• Home
  • Opini
  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Kedua)
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 11 Juli 2017 11:39:00

Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Kedua)

BAGIKAN:
Ist
Pdt. Dr. J.R. Hutauruk
Oleh: Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk

I. Bahasa Figuratif dalam Pengertian Umum dan Khusus
Kita dapat menemukan cukup banyak informasi tentang apa yang dimaksud dengan "bahasa figuratif", yang satu dengan yang lain menginformasikan arti dan makna yang sama.  Di sini kita ambil satu dari antara sumber infomasi itu. Rudi Subarkat mengenalkan kepada kita ragam  bahasa figuratif atau  bahasa kias, "bahasa yang dipergunakan untuk menciptakan efek tertentu. 

Bahasa figuratif dikenal pula sebagai Majas berupa  bentuk retoris, yang penggunaannya antara lain ditujukan untuk menimbulkan kesan imajinatif bagi pembaca."  Atau dapat pula kita katakan bahwa apabila kita membandingkan sesuatu dengan yang lain, maka kita sudah menggunakan bahasa figuratif. Contoh: Anda ini berlari seperti kuda.

1. Pengertian Umum
Menurut Subarkat sedikitnya ada empat macam majas yang sering kita pakai dalam komunikasi kita sehari-hari, baik lisan maupun tulisan, yaitu:

1.1. Majas Perbandingan
Majas perbandingan mencakup dua hal yaitu asosiasi atau simile (kiasan). Kedua hal ini berbeda, tetapi dianggap sama. Atau ditandai dengan penggunaan kata "bagai", "bagaikan", "seumpama" dengan maksud untuk membandingkan satu objek atau ide dengan yang lain, sehingga nampak bahwa kedua objek atau ide adalah serupa.

Majas perbandingan terungkap melalui 13 ungkapan di bawah ini: Metafora, yang mengungkapkan satu subjek secara singkat dan  padat, sehingga satu subjek dijelaskan yang lain, misalnya: "Si anak itu bagaikan keluarga" atau "Perpustakaan adalah gudang ilmu"; Personifikasi: Membandingkan benda atau makhluk lain seolah-olah bernyawa seperti manusia, atau berkarakter seperti manusia; Alegori: Mengungkapkan satu subjek yang bertautan satu dengan yang lainnya dalam kesatuan yang utuh;  Parabel: Berupa cerita tentang pedoman hidup, ajaran agama dan petuah; Simbolik: Melukiskan sesuatu dengan mempergunakan benda lain sebagai simbol ; Tropen: Menggunakan kata yang sejajar artinya, mirip atau semakna.

Berikutnya adalah Metonomia: Memakai nama ciri yang ditautkan dengan nama orang, barang sebagai pengganti; Litotes: Mengecilkan atau mengurangi kenyataan sebenarnya; Sinekdokhe: Menyebutkan nama bagian sebagai pengganti nama kesuluruhan. Contoh:  Pars pro toto (sebagian untuk seluruhnya), Totem pro parte (seluruhnya untuk sebagian); Eufemisme: Menggantikan satu  pengertian dengan kata lain yang hampir sama dengan maksud lebih sopan; Hiperbola: Mengandung pernyataan yang berlebihan dengan maksud memperhebat. Misalnya: "Dia lapar sedemikian rupa, sehingga dia memakan habis nasi untuk rombongan besar dengan sekejap mata"; Alusio: Menujukan secara tidak langsung kepada tokoh atau peristiwa yang sudah diketahui bersama; Parafrasis: Menjelaskan suatu kata menjadi serangkaian kata yang mengandung arti yang sama dengan kata yang digantikan; Antonomasia: Menggunakan kata-kata tertentu sebagai nama panggilan seseorang. 

Beberapa ungkapan tersebut di atas sering kita pakai saat kita mengungkapkan sesuatu dengan bahasa yang kita pakai, dan ada ungkapan yang masih asing bagi kita. Tetapi ketigabelas ungkapan itu cukup meyakinkan kita betapa kaya bahasa figuratif yang kita pakai dalam mengungkapkan rasa, pikiran, perlilaku dan tindakan kita. 

1.2. Majas Sindiran
Ada tiga ungkapan yang bernuansa sindiran, seperti: Ironi yang  menyatakan makna bertentangan dengan maksud menyindir atau mengolok-olok; Sinisme: menyatakan sindiran secara langsung, dan Sarkasme:  menyatakan sindiran terkasar.

1.3. Majas Penegasan
Terdapat 19 ungkapan majas penegasan, yaitu: Pleonasme, yang  menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suku kata; Repetisi: Pengulangan kata-kata sebagai penegasan; Paralelisme, sama dengan repetisi, tetapi biasanya terdapat dalam puisi;  Aliterasi: Memanfaatkan kata yang bunyi awalnya sama; Antanaklasis: Mengandung ulangan kata yang sama tetapi makna berbeda;  Kiasmus: Pengulangan sekaligus mengandung inversi; Tautologi: Mengulangi beberapa kali suatu kata dalam kalimat; Klimaks: Menyatakan beberapa hal berturut-turut yang semakin lama semakin hebat; Antiklimaks: Menyatakan beberapa hal berturut-turut yang semakin lama semakin menurun;  Elipsis: Penghilangan kata atau bagian kalimat; Inversi: Pengubahan susunan kalimat

Berikutnya adalah Retoris: Berupa kalimat tanya yang tak perlu jawaban; Koreksio: Meralat kesalahan yang disengaja maupun yang tidak; Asidentom: Menyatakan beberapa keadaan atau benda tanpa kata penghubung; Polisedenton: Menggunakan kata penghubung dalam kalimat; Interupsi: Penegasan yang menggunakan sisipan ditengah-tengah kalimat pokok;  Eksklamaso: Menggunakan kata seru sebagai penegas; Enumerasio: Melukiskan satu per satu peristiwa untuk menegaskan suatu keadaan secara keseluruhan; Praterito: ungkapan ini digunakan pengarang untuk menyembunyikan atau merahasiakan sesuatu. 

1.4. Majas Pertentangan
Ada empat ragam: Paradoks, yang mengandung pertentangan nyata dengan fakta-fakta yang ada; Antitesis: Menggunakan paduan kata yang berlawanan artinya; Anakronisme: Cara menceritakan peristiwa yang tidak sesuai dengan sejarah; Oksimoron: Antar bagiannya menyatakan yang bertentangan.

Selain ragam bentuk bahasa figuratif di atas, masih ada bentuk bahasa figuratif di sekitar kita, seperti  ungkapan "klise" yaitu suatu ungkapan yang terlampau sering dikemukakan atau didengar sehingga menimbulkan rasa bosan. 
Mungkin masih banyak lagi ungkapan figuratif yang beredar di sekitar kita kini. Tetapi untuk kepentingan kita kini dalam mencari seperti apa sosok atau figur  pendeta (HKBP) sebagai "Representasi Figuratif Kristus", maka dalam hemat saya, kita penting menyimak seperti apa arti dan maknanya di dunia perfilman.

1.5. Refleksi
Beberapa arti dari bahasa figuratif di atas telah digunakan pada  uraian-uraian berikut ini, antara lain allegori, simbol, kiasan, retoris, personifikasi dan sinisme. Kekuatan dari bahasa figural itu dirasakan pada tulisan ini, sesuatu yang tersembunyi pada figur tertentu, dan yang nampaknya penuh misteri. 

Para bapa gereja zaman perdana sangat dibantu oleh bahasa figural itu dalam upaya mempertahankan kedua Perjanjian yang mereka warisi dari para saksi Alkitab. Bahasa figuratif itu adalah bahasa yang umum dipakai oleh setiap penulis saat menuliskan sesuatu atau melukiskan sesuatu kejadian dalam kata-kata figuratif.(Bersambung)
  BeritaTerkait
  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Keempat)

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. HutaurukII. Bahasa Figuratif dalam Sejarah Penafsiran Alkitab1. Interpretasi Alegoris dan TipologisBahasa figuratif rupanya jadi alat tafsir buat para bapa gereja yang  

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Kelima)

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk5. Refleksi  Pemakaian kata "figur" atau "figuratif" memberikan peluang yang sangat lebar bagi setiap orang yang akan membahasakan atau mengenalkan seperti apa s

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Keenam)

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. HutaurukIII. Ungkapan "Representasi"1. Pengertian UmumUngkapan "representasi" masih acap digunakan dalam komunikasi tulis dan komunikasi lisan. Sebenarnya kata "representasi"

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Ketujuh)

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. HutaurukIV. Apa Artinya "Pendeta Representasi Figur Kristus"?1. Kemajemukan Jabatan:  Pendeta pada Urutan KeempatJabatan gerejawi di HKBP adalah beragam, bukan manunggal

  • Teologi dan Bahasa Figuratif: "Pendeta Representasi Figur Kristus"? (Bagian Terakhir)

    3 tahun lalu

    Oleh: Pdt. Dr.  J.R. Hutauruk3. Refleksi: OrdinasiSeperti apa sosok atau figur  'pendeta' yang  disebut-sebut sebagai 'representasi figur Kristus'?, mari kita coba m

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb