• Home
  • Opini
  • Merajut Indonesia Dalam Bingkai Kebhinnekaan
KSP Makmur Mandiri
Senin, 29 Mei 2017 08:15:00

Merajut Indonesia Dalam Bingkai Kebhinnekaan

BAGIKAN:
Ist
Menko Polhukam RI (Wiranto), para Narasumber dan Peserta sedang mendengar pemikiran Firman Jaya Daeli sebagai Narasumber saat berbicara di Dialog Talkshow Kebhinnekaan, di Gedung STIK Mabes Polri.
Oleh : Firman Jaya Daeli

Teks Proklamasi Kemerdekaan RI sungguh-sungguh sangat Indonesia Raya. Konstruksi, isi, filosofi, jiwa, roh, semangat Proklamasi mengandung Keindonesiaan yang berlandaskan Kebangsaan (Negara Bangsa) dan Kebersamaan. Kandungan dan bobot Proklamasi Kemerdekaan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk bergotongroyong mengisi dan memaknai Kemerdekaan. Kekuatan dan kemampuan ini didasari dan dilatari karena Proklamasi sama sekali tidak diskriminatif (tidak mendiskrimasikan) dan juga tidak mengandung dan tidak menganut faham mayoritas minoritas.

Pembukaan UUD 1945 memuat dan mengamanatkan Tujuan Nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Keberadaan dan keberlanjutan NKRI terletak di Pembukaan UUD 1945. Ideologi NKRI sekaligus Dasar berdirinya dan berlangsungnya NKRI adalah Pancasila, yang konstruksi dan isi Sila-Sila Pancasila termaktub dan tertulis secara jelas dan tegas di dalam Pembukaan UUD 1945. Pembukaan UUD 1945 pada dasarnya berbasis dan berorientasi pada kebangsaan (Negara Bangsa). Indonesia sebagai Negara Bangsa selain memiliki akar konstitusi, juga memiliki akar kesejarahan panjang dan lama serta akar sosial kebudayaan dan kepribadian Indonesia.

Keindonesiaan berproses dengan segala dinamika dan dengan segenap dialektika yang menyertai perjalanannya. Meskipun dinamika dan dialektika tersebut turut mewarnai namun Indonesia senantiasa mengutamakan dialog (musyawarah) dan kebersamaan (persatuan). Pengutamaan ini karena masyarakat dan bangsa Indonesia memiliki tingkat toleransi yang tinggi, dan sungguh menghormati toleransi yang terus menerus terbangun. 

Di dalam "Rumah Indonesia" dan di Kamus Ideologi dan Konstitusi NKRI - tidak dikenal, tidak diterima bahkan tidak diakui gerakan fundamentalisme, ekstrimisme, radikalisme, dan berbagai kekerasan dan intoleran. Gerakan ini amat bertentangan dengan wawasan dan doktrin Negara Bangsa. Pengakuan, penghormatan, dan perlindungan optimum atas Kebhinnekaan sebagai kenyataan dan kekayaan Indonesia justru sesuai dan senyawa dengan Negara Bangsa. Gerakan aksi Negara Bangsa mewadahi dan mengatasi Kebhinnekaan sekaligus menguati Persatuan Indonesia dan Keadilan Sosial dengan semangat Gotongroyong sebagai prasyarat dan modal untuk memajukan dan memakmurkan Indonesia Raya.(Penulis Mantan Anggota DPR RI dari PDIP).


Catatan: Tulisan ini disampaikan Firman Jaya Daeli saat Menteri Koordinator Politik, Hukum, Dan Keamanan (Menko Polhukan RI) Wiranto Menjadi Keynote Speaker Dan Pembicara Utama Dalam Dialog Talkshow Bertemakan "Merajut Indonesia Dalam Bingkai Kebhinnekaan". Forum Kegiatan Dialog Ini Diselenggarakan DPP KNPI, Bertempat Di Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Mabes Polri, Jakarta. Sabtu, 27 Mei 2017.

Para Narasumber (Pembicara) Yaitu : (1). Mendagri RI Diwakili DR. Prabawa Eka Soesanta (Pejabat Struktural Kemendagri RI) ; (2). Menpora RI Diwakili Jonny Mardizal (Pejabat Eselon Satu : Deputi Kemenpora RI) ; (3). Kapolri Diwakili Irjen Pol. Arkian Lubis (Kakor Binmas Baharkam Mabes Polri) ; (4). Hayono Isman (Mantan Menpora RI) ; (5). Firman Jaya Daeli (Pengamat Politik Hukum) ; (6). Muhammad Rifai Darus (Ketum DPP KNPI). 

Peserta Dialog Talkshow Berasal Dari Berbagai Kalangan, Antara Lain Fungsionaris DPP KNPI, Pimpinan DPD KNPI Provinsi Seluruh Indonesia, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Dan Mahasiswa, Instansi Kementerian Dan Non Kementerian, LSM/NGO, Perguruan Tinggi, Media Massa, Dan Lain-Lain.
  BeritaTerkait
  • Surat Penggembalaan EPHORUS HKBP: Suara dan Sikap HKBP Tentang Pilkada

    3 tahun lalu

    Salam Sejahtera di dalam nama Tuhan Yesus Kristus Raja Gereja!Puji syukur kita persembahkan kepada Tuhan yang Maha Pengasih, yang senantiasa menyertai dan memberkati perjalanan gerejaNya, sehingga dap

  • 4 November, Gubernur Sumut Harapkan Demo Berjalan Damai

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi berharap rencana aksi demo besar-besaran ormas Islam pada Jumat, 4 Nopember 2016 untuk menyampaikan aspirasi di sejumlah kota di Indonesia termasuk di Provinsi Sumatera Utara dihimba

  • Ini Kuliah Umum Panglima TNI di UISU

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan kuliah umum yang digelar Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) di gedung Medan Internasional Convention Center (MICC) Jl. Gagak Hitam, Ringroads Medan, Sabtu (19/11/2016).

  • Sarasehan Nasional di Parapat 16 Desember 2016

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Sarasehan Nasional dalam rangkaian Natal Tingkat Nasional di Humbahas 26 Desember 2016, bertajuk 'Merawat Kebhinnekaan dalam Bingkai NKRI sebagai Kekuatan Bangsa' dilaksanakan, Jumat (16/12/2016) di Inna Hotel Parapat. Kegia

  • Dies Natalis GMKI ke-67 di UKDW, Yogyakarta: Membangun Kembali Kebhinnekaan Indonesia

    4 tahun lalu

    Yogyakarta(Pelita Batak): Indonesia dalam bingkai NKRI merupakan suatu realitas yang final. Pernyataan ini disampaikan Sultan Hamengkubuwono X dalam acara Seminar Nasional dan Perayaan 67 Tahun Ger

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb