• Home
  • Opini
  • Pengembangan SDM untuk Mendorong Produktivitas Masa Pandemi Covid-19
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 12 Januari 2021 07:31:00

Pengembangan SDM untuk Mendorong Produktivitas Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Prof. Dr. Ritha F. Dalimunthe, SE., M.Si, Theresia Karina Rachelisa Lingga, SE., Purnama Fitri, SE., dan Alya Indriani, SE
BAGIKAN:
IST|Pelita Batak
KUALITAS sumber daya manusia pada sebuah perusahaan sangat menentukan kemajuan sebuah bisnis dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sumber daya manusia yang berkualitas akan membawa perusahaan ke arah yang lebih baik. Salah satu cara untuk menjaga kualitas kinerja SDM adalah dengan melakukan pelatihan dan pengembangan karyawan.

Pengembangan sumber daya manusia dapat dipahami sebagai penyiapan individu karyawan untuk memikul tanggung jawab yang berbeda atau lebih tinggi di dalam organisasi (Priansa:2014). Hal ini juga menjadi proses untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam membantu tercapainya tujuan organisasi (Bangun:2012).

Kewirausahaan adalah semangat, perilaku dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaatn dan enerapkan cara kerja efisien, melalui keberanian mengambil risiko, kreativitas dan inovasi serta kemampuan manajemen (Ritha F. Dalimunthe:2004).

Peningkatan dan pengembangan SDM dilakukan dengan pelatihan dan pengembangan. Pelatihan dapat dilakukan dengan memberikan informasi bagaimana budaya kerja, seperti disiplin kerja, peningkatan efisiensi kerja, standar operasional perusahaan, menjaga dan meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja dan hal-hal lain yang berkaitan dengan proses bekerja di sebuah perusahaan. Seperti yang dilakukan CV. Oro Coffee Gayo di Takengon, Aceh. Dimana karyawan diberikan pelatihan sejak dalam posisi trainee, sehingga calon karyawan sekalipun diharapkan akan mampu memahami proses kerja dan keselamatan kerja serta target dan kualitas produk perusahaan. Perusahaan ini juga melakukan upaya pengembangan karir, seperti misalnya di dalam divisi operasional ada beberapa pembagian bidang pekerjaan. Contohnya penjemuran produk, produksi (suton), packing produk.

Perusahaan di sini membuat perpindahan / rolling pekerja sesama divisi operasional agar para pekerja mendapatkan pengalaman baru dan ilmu dari masing-masing bidang pekerjaan dalam divisi operasional.

Pelatihan dan pengembangan SDM dapat dilakukan dengan cara mengadakan seminar atau pelatihan untuk menambah skill dalam bekerja. Namun sesuai protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19, terdapat larangan untuk mengadakan acara yang sifatnya mengumpulkan orang.

Secara umum, pengembangan karyawan (SDM) bertujuan untuk menemukan dan mengembangkan potensi dari dalam diri karyawan yang selama ini tidak pernah terlihat, mengembangkan budaya perusahaan dalam hal kerjasama tim yang solid dan kolaborasi antar divisi untuk membentuk profesional berkualitas, mendorong dan memotivasi sifat percaya diri karyawan dalam menjalankan tugas.
Bukan saja bermanfaat untuk karyawan, namun pelatihan dan pengembangan SDM juga berdampak bagi perusahaan, antara lain memiliki aset berupa tenaga kerja yang ahli dan berkualitas, meningkatkan efektivitas karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan harian, mengurangi biaya yang keluar akibat kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh karyawan dan meningkatkan produktivitas usaha yang berpengaruh pada sales dan profit.

Sejak Maret 2020 Indonesia terpapar penyebaran Covid-19, pandemi yang berkepanjangan hingga saat ini terus mempengaruhi seluruh aspek kehidupan. Sosial, ekonomi, bahkan keamanan yang menjadi tantangan bagi Indonesia termasuk seluruh Negara di dunia. Khususnya dunia usaha baik skala besar maupun kecil turut terimbas. Proses dari hulu hingga hilir, cukup terpengaruh dengan kondisi yang mengancam kesehatan seluruh masyarakat dunia ini.

Kondisi ini pun mengharuskan dunia usaha turut menyesuaikan kemampuan untuk tetap bertahan dan dapat melalui badai ekonomi saat ini. Selain melihat kesempatan atau peluang pasar, secara internal perusahan atau badan usaha harus memperkuat posisi perusahaan terutama dari kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimilikinya.

Mengingat kondisi dan situasi saat ini, tidak menghalangi pelaksanaan pelatihan dan pengembangan kepada karyawan. Perkembangan teknologi, pada dasarnya pelatihan dan pengembangan karyawan dapat dilakukan secara digital. Melalui webinar, simulasi, video pelatihan, hingga pembelajaran mobile dapat menjadi alternatif untuk dilakukannya pembelajaran digital. Dengan adanya langkah pengembangan SDM secara digital, secara tidak langsung perusahaan dapat menghemat biaya pelatihan maupun biaya perjalanan. 

Pelaksanaan pelatihan dan pengembangan SDM dilakukan dengan tetap memperhatikan akan beberapa hal, seperti:

1. Memahami Kebutuhan Perusahaan
Pahami bahwa tidak semua pelatihan dan pengembangan dapat dilakukan secara digital. Divisi HR harus mampu menganalisa kebutuhan pasar dan bagaimana memanfaatkan sumber daya yang ada. Dengan begitu, perusahaan dapat memutuskan pelatihan apa yang sedang dibutuhkan dan mampu dilakukan secara digital. 

2. Menyesuaikan dengan Budget
Biasanya perusahaan telah memiliki budget tersendiri yang digunakan untuk program pelatihan dan pengembangan SDM. Dengan dana yang tersedia, Anda dapat memilih pelatihan yang sesuai. Pada beberapa kasus, pelatihan digital justru membutuhkan budget yang lebih murah dibandingkan harus mendatangkan trainer dan sewa gedung. Jika dana yang dimiliki sangat terbatas, Anda bisa memulai dengan melakukan pelatihan internal terlebih dahulu.

3. Menyiapkan Waktu yang Tepat
Memang benar bahwa pelatihan dan pengembangan secara digital sifatnya fleksibel. Namun, perlu diketahui juga bahwa karyawan memiliki tugas harian yang harus diselesaikan. Tugas divisi HR adalah mencari waktu pelatihan digital yang tepat agar tidak mengganggu tugas harian karyawan. 

4. Melakukan Evaluasi secara Berkala
Untuk mengetahui sejauh mana efektivitas pengembangan SDM secara digital telah diterapkan di perusahaan Anda, jangan lupa untuk melakukan penilaian di akhir pelatihan. Evaluasi juga berguna untuk mengetahui apakah pelatihan dan pengembangan yang sudah dilakukan berdampak pada kinerja karyawan. Evaluasi dapat dilakukan dengan memberikan sejumlah pertanyaan kepada peserta terkait kendala yang dihadapi selama pelatihan. Pendapat dan masukan  para peserta sangat berguna untuk referensi perbaikan pelatihan digital ke depannya.

Pelatihan dan pengembangan SDM adalah hal yang sangat penting dilakukan oleh perusahaan dalam mempersiapkan pekerja yang berkompeten. Persiapan yang baik sangat diperlukan mengingat di tengah pandemi Covid-19, semua aktivitas bisnis harus berjalan sesuai protokol kesehatan.

Dalam kondisi saat ini, melalui pelatihan dan pengembangan akan mendorong semakin meningkatnya produktivitas karyawan. Dimana, produktivitas sumber daya manusia adalah sikap mental (attitude of mind) yang mempunyai semangat untuk melakukan peningkatan perbaikan. Sedangkan menurut Ahmad Tohar (2002), pernyataan mengenai produktivitas sumber daya manusia adalah “produktivitas tenaga kerja mengandung pengertian perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja persatuan waktu”. Dengan kata lain, lewat pemantapan SDM yang dimiliki perusahaan, maka apa yang ditargetkan perusahaan akan tercapai maksimal. Untuk itulah, pelatihan dan pengembangan menjadi langkah penting dalam mempertahankan dan mengembangkan perusahaan.

Seiring berkembangnya teknologi, kemudahan kerja semakin meningkat dengan dilibatkannya teknologi dalam proses pekerjaan produksi mulai dari hulu hingga hilir. Penguasaan akan teknologi tersebut menjadi bagian dari kemampuan SDM yang diharapkan saat ini. Sehingga mampu mendorong dan menunjang kinerja karyawan untuk produktivitas SDM. Pun, pada masa pandemi saat ini perubahan pada pola kerja terjadi, mulai dari jam kerja serta penerapan protokol kesehatan. Teknologi terlibat dominan pada banyak kegiatan produksi maupun pelayanan jasa saat ini. Mau tidak mau, budaya kerja berubah sehingga perlu penekanan untuk disiplin dan penguasaan tugas masing-masing pos kerja.

Menjadi tantangan tersendiri bagi para karyawan dan perusahaan. Di satu sisi, karyawan yang menginginkan jam kerja seperti sedia kala dengan harapan upah kerja tidak berkurang, namun disisi lain penerapan protokol kesehatan tentu berdampak kepada pengurangan jam kerja dan pengaturan ulang shift kerja. Termasuk dalam penyesuaian kebiasaan baru dalam upaya mempertahankan ekonomi nasional, juga harus turut berpartisipasi dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19.

Perusahaan tentunya memberikan ruang lebih bagi SDM yang menguasai teknologi. Selain berupaya melakukan pelatihan bagi para karyawan yang belum menguasai teknologi, terus dilakukan pelatihan dan pengembangan. Sehingga, proses kerja tidak terganggu dan dapat bertahan selama masa Covid-19.

Pada akhirnya, pelatihan dan pengembangan SDM sangat dibutuhkan, khususnya dalam upaya bertahan di masa pandemi serta mampu mengembangkan usaha untuk waktu yang akan datang.**

Penulis adalah Dosen dan Mahasiswa Magister Ilmu Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara

  BeritaTerkait
  • Festival Kreatif Virtual IDEAFEST 2020 "Restart" Resmi Digelar

    3 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Sembilan tahun komitmen dalam mendukung pertumbuhan industri ekonomi kreatif di Indonesia, tahun ini IDEAFEST kembali diselenggarakan secara virtual mengusung tema “Restar

  • Pilih Kepala Daerah yang Peduli Kedaulatan Pangan Lokal

    2 bulan lalu

    PANDEMI Covid-19 memberikan banyak perubahan bagi tata cara kehidupan masyarakat dunia. Termasuk penduduk di seluruh penjuru nusantara, kini mengalami pergeseran kultur kehidupan sehari-hari. Khususny

  • Dukung Penerapan Work From Home Bagi Pekerja, Attendance by Talenta Hadirkan Solusi Pengelolaan Absensi Perusahaan Gratis!

    10 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai aktif menyerukan kebijakan baru work from home kepada masyarakat, khususnya di Jakarta. Secara langsung, Jokowi memberikan saran agar masyara

  • Dear UKM, Simak Strategi Untuk Bertahan Hadapi Krisis Akibat Pandemi Covid-19

    9 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Pandemi Covid - 19 memiliki dampak besar pada keberlangsungan bisnis Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Berdasarkan hasil survei, sebanyak 96% pelaku UKM mengaku sudah mengalami da

  • Hadiri Rapat Dengan Gubsu, Walikota Padangsidimpuan Siap Kembangkan Potensi Daerah

    6 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengumpulkan para bupati/walikota se-Sumut dalam rangka penguatan dan sinergi untuk bersama-sama membangkitkan perekonomian daerah ya

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb