• Home
  • Opini
  • Tradisi Makan Bersama, Sangat Penting Membentuk Keluarga yang Tangguh
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 12 Mei 2017 08:48:00

Tradisi Makan Bersama, Sangat Penting Membentuk Keluarga yang Tangguh

BAGIKAN:
Ist
Ilustrasi makan bersama
Oleh Ronsen LM Pasaribu
 
Tadisi makan bersama di kalangan masyarakat pedesaan, sudah diajarkan kepada kita sejak kecil. Masih segar ingatan kita pagi, siang dan malam, selalu berkumpul anak-anak, orangtua untuk ritual makan bersama. Jika belum hadir salah satu, selalu dipanggil dari rumah sampai kedengaran sampai jauh, pertanda dimulai makan. 
Terlebih, ada tamu keluarga, makanan istimewa disajikan sang Ibu, menghormati tamu dengan memotong ayam peliharaannya. Tradisi ini menyimpan makna yang dianggap penting bagi orangtua, pastinya ada maksud dan tujuan tradisi ini dipertahankan sampai sekarang.
 
Berbeda dengan di perkotaan, akibat kesibukan masing-masing yang berbeda-beda, makan bersama semakin tidak terjamin tiap saat makan akan bersama sama. Pagi, siang, malam. Jangankan tiap hari, apakah tiga hari dalam seminggu, pernah makan secara bersama sama?. Apakah tergerusnya cinta sesama akibat tidak lagi ada momen makan bersama ini?
 
Narkoba menggejala, perang antar Desa, mudahnya mengeluarkan ujaran kebencian, kurang hormat orangtua atau kemalasan untuk belajar, banyak hal yang perlu kita pertanyakan. 
 
Tulisan ini tidak berpretensi membuktikan hipotesa diatas, sebab memerlukan penelitian khusus, tapi hanya mengingatkan bahwa tradisi makan bersama itu ternyata jangan ditinggalkan oleh keluarga kita di Kampung halaman (bonapasogit), demikian di perkotaan sepanjang dapat dilaksanakan, jika tidak tiap kali makan siang, disesuaikan dengan kondisi yang ada..
 
Keluarga Basis Suatu Negara
 
Keluarga, unit terkecil dari suatu bangsa. Keluargalah asal muasal seseorang berangkat menjadi satu Rukun Tetangga, Rukun Warga, Kecamatan, Kabupaten, Propinsi sampai menjadi satu ikatan Bangsa dan Negara Indonesia. Dari itu, jika kuat Negara, diperlukan keluarga yang kuat dan sehat. Sebaliknya, jika Negara rapuh, tentu diakibatkan rapuhnya suatu keluarga.
 
Negara Kuat Kalau Keluarga Sehat 
 
Keluarga sehat diartikan sebagai  suatu kondisi atau keadaan sejahtera baik secara fisik, mental, dan sosial  yang kemudian memungkinkan terciptanya keluarga utuh agar bisa hidup normal secara sosial maupun ekonomi. Akan terjalin hubungan yang bersifat multifungsional yang didalamnya akan terdapat banyak interkasi. 
 
Interasksi tersebut adalah hubungan antara suami dan istri, orangtua dan anak, serta adik dan kakak. Dalam hal hubungan orangtua, anak solid maka negara mudah mudahan kuat dengan asumsi pengaruh luar yang negatif bisa ditangkal.
 
Karakter Keluarga Sehat
 
“Karakter Fisik” dilihat ketersediaan  toilet dan kamar mandi yang bersih, bukan pecandu narkotika dan perokok,  giziterpenuhi , mempunyai cadangan biaya yang cukup untuk pemeliharaan kesehatan keluarga.  Sedangkan “karakter mental”, dilihat dari waktu bersama keluarga untuk sekedar berkumpul dan bercanda akan memperkuat keharmonisan.  Komunikasi sendiri dapat terjalin saat bersantai atau saat berkumpul bersama dimeja makan dan kepercayaan. Ini yang penting juga, Keluarga sehat tidak akan terbentuk jika tidak adanya kepercayaan antar sesama anggota keluarga.
 
Manfaat Makan Bersama, Jawabannya
 
Tatik Wardayati, dalam Intisari Online, mengatakan ada 10 manfaat makan bersama keluarga, yaitu 
 
1. Nutrisi lebih baik Anak-anak dan orangtua mereka akan lebih banyak makan sayuran, sehingga mendapatkan lebih banyak vitamin dan nutrisi. 
 
2. Performa anak-anak lebih baik di sekolah. Menurut sebuah penelitian tahun 2005 di Universitas Columbia, remaja yang makan bersama keluarga mereka setidaknya lima kali seminggu lebih mungkin mendapatkan nilai yang lebih baik di sekolah dan memiliki sikap yang lebih positif tentang masa depan mereka. 
 
3. Meningkatnya komunikasi. Makan malam bersama dalam keluarga untuk memberi kesempatan untuk komunikasi. Percakapan selama makan memberi kesempatan bagi keluarga untuk menjalin ikatan dan terhubung satu sama lain. Hal ini juga memungkinkan orangtua dan anak-anak untuk mendiskusikan topik-topik menyenangkan dan serius, dan saling belajar.
 
4.Mengembangkan keterampilan sosial. Makan bersama juga membantu anak-anak mengembangkan keterampilan sosial yang baik karena mereka belajar menjadi pendengar yang baik, dan sabar menunggu sementara orang lain sedang berbicara.  Mereka juga menjadi ingin tahu tentang orang lain bukan hanya fokus pada diri sendiri.
 
5. Mengajarkan sopan santun di meja makan. Kesempatan yang baik bagi orangtua untuk mengajarkan anak-anak mereka sopan santun di meja makan. Jika anak-anak tumbuh tanpa tata krama di meja makan, itu akan menciptakan banyak masalah bagi mereka dalam keberhasilan masa depan mereka.
 
6. Mengurangi penyalahgunaan zat. Menurut sebuah penelitian oleh Pusat Nasional Ketergantungan dan Penyalahgunaan Zat di Universitas Colombia, keluarga yang tidak makan malam bersama tiga setengah kali lebih rentan terhadap penyalahgunaan resep dan obat lainnya. Makan malam keluarga tentu mengurangi tingkat penyalahgunaan zat di kalangan orang dewasa dan anak-anak dalam keluarga.
 
7. Hubungan baik. Makan malam keluarga merupakan kesempatan yang ideal untuk memperkuat ikatan keluarga. Anak-anak dapat menggunakan waktu makan malam untuk membicarakan hal-hal penting atau meminta orang tua mereka menjawab pertanyaan anak-anak. Kegiatan membangun hubungan juga bermanfaat bagi pertumbuhan anak-anak terutama saat mereka menghadapi masalah-masalah yang lebih sulit di usia remaja.
 
8. Lebih hemat. Makanan beli tentunya lebih mengeluarkan biaya daripada makanan yang disiapkan di rumah. Jadi, ini akan menghemat banyak uang dalam jangka panjang.
 
9. Meningkatkan cita rasa anak-anak. Makan bersama berarti memasak makanan yang umum untuk seluruh anggota keluarga. Dengan cara ini, anak mengenal makanan baru dan tidak menjadi rewel tentang pilihan makanan.
 
10. Struktur dan rutin. Rutinitas membantu anak-anak menemukan organisasi dan kemantapan dalam kehidupan keluarga mereka. Makanan keluarga secara teratur memberikan anak-anak rasa yang normal dan mereka dapat menikmati saat-saat ini setiap hari.
 
Dengan pendapat ahli diatas, nyatalah tradisi yang dibangun orangtua kita dahulu, benar adanya dimana banyak manfaatnya bagi pertumbuhan fisik dan mental anak dan keluarga. 
 
Tersirat tujuannya agar menjadi anak yang sehat, tangguh akan tantangan negatif dari luar seperti narkoba, pergaulan bebas bahkan memperkuat dalam bela negara, tidak mudah masuk pada aliran yang anti Pancasila, Anti Bhineka Tunggal Ika, Anti UUD Tahun 1945, dan Anti Kesatuan NKRI. 
 
Merawat NKRI ini, harus kita awali dengan merawat Keluarga dan itu bisa dimulai dari “tingkatkan pertemuan keluarga seperti Makan bersama”. Tantangan itu menjadi pergumulan bangsa ini akhir akhir ini, yang harus kita jawab bersama agar jangan sampai bangsa ini pecah hanya akibat rapuhnya anak bangsa dan idealisme kebangsaan menjadi menipis, atau lebih parah jika disebut hilang. 
Semoga. (Surabaya, 12 Mei 2017. Pkl. 08.35 WIB, Ronsen LM Pasaribu Ketua Umum FBBI, Pemerhati Agraria/Pertanahan dan Pemberdayaan Masyarakat.)
  BeritaTerkait
  • Restorasi dan Reformasi Mar-Adat Pasca Covid 19

    satu minggu lalu

    Oleh : Sampe L. PurbaPendahuluan Terjadinya pandemik CoronaVirus 19 (CoVid 19) yang melanda seluruh dunia, telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan manusia. Kemajuan teknologi saat ini

  • Semangat Ramadan bersama Marriott International Indonesia

    5 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Ketika umat Islam di seluruh dunia merayakan bulan suci Ramadan; bulan yang paling dinanti setiap tahunnya, waktu untuk merefleksikan dan introspeksi diri, waktu untuk berbagi dan

  • Pendidikan yang Berbudaya Lokal

    4 tahun lalu

    Mengingat masa lalu untuk memetik sejumlah pelajaran kemudian menjadikannya bekal dalam upaya meningkatkan kualitas hidup merupakan tindakan bijak dari seseorang yang  menginginkan masa depan.

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Keempat)

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. HutaurukII. Bahasa Figuratif dalam Sejarah Penafsiran Alkitab1. Interpretasi Alegoris dan TipologisBahasa figuratif rupanya jadi alat tafsir buat para bapa gereja yang  

  • Bahasa Batak Terancam Punah, GP3 Hadir di Toba Samosir Melestarikannya

    2 tahun lalu

    Tobasa (Pelita Batak): Santabi godang ma loloan nanihormatan, tangan do botohon, ujung nai ma jari jari, molo adong sidohonon jumolo iba marsantabi artinya dengan segala kerendahan hati panitia penye

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb