• Home
  • Opini
  • Menggali Budaya Batak Lewat Batik Batak
KSP Makmur Mandiri
Senin, 06 Maret 2017 10:37:00

Menggali Budaya Batak Lewat Batik Batak

Oleh: Ronsen LM Pasaribu
BAGIKAN:
Ist
Ronsen LM Pasaribu
Batik Batak merupakan corak yang khas diangkat dari motif yang menjadi hasil kreasi orang batak sejak dahulu kala. Hanya saja, kreasi itu masih terbatas sekali nampak dari apa yang kita amati selama ini bahwa motif kain yang digunkan untuk pakaian kita.
 
Dalam bincang singkat, yang saya lakukan dengan rekan alumni UKSW (Universias Kristen Sarya Wacana, Kampusku dahulu kala), Bapak Willy (alumni UKSW juga) namun seorang pemerhati pakaian Batik dari Rembang, Jawa Tengah. Atas rekomendasi sahabat saya, Dr. Sudhamek, Direktur Utama perusahaan Garuda Food di kantornya bilangan Tangerang, Jumat tanggal 3 Maret 2017, disela-sela Workshop tentang membangun perguruan tinggi UKSW tetap besar.
 
Menurut beliau, bicara batik ada dua hal yang harus bedakan, pertama apakah batik untuk kreasi budaya atau kedua fashion. Tertarik dengan Fashion, sebab budaya pakaian dengan motif batak hemat saya masih rendah. Ini suatu tantangan bagi pemerhati batik batak, terlebih adanya BODT yang sudah dilaunching oleh presiden Jokowi. Kedepan, akan terbentuk pangsa pasar yang terbuka lebar, touris dalam dan luar negeri yang “unlimited”, demikian juga orang batak sendiri yang sudah mencapai 5 (lima) juta orang lebih. Bisa dibayangkn, jika kita mampu menciptakan fashion batak berbasis motif budaya batak. Apalagi kelak, oleh para Bupati/Walikota menerbitkan aturan wajib memakai batik lokal menjadi pakaian resmi di setiap acara. Luar biasa.
 
Dijelaskan, banyak ide yang bisa diangkat menjadi lukisan diatas kain putih. Contoh, ambil karya orang batak yang khas seperti Rumah Adat. Detailnya bisa di ambil dan di perbesar lalu dilkiskan berulang-ulang. Kemudian digabung dengan alam serta alat yang sering dipakai oleh petani kita di sawah. Boleh digabung menjadi satu, tanpa harus mengambil semua motif rumah, motif alat pertanian dan atau alam Danau Toba misalnya. 
 
Sebagai kreasi yang baru, pasti akan menjadi sesuatu motif batak yang akan diminaati oleh pengguna. Melihat batik dengan warna merah, hitam dan putih akan diketahui batik ini dari Batak. Ide ini menjadi menarik, ketika Forum Bangso Batak Indonesia, mempunyai program kerja dibidang pengembangan kebudayaan orang batak sekaligus menciptakan lapangan yang baru guna kemandirian dan kesejahtraan di kampung halaman.
 
Program pelatihan membatik akan menarik bagi pegiat seni bataik batak maupun pendatang baru, dengan mencakup budaya Puak Batak Batak Angkola, Mandailing, Toba, Simalungun, Karo dan Pakpak. Sedangkan dananya akan dijajaki menggunakan skema CSR (Coorporate Social Responsiblity) perusahaan besar yang peduli akan keberlangsungan pengusaha kecil menengah (UKM).(Ronsen LM Pasaribu/Ketua Umum FBBI)
  BeritaTerkait
  • Ulos Warisan Budaya Bangso Batak Jadi Media Diplomasi Kebudayaan

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) memandang perlu dan penting untuk mengangkat kembali ulos menjadi warisan leluhur bangsa Batak untuk dilestarikan. Karena itu, di Sekretariat YPDT di Cawang, Jakarta Timur, YPDT mengadakan disku

  • Yayasan Pencinta Danau Toba (YPDT) Gelar Diskusi Kamisan: Dulu, Ada Doa Khusus untuk Tenun Ulos Batak

    4 tahun lalu

    Jakarta(Pelita Batak): Ulos adalah salah satu kekayaan warisan leluhur bangsa Batak. Kondisi warisan leluhur tersebut makin tergerus oleh minimnya minat kita mencintai ulos. Generasi muda makin tid

  • Edward Hutabarat Gelar Fashion Show Unik Bermakna

    4 tahun lalu

    Desainer papan atas Tanah Air Edward Hutabarat mencoba mengingatkan bangsa ini bahwa Indonesia kaya akan warisan budaya dan alam yang memesona. Namun, warisan tersebut kini seolah hanyalah 'sisa-sisa' peradaban karena kurang mendapat apresiasi d

  • GKR Hemas : Pengakuan Internasional untuk Ulos Sangat Penting

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Ulos sebagai kain tenun yang memiliki makna khusus bagi kehidupan masyarakat Batak, dinilai perlu untuk dilestarikan bukan saja sebagai daya tarik pariwisata, melainkan ada nilai yang terkandung di dalamnya.

  • Suasana Tanah Karo di PSB Hanyutkan Warga

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) : Lebih dari seribu pengunjung yang menyaksikan Panggung Seni dan Budaya (PSB) di Jalan Pulau Penang merasa terpuaskan, Sabtu (29/4/2017). Atraksi seni dan budaya dari etnis

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb