KSP Makmur Mandiri
Rabu, 11 Mei 2016 17:08:00

Investor Asal Australia Lirik Danau Toba

BAGIKAN:
Istimewa
Panorama Danau Toba

Jakarta (Pelita Batak)
Gencarnya promosi dan rencana pembangunan yang dilakukan pemerintah pusat terhadap pengembangan kawasan Danau Toba menarik perhatian para investor. Informasi dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengidentifikasi minat investasi dari Australia di bidang pariwisata. ‎BKPM menyatakan, investor Australia mengincar pengembangan pariwisata Danau Toba dengan nilai investasi sebesar US$ 10 juta atau setara dengan Rp 125 miliar (dengan kurs 12.500 per dolar AS).

Dirilis liputan6.com, Kepala BKPM Franky Sibarani mengapresiasi hal tersebut. Dia mengatakan, itu menunjukan jika investor Australia mulai melakukan diversifikasi investasi.

"Ini menunjukkan diversifikasi sektor investasi dari Australia, terlebih pemerintah memfokuskan pembangunan sektor pariwisata," katanya, Jakarta, Minggu yang lalu.

Berdasarkan laporan yang diterima, investor Australia menjajaki peluang investasi pariwisata yang terintegrasi meliputi properti dengan lokasi di pinggir pantai Provinsi Lampung dan lokasi wisata Pulau Samosir Danau Toba.

Franky juga mengatakan investor berencana investasi dengan membangun perumahan, villa, marina, golf dan resort yang terintegrasi. Untuk itu, luas lahan yang dibutuhkan masing-masing wilayah minimal 10 hektar dengan perkiraan nilai investasi US$ 10 juta.

"Kawasan Danau Toba saat ini menjadi perhatian asal mancanegara sebagai alternatif lokasi proyek. Mereka melihat dan mencoba memanfaatkan peluang ini,” tambah dia.

‎Sebaga informasi, pemerintah sendiri memprioritaskan pembangunan di sepuluh lokasi wisata. Selain Danau Toba, pemerintah juga mendorong ‎pengembangan Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Bromo, Kepulauan Seribu, Wakatobi, Tanjung Lesung, Morotai dan Tanjung Kelayang.

Dari data BKPM tahun 2015, realisasi investasi Australia berada di peringkat 12 sebesar US$ 167 juta terdiri atas 443 proyek. Sementara dalam posisi sejak periode 2010-2015, tercatat investasi yang masuk ke Indonesia dari Australia sebesar US$ 2,07 miliar. (TAp)

  BeritaTerkait
  • Gubernur Sumut Jajaki Kerjasama Dengan Australia

    3 tahun lalu

    MELBOURNE (Pelita Batak):Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi bertemu Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) untuk negara bagian Victoria dan Tasmania, Spica Alphanya Tutuhatunew

  • Hebat.....Putra Batak Rikoh Manogar Siringoringo Jadi Pembuka Jalan Selam Ilmiah

    4 tahun lalu

    SETELAH puluhan tahun berlangsung di Indonesia, kegiatan penyelaman ilmiah mulai mendapat jalan untuk proses standardisasi. Pembukanya adalah Rikoh Manogar Siringoringo, orang Indonesia pertama yan

  • Hak 'Ora' Sebagai Budaya Tidak Menjual Tanah Bagi Orang Batak

    4 tahun lalu

    Tidak menjual tanah bagi orang Batak sudah sering penulis suarakan, dengan melihat tidak adanya istilah jual beli tanah di tengah orang batak itu sendiri.  Setelah diteliti didalam peraturan p

  • Sekali Lagi Soal Himbauan Tidak Menjual Tanah di Kawasan Danau Toba: Kajian Hukum Batas Minimal dan Maksimal

    3 tahun lalu

    Oleh Ronsen LM PasaribuSejak bergulir rencana Pembangungan Pariwisata di KDT, muncul opini  pro kontra di kalangan orang Batak, tentang  adanya himbauan agar tidak menjual tanah di Kawasan D

  • Di Manchester, Indonesia Tawarkan Danau Toba ke Investor Perhotelan

    3 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) :Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) London-BKPM semakin gencar mengajak investor untuk berinvestasi di Indonesia. Salah satu

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb