Selasa, 23 Agustus 2016 15:16:00

Presiden Tanam Bunga di Pinggir Danau Toba

Presiden Jokowi didampingi Menteri KHL Siti Nurbaya, Menpar Arief Yahya, Gubsu HT Erry Nuradi dan Bupati Humbahas berbicara kepada media saat berkunjung di Desa Parulohan, Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbahas, Senin (22/8/2016), yang direncana

Pelita Batak:
Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Iriana Joko Widodo dihari ke-4 di Sumatera Utara, menyaksikan pesona Danau Toba dari ketinggian di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Senin (22/8/2016).

Presiden Jokowi dan rombongan menyaksikan pesona Danau Toba di Desa Parulohan Kecamatan Lintong Nihuta, Kabupaten Humbahas. "Kita baru melihat alternatif lokasi yang akan kita pakai untuk pengembangan kawasan Danau Toba, ini salah satu yang Sabtu malam kita rapatkan di Parapat," kata Presiden.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi antara lain Menteri LHK Siti Nurbaya, Menpar Arief Yahya,  Gubsu HT Erry Nuradi dan Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor.

Presiden mengatakan setelah kembali ke Jakarta akan segera diputuskan bagaimana pengembangan kawasan wisata di kawasan Danau Toba itu. "Tadi Bupati menyampaikan di sini ada lahan 400 hektare yang bisa dikembangkan lebih besar apakah untuk taman bunga atau lainnya, tentu diberi tambahan lain seperti resort, hotel dan lainnya yang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," katanya.

Menurut Presiden, yang akan ditawarkan kepada wisatawan adalah pemandangan alam kawasan Danau Toba dan Pulau Samosir dan pulau yang tampak dari kawasan itu. "Kalau kita lihat ke sana, terlihat sekali danau, ada air terjun di Pulau Samosir dan ada situs sejarah Sisingamangaraja, menurut saya sudah komplit," katanya.

Presiden mengatakan yang menarik adalah keindahan alamnya karena terlihat air Danau Toba. "Di seberang ada air terjun, kiri ada situs Sisingamangaraja, ada pulau kecil, cantik sekali, tapi yang mengonsep yang expert," katanya.

Selain di Humbasa, Presiden mengatakan ada alternatif lain pengembangan kawasan wisata Danau Toba yaitu di Kabupaten Simalungun. "Tapi belum diputuskan, bisa saja dua-duanya dikembangkan," katanya.

Presiden mengatakan setelah konsep besarnya diputuskan, pemerintah akan secepatnya mengerjakan pengembangan kawasan tersebut. "Ini cepet-cepetan, kita melihat bagaimana investasinya, berapa besar perlu anggaran, dari mana saja, apakah perlu APBN," kata Jokowi.(TAp)