Selasa, 03 Juli 2018 23:40:00

DBT Penuhi Panggilan Polda Sumut, Terkait Postingan di Akun Facebook

Medan (Pelita Batak):
DBT akhirnya mendatangi kantor Subdit II/Cybercrime Ditreskrimsus Polda Sumut, Jumat (29/6/2018) siang lalu. Memenuhi panggilan terhadap dirinya sebagai saksi terkait dugaan pencemaran nama baik melalui akun facebook-nya.

Hal itu dibenarkan Kasubdit II/Cybercrime Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Herzoni Saragih, bahwa berinisial DBT datang ke Polda Sumut untuk sebagai saksi terkait status facebook miliknya yang mengatakan 'Djarot Saiful Hidayat bagi - bagikan uang (Money Politic) kepada Kepala Desa dan Masyarakat Desa Simpang Kawat'. 

DBT didampingi Kuasa Hukumnya datang ke Polda Sumut untuk memberikan kesaksian. Sudah dua kali penyidik Panit II Unit IV Subdit II/Cybercrime melayangkan surat panggilan pertama dan kedua, tetapi DBT tak hadir dalam panggilan tersebut. 

Ketika Pasangan Calon (Paslon) Gubsu dan Wagubsu Nomor urut 2 yang diusung dari partai PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat mengunjungi masyarakat Desa Simpang Kawat, Kabupaten Asahan. Djarot langsung mendapat tanggapan miring yang diunggah di media sosial. Foto dokumentasi Djarot diunggah ke Medsos dan menjadi berbincangan miring dari para netizen di medsos. 

Lanjut Herzoni, penyidik Panit II Unit IV Subdit II/Cybercrime Ditreskrimsus langsung melanyangkan surat panggilan pertama dan kedua setelah adanya pengaduan dari pihak dirugikan. Sebelumnya anggota sudah turun ke tempat lokasi, dimana Djarot mendapat tanggapan miring dari status facebook milik DBT. 

"Berdasarkan laporan pelapor Kuasa Hukum Djarot Saiful Hidayat Rion Arion SH, kami akan lidik terus. Meskipun bukti sudah ada, tapi kami masih menunggu hasil keterangan saksi Ahli Hukum dan saksi Ahli Bahasa untuk memenuhi unsur. Setelah memenuhi unsur, kami baru bisa menetapkan DBT sebagai tersangka," terang Kasubdit II/Cybercrime Ditreskrimsus Polda Sumut.

Simon Panggabean SH MHum sebagai pengamat Hukum menjelaskan kepada media, bahwa berdasarkan bukti dan saksi sudah bisa menjerat DBT ke hukum. Karena ia, sudah berani viralkan Djarot telah membagi - bagikan uang, sementara berita itu Hoax. 

"Jadi, mohon kebijakan bapak Kepolisian Daerah Sumatera Utara, supaya DBT langsung diperiksa berdasarkan bukti -  bukti yang ada. Jangan ditunda perkara seperti ini, karena ini sudah pencemaran nama baik pak Djarot," katanya.

Pasti kasus pencemaran nama baik Djarot sudah banyak dibaca oleh sejuta follower melalui Media Sosial milik DBT. Karena banyak pikiran masyarakat dikotori dari melalui Medsos.(Aries)