• Home
  • Opini
  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Ketiga)
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 11 Juli 2017 11:46:00

Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Ketiga)

BAGIKAN:
Ist
Pdt Dr JR Hutauruk
Oleh: Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk

2. Pengertian Khusus Dunia Perfilman
Para sutradara mencari para figuran/sosok aktor/tokoh yang memainkan peran tertentu untuk ditampilkan di layar putih sebagai tontonan publik dalam gedung-gedung bioskop. Dari antara tokoh yang ditampilkan di dunia perfilman itu banyak diambil dari cerita-cerita Alkitab, seperti Abraham (Ibrahim), Musa, dan lain-lain. Figur atau tokoh Yesus yang pernah beberapa kali ditampilkan oleh dunia Barat di berbagai kota-kota besar di dunia ini, menuai ragam reaksi serta interpretasi dari pihak umat Kristen.    

Sebutlah Imam Karyanto Aryanti (2009) yang menulis sebuah buku berjudul   "Yesus di Hollywood".   Kita tidak bermaksud membedah isi buku tersebut, tetapi perhatian kita hanya pada pemakaian ungkapan "figuratif" itu. Aryanti mengatakan bahwa pembuat film tentang Yesus "bermain-main dengan imajinasi dan pencitraan ulang", sedang "Injil tetap berbicara atas nama otoritas keilahian yang tak tertawar."  Pembuat film mengembangkan cerita tentang figur Yesus berdasarkan dunia mitos, yang sangat beda dengan Yesus dalam Injil atau Alkitab.

Lebih lanjut Aryanti menyatakan, bahwa  "era serba konsumtif ini menginginkan figur Yesus yang populis dan tampan...Sisi ini dikritik pula oleh beberapa kalangan karena menyusutkan ikon Yesus sendiri." Pada zaman Renaisance di dunia Barat (Eropa) dengan berkembangnya budaya visual maka "penggambaran Yesus di dinding dan langit-langit gereja" di kota-kota besar seperti di Roma, Paris, Hamburg, Oslo, Moskow, dan lain-lain dilakukan oleh para pelukis tersohor, dan kini jadi objek wisata internasional, maka pada abad modern ini "film menghidupkan Yesus dalam layar putih mendekatkan pada umat sekaligus menerima gelombang kontroversial berbagai kepentingan..."  

Melalui pengamatan Aryanto tentang figur Yesus di layar putih dari zaman ke zaman, menunjukkan kepada kita bahwa figur Yesus terkait pada cara melihat, memahami, menganalisa dan menginterpretasi seiring dengan zaman masing-masing, baik dari segi non-teologis maupun dari segi teologis. 

Perspektif sedemikian itu dibenarkan oleh  Gregory J. Riley dalam bukunya berjudul "One Jesus Many Christ" (2000) yang  telah menemukan banyak wajah "Kristus" yang tercipta dari hanya satu  diri "Yesus". Wajah Kristus yang plural itu ditampilkan oleh pluralitas budaya, filsafat dan dunia pemikiran dunia Helenis dan Yahudi yang bertemu di kawasan dunia Timur Tengah. Kaum Kristen perdana melihat figur-figur Yesus dalam figur-figur Perjanjian lama dengan pendekatan tipologis-allegoris, demikian Riley.   

2.1. Refleksi
Khusus dalam industri perfilman bahasa figuratif sangat berkembang untuk membahasakan suatu kejadian terutama satu tokoh sejarah atau tokoh mitos atau yang dimitoskan, seperti terjadi pada tokoh Yesus. Ini sangat membantu kita dalam memahami kuatnya bahasa figuratif itu dapat "menciptakan" tokoh Yesus seperti diinginkan oleh penulis naskah dan sutradara. 

Mungkin upaya memindahkan seorang tokoh (historis) ke layar putih, kira-kira demikian pula setiap penulis yang menulis suatu narasi tentang suatu peristiwa atau topik yang mau ditulis. Hanya saja seorang penulis dapat memilih ragam cara, apakah cara fiktif, hanya berdasarkan khayalan/imajinasi  sendiri atau juga membandingkannya dengan "khayalan" sesama penulis lainnya. (Bersambung)
  BeritaTerkait
  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Keempat)

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. HutaurukII. Bahasa Figuratif dalam Sejarah Penafsiran Alkitab1. Interpretasi Alegoris dan TipologisBahasa figuratif rupanya jadi alat tafsir buat para bapa gereja yang  

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Keenam)

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. HutaurukIII. Ungkapan "Representasi"1. Pengertian UmumUngkapan "representasi" masih acap digunakan dalam komunikasi tulis dan komunikasi lisan. Sebenarnya kata "representasi"

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Ketujuh)

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. HutaurukIV. Apa Artinya "Pendeta Representasi Figur Kristus"?1. Kemajemukan Jabatan:  Pendeta pada Urutan KeempatJabatan gerejawi di HKBP adalah beragam, bukan manunggal

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Terakhir)

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk3. Refleksi: OrdinasiSeperti apa sosok atau figur  'pendeta' yang  disebut-sebut sebagai 'representasi figur Kristus'?, mari kita coba m

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Pertama)

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. HutaurukPendahuluanTulisan ini merupakan sambutan ketiga atas seminar Ekklesiologi HKBP, April 2017 lalu, yang kali ini fokus tentang ungkapan figuratif  "Pendeta Repres

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb