Selasa, 25 Oktober 2016 21:03:00

Bupati Humbahas Ajukan Nota Pengantar Pertanggungjawaban APBD 2015

Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor mengajukan nota pengantar pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2015 melalui Sidang Paripurna DPRD yang dilaksanakan pada hari Selasa 25 Oktober 2016.
Doloksanggul(Pelita Batak):  Setelah laporan keuangan Pemkab Humbang Hasundutan (Humbahas) selesai diperiksa BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) 1 September 2016, Bupati Humbahas, Dosmar Banjarnahor mengajukan nota pengantar pertanggungjawaban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2015 melalui Sidang Paripurna DPRD yang dilaksanakan pada hari Selasa 25 Oktober 2016.
 
Dalam nota pengantarnya, Dosmar menjelaskan bahwa hubungan perbandingan APBD dengan realisasi anggaran setelah perubahan APBD Tahun 2015 dari sisi pendapatan sebesar Rp810.160.594.865, dengan realisasi sebesar Rp774.264.084.398 atau dengan realisasi sebesar 95,57 persen. Sedangkan realisasi APBD dari sisi belanja dan transfer sebesar Rp879.875.105.866, dengan realisasi belanja Rp719.163.742.087 atau mencapai 81,73 persen.
 
Dari sisi transfer bantuan keuangan desa dan bantuan keuangan lainnya sebesar Rp53.262.313.437, dengan capaian realisasi sebesar 99,76 persen yakni Rp53.134.919.920. Sementara dari sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah itu hanya bersumber dari penggunaan sisa lebih perhitungan anggaran tahun berkenaan sebesar Rp125.726.853.911. 
"Sedangkan pengeluaran pembiayaan tidak ada terealisasi dari jumlah anggaran sebesar Rp2.750.029.473," papar Dosmar di hadapan 25 anggota DPRD Humbahas saat sidang paripurna.
 
Untuk realisasi pos-pos pendapatan, realisasi PAD (pendapatan asli daerah) itu hanya sebesar Rp35.237.805.568. Namun, PAD tersebut mengalami peningkatan 122,77 persen dari PAD Tahun 2014 yakni sebesar Rp28.702.909.791. Rincian pendapatantersebut, meliputi pendapatan pajak daerah sebesar Rp4.787.334.871. Pendapatan retribusi sebesar Rp4.309.655.604. Pendapatan hasil pengelolaan kekayaan daerah sebesar Rp4.123.068.317, dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp22.017.746.776.
 
Sementara realisasi pendapatan transfer selama Tahun 2015, lanjut Dosmar, tercapai sebesar Rp688.152.694.930 atau mencapai 94,21 persen dari anggaran sebesar Rp730.457.694.574 yang bersumber dari transfer pemerintah pusat sebesar Rp593.461.102.765."Transfer pemerintah pusat lainnya atau dana penyesuaian sebesar Rp73.993.500.000, dan transfer pemerintah daerah lainnya dari pendapatan bagi hasil pajak dari provisi sebesar Rp20.698.092.165," imbuhnya.
 
Tentang realisasi pos-pos belanja daerah dan transfer,Dosmar mengatakan, bahwa realisasi belanja mencapai Rp719.163.742.087."Belanja itu terdiri dari belanja operasi, belanja modal dan belanja tak terduga," tandasnya.
 
Terakhir, untuk belanja pegawai realisasi sebesar Rp360.637.953.588, belanja barang  dan jasa Rp135.639.428.311, belanja hibah sebesar Rp24.419.310.153, serta belanja bantuan sosial sebesar Rp674.352.000. Sedangkan transfer bantuan keuangan desa dalam bentuk Alokasi Dana Desa (ADD) realisasi sebesar Rp53.143.919.920. Dan untuk belanja modal realisasi untuk belanja tanah sebesar Rp2.306.877.670, belanja peralatan Rp26.955.263.626, belanja bangunan dan gedung sebesar Rp41.722.140.458, belanja jalan, irigasi dan jaringan senilai Rp124.342.757.438.
 
"Untuk belanja aset tetap lainnya, realisasi senilai Rp898.157.781, dan belanja tidak terduga senilai Rp1.517.501.062. Masih banyak yang perlu kita sempurnakan dalam pelaksanaan program kegiatan ke depan. Harapan kami, semua pihak dapat mendukung dan memanfaatkan seluruh potensi agar daerah ini lebih maju lagi," harap Dosmar.(FH)