• Home
  • Pendidikan
  • MERAJUT ASA RAJA CPO (crude palm oil) BERTRANSFORMASI MENJADI RAJA ENERGI
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 19 September 2019 15:56:00

MERAJUT ASA RAJA CPO (crude palm oil) BERTRANSFORMASI MENJADI RAJA ENERGI

Oleh : Boi Taripar Rumaijuk
BAGIKAN:
antoncabon
ilustrasi
INDONESIA dikenal dengan sebutan negara agraris, kurang lebih empat puluh persen dari penduduknya memperoleh penghidupan dari hasil pertanian. Sejak awal kemerdekaan, sektor pertanian dalam negeri mengalami pasang surut. Dalam proses perkembangan ekonomi domestik, sektor pertanian seringkali diarahkan untuk mampu mendukung sektor industri yang diupayakan agar menjadi sektor andalan. Salah satu peran andalan sektor pertanian terhadap sektor industri misalnya dalam hal penyediaan bahan baku. Karena adanya hubungan antarsektor pertanian dan industri, pengembangan industri hasil-hasil pertanian (agroindustri) diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian dan memperluas penciptaan lapangan kerja. Selain itu, agroindustri akan menjadikan produk-produk pertanian menjadi lebih beragam kegunaannya.

Dewasa ini semua pihak baik pemerintah, BUMN, swasta, dan masyarakat tentunya harus dapat mengambil bagian bersama agar produk pertanian tidak hanya dijual/diekspor secara langsung melainkan dapat diolah terlebih dahulu sehingga memberikan nilai tambah. Adapun defenisi nilai tambah (value added) merupakan ketika suatu komoditas yang bertambah nilainya yang disebabkan oleh proses pengolahan, pengangkutan ataupun penyimpanan yang terjadi dalam suatu produksi.

Indonesia menjadi Negara penghasil CPO (crude palm oil) terbesar saat ini dengan angka ekspor tahun 2018 sebesar 34,7 ton, sehingga dapat diberi gelar sebagai raja CPO. Tahun ini diperkirakan akan meningkat melihat angka ekspor hingga juli 2019 mencapai 19,76 ton, lebih tinggi jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yakni sebesar 18,51 ton. Tentunya ini merupakan angka yang cukup besar, sangat sayang jika tidak dikelola dengan baik. Pengelolaan yang diharapkan adalah penambahan nilai pada produk hilir sawit tersebut.

Walaupun memiliki industri bahan baku yang melimpah, namun perkembangan industri ini masih kalah dibandingkan dengan Malaysia yang kapasitas produksinya mencapai dua kali lipat dari Indonesia. Sebagai gambaran, Indonesia menguasai sekitar 12 persen permintaan oleochemical dunia yang mencapai enam juta metrik ton per tahun, sementara Malaysia mencapai 18,6 persen. Industri hilir Malaysia mampu mengolah CPO menjadi lebih dari 120 jenis produk bernilai tambah tinggi, sedangkan Indonesia baru belasan produk. Industri oleokimia merupakan industri yang strategis karena selain keunggulan komparatif yakni ketersediaan bahan baku yang melimpah juga memberikan nilai tambah produksi yang cukup tinggi yakni di atas 40 persen dari nilai bahan bakunya.

Melihat pada kondisi saat ini, serapan CPO oleh industri domestik masih rendah karena industri hilir kelapa sawit yang tidak berkembang. Sehingga  perlunya peningkatan pemunculan industri-industri hilir sawit yang akan mendorong kenaikan permitaan CPO dalam negeri. Disisi lain, nilai tambah tertinggi diperoleh dari produksi CPO, bukan dari produk turunannya. Pengusaha masih lebih tertarik pada industri primer (CPO) yang cenderung padat tenaga kerja, bukan padat modal karena untuk memproduksi produk turunan diperlukan dana investasi yang tinggi. Padahal jika dikaji pada saat ini, sangat tersedianya pangsa pasar dunia atas minyak sawit dengan pengembangan industri hilir dan sumber energi alternalif (biodiesel).

Pada waktu belakangan ini dalam melakukan aktifitas sehari-hari selalu membutuhkan yang namanya energy, bahkan dapat dikatakan sudah menjadi kebutuhan dasar dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, kehidupan manusia selalu tergantung pada keberadaan energi. Tentunya hal ini perlu menjadi perhatian khusus, melihat saat ini sumber energi sebagian besar berasal dari bahan bakar minyak. Padahal akan ditekan oleh ketersediaan yang semakin terbatas, hingga emisi rumah kaca yang semakin menigkat. Maka kelapa sawit menjadi solusi yang sangat tepat untuk menjadi pahlawan energi masa depan Indonesia.

Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa (PLTBm) dan Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg), yang berbahan dasar kelapa sawit menjadi jawaban atas ketersediaan energi Indonesia kedepannya, dengan adanya peningkatan agroindustri kelapa sawit menjadi energy dapat mendukung percepatan pencapaian SDG's di Indonesia. Sudah saatnya raja CPO beralih menjadi raja energi melalui produk hilir kelapa sawit menjadi energi terbarukan demi kemajuan Indonesia dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.(*)

(Penulis adalah mahasiswa Program Study Agribisnis Fakultas Pertanian USU)


  BeritaTerkait
  • Menelusuri Liku-liku Jalan di Bonapasogit dan Merajut Semangat Leluhur

    3 tahun lalu

    Pulang ke kampung saya, Sigolang di lereng pebukitan Bukit Barisan di deretan Tapanuli Selatan sangat berkesan. Keberangkatan kali ini, diawali dihari Kamis, tanggal 27 April 2017 dengan bangun san

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Terakhir)

    2 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk3. Refleksi: OrdinasiSeperti apa sosok atau figur  'pendeta' yang  disebut-sebut sebagai 'representasi figur Kristus'?, mari kita coba m

  • Peran Politik Warga dan Pelayan HKBP Tinjauan Perspektif Alkitabiah (3-Selesai)

    9 bulan lalu

    Oleh Pdt Dr. Robinson Butarbutar, Ketua Rapat Pendeta HKBP4. Masa Kerajaan (Saul hingga Yoyakhin).a. Seruan pertobatan para nabi sebelum pembuangan dan membisunya umatPara nabi dipanggil oleh Tuhan un

  • Pilkada 2020, Sosok Kaum Millenial Warnai Balon Bupati Labuhanbatu

    2 bulan lalu

    Labuhanbatu (Pelita Batak):Ridwan Dalimunthe mendaftar ke Partai Nasdem dan Partai Perindo menjadi Balon (bakal calon) Bupati Labuhanbatu pilkada serentak 2020 mendatang. Selasa (15/10/2019). Pria yan

  • LSM PNS Soroti Korupsi Pengadaan Daya Listrik di 13 Kantor Pangulu di Simalungun

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Lembaga Swadaya Masyarakat Pelaksana Nawacita Sumut melaporkan dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Simalungun tahun anggaran 2014 ke Kepolisia

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb