harus kreatif dan jeli melihat peluang," katanya. (TAp)