Senin, 10 Juni 2019 20:50:00

Bocah Perempuan Hanyut Di Sungai Batangtoru Belum Ditemukan

Tim pencari terus berupaya melakukan pencarian

Tapsel ( Pelita Batak) :

Pencarian Nur Juita, anak perempuan berusia sepuluh tahun hanyut di Sungai Batangtoru, Kabupaten Tapanulk Selatan pada Sabtu 8/6/2019 lalu, hingga Minggu 9/6/2019 belum membuahkan hasil.

Menurut Kepala Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, H Sulhan Sihombing menyebut, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Slamet Riadi dan Ratna Dewi tersebut, bermain sambil mandi di pinggir sungai di sekitar Desa Bandar Tarutung, bersama teman-teman seusianya.

Saat itu, suasana begitu ramai, Sebab, lokasi yang biasa disebut 'pantai pasir' itu merupakan tempat rekreasi khusus Lebaran bagi masyarakat setempat.

Menjelang sore salah seorang anak diduga terseret arus air dan Warga berupaya melakukan pencarian, hingga menjelang malam, namun belum ditemukan.

Dijelaskan, korban dan orangtuanya merupakan warga Kabupaten Batubara, dan baru tiba di Bandar Tarutung sehari sebelum kejadian, untuk berlebaran di rumah neneknya. "Mereka baru tiba di sini pada Lebaran kedua," ujar Sulhan.

Pencarian terhadap bocah perempuan itu dilanjutkan sejak pagi pada Minggu (9/6) warga Bandar Tarutung dan sekitarnya sudah menyisir aliran Sungai Batangtoru untuk memastikan keberadaan korban, namun masih belum menuai hasil.

"Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel dan Tim Basarnas juga akan ikut melakukan pencarian. Mudah-mudahan korban dapat ditemukan. Kasihan keluarganya," sebut Kades.

Hal senada juga diungkapkan Kepala Pelaksana BPBD Tapsel Ilham Suhardi didampingi Kabid Logistik Hotmatua Rambe.

Menurutnya, kondisi air saat kejadian biasa-biasa saja. Tidak ada hujan atau air sungai meluap. Hanya saja, kemungkinan korban tak kuat melawan arus air sehingga terseret. "Kita akan berupaya mencari dengan segala kemampuan yang dimiliki," ungkapnya.

Sementara itu Slame Riadi, orangtua Nur Juita, pada Metro Tabagsel menyebutkan, pihak keluarga sangat berharap anaknya bisa segera ditemukan.

Pria yang mengaku warga Desa Tanjung Prapat, Kabupaten Batubara ini menyebut, kehadiran mereka ke Bandar Tarutung adalah untuk berlebaran, menjalin silaturahmi dengan mertua dan sanak saudara lainnya. Namun, naas anak keduanya justru hanyut terbawa arus saat bermain air di Sungai Batangtoru, yang merupakan lokasi rekreasi lokal.

"Mudah-mudahan ditemukan," ujarnya lirih. (Saut Togi Ritonga)