• Home
  • Pendidikan
  • Strategi Pemanfaatan Pengadaan Pupuk Cair dan Insektisida Non Kimia
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 27 Maret 2020 13:47:00

Strategi Pemanfaatan Pengadaan Pupuk Cair dan Insektisida Non Kimia

BAGIKAN:
ist|PelitaBatak
Bersama perangkat desa dan masyarakat desa yang berprofesi sebagai petani di kantor kepala desa Laeparira Sidikalang.
Medan (Pelita Batak):
Pertanian merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Pada saat ini banyak kemajuan terbaru untuk memaksimalkan hasil produk pertanian salah satunya adalah penggunaan pupuk yang berbahan dasar kimia atau sering disebut anorganik. Namun penggunaan pupuk anorganik memilki dampak yang buruk terhadap kesehatan manusia, kesehatan hasil prosuksi, pengurangan kadah PH tanah dan efek lainnya yang bisa timbul dalam jangka waktu yang panjang.

Menjawab tantangan dunia pertanian tersebut, demi menghasilkan produk pertanian organic sekaligus mendorong peningkatan produktivitas, Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Quality Berastagi,  melakukan sosialisasi ‘Strategi Pemanfaatan, Pengadaan Pupuk Cair dan Insektisida Non Kimia’ di Desa Lumbantoruan, Kecamatan Laeparira, Kabupaten Dairi. Daerah ii merupakan entra produksi bahan pangan jagung dan beras. Dalam proses budidaya, petani menggunakan pupuk anorganik dan insektisida berbahan kimia.

"Kita berikan solusi, bagaimana para petani mampu memanfaatkan strategi penggunaan pupuk cair dan insektisida non kimia dalam mengefisiensikan biaya produksi dan kesehatan hasil produksi pertanian sehingga meningkatkan pendapatan mereka," kata Yunita Eriyanti Pakpahan, S.E.,M.Si bersama tim yaitu Parinton Banjarnahor,S.E.,M.Si, Esra Tarigan,S.T.,M.M, Frans Antoni Sihite,S.Pd.,M.M, dan Masria Lumban Gaol,S.E.,M.Si.

Pihaknya mengatakan, sesuai tujuan kegiatan ini yaitu, memotivasi para petani membuat pupuk cair dan insektisida non kimia. Membantu meningkatkan kadar PH tanah dan hasil produksi padi dan jagung  sehingga mampu bersaing di pasar nasional dan internasional. Serta mampu mengefisiensikan biaya produksi dan kesehatan hasil produksi pertanain.

Disampaikannya, adapun manfaat kegiatan ini:

1. Menjaga kesuburan tanah
Berbagai hasil penelitian mengindikasikan bahwa sebagian besar lahan pertanian yang digunakan secara terus menerus akan menurun produktivitasnya dan akan mengalami degradasi lahan. Sebagaimana kita tahu, bahwa kandungan unsure hara dalam tanah memiliki keteratasan sehingga perlu terus diperbaharui engan memberikan stimulant yang dapat merangsang terbentuknya unsur hara baru. 

Salah satu stimulant yang paling efektif untuk mengembalikan kesuburan dan kandungan hara tanah, adalah dengan pemberian pupuk organik.  Penggunaan pupuk kimia memang akan bisa menyediakan unsur hara secara cepat, namun karena sifat kimiawinya, penggunaan pupuk kimia dalam jangka panjang akan berdampak pada matinya mikro organisme dalam tanah yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesuburan tanah.

Jadi langkah bijak yang harus dilakukan untuk menjaga kesuburan tanah adalah dengan mengunnakan pupuk organik, karena pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan. Berbeda dengan pupuk kimia, penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang justru dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan.

2. Peningkatan Produktivitas Hasil Pertanian
Tujuan utama usaha pertanian adalah memang untuk meningkatkan produktivitas, namun juga harus tetap menjaga kelestarian alam dan lingkungan, karena lahan pertanian dan sumber daya alam lainnya, bukanlah warisan dari nenek moyang kita, tapi titipan dari anak cucu kita. Menjadi tugas para penyuluh pertanian dan aparat pertanian lainnya untuk terus memberikan motivasi dan membangitkan kesadaran petani untuk selalu menggunakan bahan-bahan organic dalam melaksanakan usaha tani mereka. Sudah terbukti, bahwa penggunaan bahan organik dalam usaha pertanian mampu meningkatkan produktivitas hasil pertanian dan yang lebih penting lagi ramah bagi lingkungan serta produk yang dihasilkan dijamin aman untuk dikonsumsi.

3. Peningkatan penjualan dan promosi
Penggunaan pupuk bahan organic merupakan salah satu strategi manajemen yang baik didalam ajang promosi. Dikatakan baik karena hasil produksi petani memiliki kualitas yang unggul dan aman dikonsumsi tanpa membahayakan konsumen akhir. Akhir-akhir ini sulitnya ditemukan petani yang menggunakan pupuk non kimia dibanding kimia karena pupuk kimia sangat mudah diperoleh. Produksi pupuk kimia membuat petani semakin bergantung terhadap pupuk tersebut tanpa memikirkan dampak dan bahaya bagi produk hasil pertanian. 

Di era milenial sekarang, masih banyak masyarakat yang masih menerapkan pola hidup sehat dimana segala sesuatu yang dikonsumsi dalam tubuhnya adalah produk-produk organic. Oleh sebab itu, penggunaan pupuk organic dapat meningkatkan penjualan dan pendapatan bagi para petani dengan mengandalkan promosi dan kualitas dari hasil tani tersebut.

Pada kesempatan itu, juga dilakukan edukasi pembuatan pupuk cair organic dan insektisida organik;

Pembuatan Pupuk Cair :

1.Pupuk Nitrogen 
 Bahan :
1. Daun Salam 1 kg
2. Daun Paet-paet 1kg
3. Air Kelapa 1 liter
4. Bintil akar Kacang tanah 1kg
5. EM-4 100ml
6. Gula Pasir 10sdm

Cara Pembuatan :
Daun salam, daun paetpaet dan bintil akar kacang tanah ditumbuk halus, lalu masukkan kedalam toples yang sudah berisi air kelapa dan M-4 setelah itu siramkan gula pasir, lalu aduk sampai merata. Setelah selesai tutup toples dengan rapat, biarkan selama 21 hari. Setelah 21 hari saring supaya bersih. Lalu siap disemprotkan ke tanaman dengan dosis 10-20 sdm per-tangki.

2.Pupuk Fosfor 
Bahan :
1. Batang Pisang 5 kg
2. Nira / Tuak Manis 1 kg

Cara Pembuatan :
Batang pisang diiris tipis (bukan dicincang) lalu siramkan nira, setelah itu tutup toples dengan rapat, biarkan selama 14 hari. Selah 14 hari saring supaya bersih lalu siap disemprotkan. Dosis hasil perasan digunakan untuk 25 tangki.

3.Pupuk Kalium 
Bahan :
1. Sabut Kelapa 5-7 kg
2. Air

Cara Pembuatan :
Sabut kelapa dicacah, lalu masukkan kedalam drum, isi air sampai penuh setelah itu tutup rapat drum dengan plastic, biarkan 14 hari. Setelah 14 hari saring supaya bersih lalu siap disemprotkan ketanaman ditambahkan Fosfor ½ gelas.

Pembuatan Insektisida  :

1.Pembasmi Ulat : 
Bahan :
1. Kapur sirih 1 colek
2. Daun Ingul / Nimba 5kg
3. Air 1 liter
4. Pinang muda 10 biji
5. Daun sirih 2 (dua) ikat
6. Getah gambir 1 (satu) lepek

Cara Pembuatan :
Sirih, pinang, daun ingul dan gambir ditumbuk halus, masukkan kapur sirih yang sudah ditambahkan 1 (satu) liter air lalu tutup rapat bairkan 7 (tujuh) hari. Setelah 7 (tujuh) hari saring lalu siap digunakan dengan dosis 2 (dua) sdm per-tangki.

2.Pembasmi Tungau Hijau dan Tungau Hitam
Bahan :
1. Belacan / Terasi 1 lepek
2. Bawang putih 1 biji
3. Air 40 liter

Cara Pembuatan :
Bawang putih dan belacan digiling halus, lalu larutkan dalam 40 liter air. Setelah itu siap digunakan / disemprotkan pada tanaman

3.Pembasmi Ulat Penggerek Batang Padi / Jagung
Bahan :
1. Daun Ingul / Nimba 8 kg
2. Lengkuas 6kg
3. Sereh / Sangge-sangge 6kg
4. Detergen / Sabun 20 gr
5. Air Bersih 20 liter
Cara Pembuatan
Daun ingul / Nimba, lengkuas, sereh ditumbuk halus, masukkan dalam ember 20 liter air, sabun detergen 20gr dimasukkan  aduk merata, lalu tutup rapat dengan rapi biarkan 24 jam setelah 24 jam saring supaya bersih, lalu semprotkan ketanaman dengan dosis 1 (satu) gelas pertangki.(TAp)

  BeritaTerkait
  • Bupati Taput Kunker Selama 2 Hari ke Kecamatan Garoga.

    3 tahun lalu

    Garoga (Pelita Batak) :Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si Kunjungan Kerja selama 2 hari (23-24 Juni) ke Kecamatan Garoga didampingi beberapa Anggota DPRD Taput Sahat Sibarani, Poltak Pakp

  • Dana Desa Tahap I Cair, Kegiatan Pembangunan Desa di Kabupaten Pakpak Bharat Dimulai

    3 tahun lalu

    Pakpak Bharat(Pelita Batak): Penyaluran Dana Desa (DD) Tahap I di Kabupaten Pakpak Bharat mulai direalisasikan, sampai dengan minggu ke 3 Mei 2017 sudah 30 desa dari total 52 desa di Kabupaten Pakpak

  • Mengais Rezeki Ditumpukan Sampah Batu Bola Kota Padangsidimpuan

    10 bulan lalu

    BERBICARA tentang Lingkungan Hidup maka adakalanya teringat akan sampah dan acap kali yang terbayang adalah bau menyengat, kotor serta tidak sehat.Namun dibalik itu semua ada tangan tangan lincah meng

  • Pendidikan yang Berbudaya Lokal

    4 tahun lalu

    Mengingat masa lalu untuk memetik sejumlah pelajaran kemudian menjadikannya bekal dalam upaya meningkatkan kualitas hidup merupakan tindakan bijak dari seseorang yang  menginginkan masa depan.

  • Bisnis Asia Pasifik Siap Menjadi Pemimpin Digital, Menurut Studi Terbaru Forbes Insights

    4 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Berdasarkan laporan baru berjudul "How to Win at Digital Transformation: Insights from a Global Survey of Top Executives" dari Forbes Insights bersama dengan Hitach

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb