Senin, 10 Februari 2020 15:11:00

Aksi 'Save Babi' Jadi Warning Bagi Pemerintah Supaya Tidak Asbun

Massa aksi #SaveBabi di Medan 10 Februari 2020
Medan (Pelita Batak):
Diperkirakan puluhan ribu massa yang tergabung gerakan #SaveBabi dari berbagai kabupaten dan Kota di Sumatera Utara berkumpul dan melakukan aksi di Kota Medan. Aksi dipusatkan di DPRD Provinsi Sumut Jl Imam Bonjol, menegaskan bahwa masyarakat menolak rencana pemerintah provinsi untuk melakukan pemusnahan ternak Babi.

Sebagaimana diberitakan medan.tribunnews.com pada 7 Januari 2020, "Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi berencana memusnahkan seluruh ternak babi untuk memutus rantai penyebaran virus. Namun hal ini urung dilakukan karena pemerintah masih memikirkan biaya ganti rugi kepada peternak atau pemusnahan, jika nantinya seluruh babi harus dimusnahkan".

Buntut rencana gubernur ini, yang dinilai sangat sensitif terhadap kehidupan sosial masyarakat Sumut mendapat penolakan berujung pada aksi turun ke jalan. Sejak memimpin, Gubernur Edy Rahmayadi dikenal dengan berbagai ungkapan yang kontroversial khususnya mengundang amarah warga salah satu kelompok masyarakat.

Dengan membawa poster dan umbul-umbul, massa mengenakan kain ulos Batak. Orasi dilakukan di depan kantor DPRD Sumut oleh orator Boasa Simanjuntak.

"Save babi, save babi! Kami makan dari babi! Anak kami kuliah dari Babi," ujarnya.

Rencananya, massa juga akan menggelar aksi ke kantor Gubernur Sumut. Namun setelah melakukan aksi di DPRD Sumut, massa membubarkan diri dengan tertib. (TAp)