• Home
  • Opini
  • Pakter Tuak, Disebut Juga Lapo Tuak
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 18 April 2017 13:38:00

Pakter Tuak, Disebut Juga Lapo Tuak

Oleh: Ronsen LM Pasaribu
BAGIKAN:
jephman.wordpress.com
Ilustrasi
Kehadiran pakter tuak ini, banyak dirindukan oleh orang Batak tapi juga ada yang tidak suka akan adanya pakter tuak ini. Sebab itu, melihatnya selalu dilihat dari dua sudut pandang, positif dan negatif. 
 
Kelompok yang berpandangan positif, kehaadiran tentu dilihat sebagai suatu lapangan kerja, banyak yang terbantu dengan hadirnya suatu lapo atau pakter tuak. Sebutlah, satu keluarga akan terserap tenaga kerja, seorang ayah, ibu dan dibantu anak anak, bahkan jika skalanya sebaik besar memerlukan tenaga kerja yang banyak. Lihat lapo di Jakarta yang hampir sama restauran (Lapo Codian yang menyajikan full musik dan full AC).
 
Full time bahkan ekstra larut malam harus menemani tetami yang senang berlama lama duduk di lapo ini. Penyedia Tuak itu sendiri, adalah orang petani enau dengan ramuan ekstrak yang terdiri dari jenis kullit kayu yang banyak berasal dari huan Sibolga. Petani ini pun pekerjaannya positif saja sebab sebagai sumber penghasilannya dan yang penting dicatat displin untuk menderes nira ini amatlah ketat, tulus dan rutinitasnya terjadwal. Meleset sedikit, maka pohon nira akan terhenti meneteskan air manisnya. 
 
Lapo juga memiiki produk jualan seperti makanan dan minuman. Kata "Lapo" sudah lajim dalam asosiasi orang batak atau non batak, disana ada masakan B-1,B-2, Ikan Arsik, Ikan Pinadar dan sayur singkong tumbuk atau rebus. Rasa yang khas inilah yang membuat lapo atau pakter ini tidak memerlukan standar rasa sebab tanpa keahlian khususpun rasanya relatif sama. Yang membedakan hanya di pedas dan asamnya dengan menggunakan ada andaliman atau tidak. 
 
Pakter tuak, dapat saja terseret kearah kesan negatif apabila pakter ini disalahgunakan menjadi tempat ngopi, minum dengan waktu yang bebas tanpa kontrol. Biasanya orang yang duduk berjam jam, akan bergeser motivasinya. Jika semula moivasi hanya minum kopi segelas, atau tuak segelas, tergantung lawan ngobrol. Ada kalanya lawan ngobrol pintar menarik dan banyak bahan cerita membuat waktu larut, larut siang atau larut malam. Skedul kerja terganggu. Inilah awal masalah keluarga. Uang habis di lapo, waktu habis duduk duduk, lupa ke ladang bahkan karena asyik minum menjadi kelebihan kapasitas normal menjadi abnormal alias "mabuk".
 
Sekelompok tamu bisa berkumpul menyalurkan bakat terpendamnya seperti main catur tentu sambil minum dan tambulnya. Ada yang juga memainkan remi atau joker karo. Ini potensi bermasalah berat, sebab cepat hancurnya dan bisa ditangkap polisi sebab ada unsur pidana judinya. 
 
Sepanjang tatakelola Pakter Tuak atau Lapo ini dilakukan menejemen yang baik dan benar, diberikanlah batasan yang jelas dan kegiatan apapun disini sebaiknya sepengetahuan aparat pemerintah setempat. Maka, kehadirannya menjadi berkat dan sumber kesejahtraan bagi pemilik lapo dan petani tuak/aren serta peternakan yang dijadikan konsumsi ditempat ini. Sebaliknya, jika ada kegiatan yang berlebihan, sehingga pakter dianggap sebagai tempat bebas sebebasbebasnya, maka kegiatan ini menjadi merugikan sebab akan menuburkan ketidakdisplinan masyarakat setempat terlebih jika dijadikan berjudi dan narkoba
 
Sebaiknya lapo atau pakter in sudah harus dijauhkan dari kesan negatif, sebagai pertemuan orang batak atau diluar batak untuk sekedar sekali lagi sekedar ngoppi, bertemu antar bapak bapak, atau keluarga dalam waktu tertentu saja. Pembicaraan positif atau tukar informasi itu bagus. Terlebih digunakan untuk mengkaji suatu masalah pertanian, kemajuan tehnologi, informasi harga dan apa saja yang berkaitan dengan tukar informasi maka kehadiran Lapo ini menjadi positif. (Jakarta, 18 April 2017, Ronsel LM Pasaribu,Ketua Umum FBBI)
  BeritaTerkait
  • Korban Penganiayaan, Saiful Polisikan Oknum Pejabat Inspektorat Taput

    3 tahun lalu

    Taput (Pelita Batak):Mendapat perlakuan penganiayaan secara bergerombol dialami Saiful Rony Rumaijuk warga Desa Horisan Ranggitgit, Kecamatan Parmonangan, Tapanuli Utara, Jumat (30/3/2018) malam. Peng

  • "Hancur Demi Kawan" Prinsip yang Hanya Dimiliki Orang Batak!

    4 tahun lalu

    BUDAYA Batak memang paling beda dari budaya-budaya lain yang ada di Indonesia bahkan dunia. Mulai dari adat istiadat, kekerabatan, bahasa, kesenian, kepercayaan, serta tidak kalah juga prinsip orang Batak itu sendiri.

  • RE Nainggolan : Tangisan Siliyana Angelita Manurung Tidak Bisa Dibiarkan dan Terulang

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Viralnya informasi di media online tentang "Anak Gadis Penjual Tuak Menangis: Mama Aku Diarak Warga dan Diikat di Pohon semisal Binatang" mengusik perhatian masyarakat di Kota Med

  • Ephorus HKBP Pimpin Natal Oikumene Kabupate Tobasa

    3 tahun lalu

    Laporan: Pdt Alter Pernando SiahaanTobasa(Pelita Batak): Rabu 27 Desember 2017 bertempat di Kompleks Gereja HKBP Sigumpar, diadakan Natal Oikoumene Pemerintah - Gereja - Masyarakat - dan Anak Rantau&n

  • Oukup Tetap Beroperasi Kafe & Pakter Tuak SajikanLive Music

    2 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Meskipun Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi telah mengeluarkan Surat Edaran No. 503/4789 tanggal 9 Mei 2018 tentang Penutupan Sementara Tempat Usaha Hiburan dan Rekreasi p

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb