Selasa, 16 Agustus 2016 08:50:00

AMCI Desak Hukum Ditegakkan Bagi Penganiaya Jurnalis di Medan

Batak Today : Aksi kekerasan terhadap jurnalis kembali terjadi di Medan. Kali ini, korbannya adalah Array (wartawan di salah satu media harian di Medan) dan Andry Safrin (kontributor di salah satu televisi nasional). Kedua jurnalis itu mendapatkan penganiayaan oleh prajurit TNI AU saat melakukan peliputan aksi unjukrasa masyarakat Sari Rejo Kecamatan Medan Polonia, Senin (15/8/2016).

Akibat peristiwa itu, Aliansi Media Cyber Indonesia (AMCI), mengutuk keras tindakan yang dilakukan prajurit TNI AU tersebut. AMCI mendesak panglima TNI untuk menghukum dan memecat prajurit TNI AU yang melakukan kekerasan terhadap jurnalis tersebut.

"Kita mendesak agar prajurit TNI yang melakukan kekerasan terhadap rekan se-profesi kita dapat diproses secara hukum dan dipecat dari kesatuannya. Apalagi, salah satu korbannya adalah anggota AMCI. Kita sangat menyesalkan peristiwa kekerasan itu," kata Ketua Umum Aliansi Media Cyber Indonesia (AMCI), Devi Marlin melalui juru bicaranya Suhardiman Chaniago SSos.

Dikatakannya, tindakan penganiayaan yang dilakukan prajurit TNI AU itu, melanggar pasal 4 ayat 1 dan ayat 3 junto pasal 18 ayat 1 UU Pers No 40 tahun 1999, dan dapat dikenakan ancaman hukuman 2 tahun penjara serta denda Rp500 juta.

"Dalam melakukan tugasnya, jurnalis dilindungi oleh UU Pers No 40/1999. AMCI dengan tegas menolak segala bentuk kekerasan terhadap jurnalis," ujarnya.

AMCI bersama rekan jurnalis di Medan rencananya Selasa (16/8/2016), akan melakukan aksi solidaritas, guna mendukung kedua jurnalis yang sedang mendapat perawatan di rumah sakit akibat dianiaya prajurit TNI AU.

"Kita berharap, dua rekan jurnalis tidak menempuh jalur perdamaian. Ini dilakukan agar oknum-oknum aparat tidak semena- mena melakukan tindakan kekerasan terhadap jurnalis," jelasnya.

Menurutnya, AMCI telah melakukan pengecekan terhadap kondisi salah seorang jurnalis yang dianiaya tersebut. "Sekretaris Umum AMCI Monanggabe telah menjenguk dan mendampingi saudara Safrin. Kini, beliau berada di RSUD dr Pirngadi untuk mendapatkan perawatan sekaligus dilakukan visum sebelum membuat pengaduan hukum," katanya.

(TAp)