• Home
  • Pendidikan
  • Calon Ketua Umum PGI Albertus Patty: Pelajaran Multikulturalisme Harus Masuk Kurikulum Sekolah
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 16 Oktober 2019 08:43:00

Calon Ketua Umum PGI Albertus Patty: Pelajaran Multikulturalisme Harus Masuk Kurikulum Sekolah

BAGIKAN:
Adol Frian Rumaijuk
Pendeta Albertus Patty (empat dari kanan) ketika berkunjung ke STT HKBP Pematangsiantar, pekan lalu
Jakarta(Pelita Batak): Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Albertus Patty mengusulkan pelajaran tentang multikulturalisme masuk dalam kurikulum pendidikan Indonesia sebagai salah satu cara menjaga persatuan Indonesia. 

 "Sejak dari PAUD sampai di universitas sudah saatnya pelajaran multikulturalisme dan pluralisme dimasukkan ke dalam bagian dari pendidikan. Karena negara seperti di Amerika dan Kanada misalnya, sudah ada seperti itu sehingga mereka lebih bisa menghargai keberagaman," ujar Calon Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) ini ketika dihubungi di Jakarta pada Selasa, 16 Oktober 2019, sebagaimana dikutip dari Antara. 

Menurut dia, pelajaran untuk melihat Indonesia sebagai identitas bersama mestinya diajarkan kepada semua orang. Oleh karena itu, dia mengharapkan jika ada orang yang terpapar radikalisme, terutama yang bekerja dalam bidang pendidikan, segera ditangani agar Pancasila tetap terjaga. Dia mengharapkan Presiden Joko Widodo dalam periode kedua pemerintahannya akan terus bersikap tegas dengan kelompok-kelompok yang ingin mengubah konstitusi dan sistem demokrasi Indonesia.

 "Karena, jika itu tidak ditangani secara serius, bisa terjadi konflik sipil yang dapat memecah belah bangsa yang bersatu," kata dia. Catatan sejarah pecahnya suatu negara, seperti Uni Soviet dan Yugoslavia, kata dia, juga diharapkan menjadi pembelajaran bagi bangsa Indonesia untuk menjaga persatuannya di tengah keberagaman yang ada. 

 Albertus juga menyoroti konflik sosial yang terjadi di seluruh dunia yang akibat suku, agama, ras, dan antargolongan, tidak hanya terjadi di Indonesia. "Tapi syukurlah Indonesia sampai saat ini mampu mengatasi ancaman perpecahan. Orang masih sadar bahwa kita ini adalah negara Pancasila, Indonesia yang beragam dibangun oleh semua umat beragam dan etnis. Tapi kalau kita tidak mewaspadainya dari sekarang, kita bisa terus-menerus mengalami konflik," katanya.(antara)
  BeritaTerkait
  • Pimpinan PGI Bertemu dengan Presiden RI Bahas Intoleransi dan Berbagai Isu

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Presiden Jokowi didampingi Mensesneg, Pratikno, menerima pimpinan PGI yang terdiri dari Ketua Umum (Pdt Henriette Lebang), Sekretaris Umum (Pdt Gomar Gultom), dan Ketua (Pdt

  • Pdt Dr Hulman Sinaga Terpilih Menjadi Ketua STT HKBP

    4 minggu lalu

    Siantar(Pelita Batak): Pemilihan Ketua Sekolah Tinggi Teologi (STT) HKBP Pematangsiantar berlangsung demokratis, di Jl Sangnaualuh Siantar, Jumat (18/10). Dari dua kandidat, Pdt Dr Hulman Sinaga unggu

  • Nikson Silalahi, Membangun Kabupaten Dairi Lewat Pendidikan

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak): Sebagai anak dari seorang petani, Nikson Silalahi yang lahir dan besar di Parongil/Dairi merupakan anak kampung tulen. Dia penggemar olahraga bola kaki dan bulu tangkis yang k

  • Mungkinkah Menistakan Agama?

    3 tahun lalu

    Demonstrasi dalam rangka membela Tuhan makin banyak. Hal ini membuat saya bertanya, "Mungkinkah membela agama?". Pertanyaan selanjutnya, "Sebegitu lemahkah Tuhan dan Agama sehingga memerlukan pembelaan dari umatnya?"

  • Kampanye Tatap Muka TOMAN Di Desa Lubu Siregar II: Menginginkan Kembali Seperti Pemerintahan TOLUTO

    2 tahun lalu

    Siborongborong (Pelita Batak): Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Christmanto Lumbantobing-Hotman P Hutasoit (TOMAN) melakukan kampanye tatap muka di Zona 2 dengan masyarakat desa Lobu Sirega

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2019 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb