• Home
  • Opini
  • Kebutuhan dan Keinginan Saat Pandemi Covid-19
KSP Makmur Mandiri
Minggu, 11 April 2021 15:42:00

Kebutuhan dan Keinginan Saat Pandemi Covid-19

Oleh : Djalan Sihombing,SH
BAGIKAN:
Ist|pelitabatak
MENURUT Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata kebutuhan adalah yang dibutuhkan. Arti lainnya dari kebutuhan adalah yang diperlukan. Kebutuhan berasal dari kata dasar butuh. Kebutuhan memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga kebutuhan dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Keinginan
(ke.i.ngin.an)
nomina (n) barang apa yg diingini (diinginkan); (nomina).  Peri-hal ingin; hasrat; kehendak; harapan (nomina).  Contoh:
supaya ~ kita ter-kabul, marilah kita berdoa bersama-sama.

Banyak teori menyebutkan bahwa kebutuhan merupakan hal dasar dalam memenuhi keberlangsungan hidup dan harus segera terpenuhi.  Sedangkan keinginan adalah segala kebutuhan lebih terhadap barang ataupun jasa yang ingin dipenuhi setiap manusia pada sesuatu hal yang dianggap kurang.

Pada saat pandemi Covid-19 yang sudah lebih dari 1 tahun, banyak hal yang terjadi dan tidak pernah dipikirkan sebelumnya. Yang paling berdampak di bidang perekonomian.

Perekonomian turun drastis. Terjadi pengurangan tenaga kerja karena produktivitas produksi barang dan jasa menurun. Mobilitas dan pertemuan secara fisik berkurang. 

Kegiatan-kegiatan banyak dilakukan dari tatap muka (ketemu secara fisik) berubah menjadi sistem on line (media digital).

Dalam keadaan ekonomi yang kurang menentu, manusia harus berpikir ulang secara jernih dan bijaksana. Kebutuhan diutamakan daripada keinginan. Kebutuhan itu sangat mendasar, sedangkan keinginan itu sangat banyak dan belum tentu dibutuhkan saat ini.

Pesta juga ada yang penting dan harus dilaksanakan. Tapi ada pesta yang bisa ditunda atau tidak perlu dilakukan saat ini. Kalaupun pesta itu dilakukan, bisa dalam bentuk lain, misalnya, berdoa bersama di tempat masing-masing atau secara virtual (bisa zoom walaupun terbatas).

Banyak pesta yang sebenarnya penting, misalnya, ulang tahun,  pesta syukuran (parolop-olopon) pada setiap perubahan kepengurusan atau pesta perak,  jubileum, dan lain-lain.

Yang menjadi pertanyaan. Apakah pesta besar perlu pada saat orang-orang kekurangan karena dampak Covid-19? 

Pesta besar tentu butuh biaya besar, sedangkan sumber biaya yang diharapkan sulit didapatkan.

Kalau pesta itu diinginkan dan bukan merupakan kebutuhan, sebaiknya tidak dilaksanakan dulu, ditunda, atau dilaksanakan dalam bentuk lain. Bila dilaksanakan tidak harus membutuhkan biaya yang besar. 

Lebih baik mengutamakan kebutuhan daripada keinginan. Apalagi pandemi ini belum bisa diprediksi sampai kapan berakhir.

Jaticempaka
Minggu, 11/04/2021
  BeritaTerkait
  • Pilih Kepala Daerah yang Peduli Kedaulatan Pangan Lokal

    6 bulan lalu

    PANDEMI Covid-19 memberikan banyak perubahan bagi tata cara kehidupan masyarakat dunia. Termasuk penduduk di seluruh penjuru nusantara, kini mengalami pergeseran kultur kehidupan sehari-hari. Khususny

  • Qurban Jadi Pelipur Rindu Baitullah yang Tertunda

    10 bulan lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Berangkat haji ke tanah suci merupakan keinginan semua orang beriman karena termasuk dalam rukun islam yang kelima. Saking besarnya keinginan untuk menyempurnakan rukun islam, b

  • Kadisdik Batu Bara, Ilyas Sitorus : Kegiatan Ini Mempertemukan Keinginan Keluarga dan Sekolah

    9 bulan lalu

    Medan (Pelita Batak):Kepala Dinas Pendidikan Batubara Ilyas Sitorus, SE, M.Pd. menyajikan sejumlah gagasan menarik dalam forum penyusunan draft pedoman optimalisasi peran orangtua dalam mendampingi an

  • Gelar Undian Martabe, Bupati Tapsel Apresiasi Bank Sumut

    2 bulan lalu

    Tapanuli Selatan (Pelita Batak) : Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), H Dolly Putra Parlindungan Pasaribu mengapresiasi Bank Sumut atas konsistennya dalam memberikan hadiah terhadap nasabah. H

  • Kebijakan PSBB Tidak Berperspektif dan Sensitif Hak Anak

    tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Kebijakan Penetapan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dinilai oleh Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait  tidak berperspektif dan sensiti

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb