• Home
  • Pariwisata
  • Kunjungan Raja Salman Memberi Pesan Penting Bahwa Berwisata Tak Terkait dengan Gagasan Zonasi Halal di Danau Toba
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 07 Maret 2017 08:46:00

Anggota Komisi C DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan, ST

Kunjungan Raja Salman Memberi Pesan Penting Bahwa Berwisata Tak Terkait dengan Gagasan Zonasi Halal di Danau Toba

BAGIKAN:
Ist
Raja Salman
Medan(Pelita Batak): Anggota Komisi C DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan, ST mengatakan pilihan Raja Salman terhadap Bali sebagai tempat berlibur memberi pesan penting. Tempat berlibur ternyata tidak memiliki hubungan dengan gagasan membuat zonasi halal di kawasan Danau Toba seperti gagasan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan secara latah didukung oleh Universitas Sumatera Utara.
 
"Raja Salman yang merupakan Pemimpin negara agama ternyata menyadari dan menghormati perbedaan. Oleh karena itu, beliau dan keluarga kerajaan yang menyertainya tidak menuntut perlakuan khusus. Pilihan berlibur ke Bali memberi pesan bahwa tujuan utama berlibur adalah menikmati keindahan alam, budaya, bahkan perbedaan dalam banyak hal," ujarnya, Selasa 7 Maret 2017.
 
Untuk itu Sutrisno Pangaribuan, meminta pemerintah serius menyusun rencana besar kepariwisataan secara holistik dengan melibatkan semua pihak. Pembangunan infrastruktur penting, namun persiapan sosial pun harus beriringan.
 
"Pemerintah di semua tingkatan diminta tidak berpikir diskriminatif. Kenyataan sebagai bangsa yang memiliki berbagai keragaman harus dilihat sebagai kekayaan. Pemikiran tentang zonasi halal hendaknya dihindari dari penyusunan rencana besar kepariwisataan. Pemikiran tentang zonasi halal justru akan menghambat pembangunan yang utuh dan menyeluruh terkait kepariwisataan," imbunya.
 
Lebih lanjut, Wakil Bendahara Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Sumatera Utara menyebutkan pembangunan kepariwisataan harus diarahkan pada pembangunan manusia yang selaras dengan alam semesta. Maka manusia dan alam semesta harus tetap menjadi muara dari pembangunan. Sehingga baik manusia dan alam semesta tidak boleh saling terasing antara satu dengan yang lainnya.
 
"Khusus menyangkut pembangunan pariwisata di Danau Toba, semua pihak terutama pemerintah diharapkan tidak menghidupkan lagi pemikiran diskriminatif tentang zonasi halal. Ide menyangkut zonasi halal dipastikan akan menghambat pembangunan pariwisata di danau toba karena justru menghadirkan masalah baru," katanya.
 
Pemerintah dimintanya,  untuk segera menertibkan para pihak yang terbukti menghadirkan dampak negatif terhadap kebersihan, kesehatan dan keindahan Danau Toba. "Pemerintah jangan berpolemik dengan saling tuding dan saling bantah menyangkut lintah, ulat, atau apapun yang dianggap hadir mengganggu harmoni di danau toba. Lintah dan ulat tidak akan hilang hanya dengan mengajak jajaran pemerintah berenang ramai- ramai," jelasnya. 
 
Menurut Sutrisno, kehadiran Raja Salman di Bali menjadi energi positif bagi penataan dan pembangunan kawasan pariwisata di berbagai wilayah Indonesia. "Jika hari ini Raja Salman berlibur di Bali, maka bukan hal yang mustahil putri Raja Salman, Putri Hassa yang cantik suatu saat akan mandi di Danau Toba, tetapi jangan ada lintahnya ya," tukasnya.(R2)
  BeritaTerkait
  • FPTDT Menyerahkan Bantuan Ringbouy Kepada Pemilik Kapal Kayu di Danau Toba

    2 tahun lalu

    Parapat (Pelita Batak):  FPTDT (Forum Peduli Tragedi Danau Toba) menyerahkan bantuan ringbouy (pelampung keselamatan) kepada pemilik Kapal Kayu di Pelabuhan Parapat pada Sabtu 15 September 2018.P

  • Anggota DPRD Sumut Sutrisno Pangaribuan Kecam Ide Zonasi Halal di Danau Toba

    4 tahun lalu

    Medan(Pelita Batak): Proses panjang penataan kawasan Danau Toba akhirnya disahuti Presiden dengan pembentukan Badan Otorita Danau Toba. Pilihan tersebut sebagai jalan pengambilalihan yang terpaksa

  • Ulos Warisan Budaya Bangso Batak Jadi Media Diplomasi Kebudayaan

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) memandang perlu dan penting untuk mengangkat kembali ulos menjadi warisan leluhur bangsa Batak untuk dilestarikan. Karena itu, di Sekretariat YPDT di Cawang, Jakarta Timur, YPDT mengadakan disku

  • Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) Gelar Diskusi Kamisan: Dulu, Ada Doa Khusus untuk Tenun Ulos Batak

    4 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Ulos adalah salah satu kekayaan warisan leluhur bangsa Batak. Kondisi warisan leluhur tersebut makin tergerus oleh minimnya minat kita mencintai ulos. Generasi muda makin tid

  • Ribuan Objek Wisata di Danau Toba, Perlu Diinventarisasi dan Disosialisasikan

    3 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak):  "Setidaknya ada seribu tempat wisata yang bisa kita temukan di Kawasan Danau Toba," demikian pernyataan Mardi F.N. Sinaga (Mantan Ketua Umum Gerakan Cinta Dan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb