• Home
  • Opini
  • Hasil Gandum & Anggur Makmurkan Bangso Batak Seperti Dinikmati Bangso Yahudi, Eropa dan Amerika
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 08 Mei 2020 19:40:00

Hasil Gandum & Anggur Makmurkan Bangso Batak Seperti Dinikmati Bangso Yahudi, Eropa dan Amerika

BAGIKAN:
ist
Maruba Sihaloho
Oleh: Maruba Sihaloho

Selama di rumah sudah lebih dari sebulan karena wabah Covid19 yang kutonton adalah NHK TV dan YouTube mengenai kesempurnaan karya budaya tani, jenis dan rasa makanan  dan minuman dan banyak karya lainnya yang dicipta oleh leluhur dan ditekuni turun temurun warga Jepang dari banyak Kota Prefectur di Jepang.  Mengagumkan disuka didatangi oleh puluhan juta wisatawan lokal dan mancanegara, sehingga  menjadi penggerak kegiatan usaha dan ekonomi rakyat Jepang. Bahkan banyak jenis dan rasa makanan berkelas merambah disuka masyarakat dunia. 

Lalu juga kutonton YouTube kegetiran berjuang hidup warga pedalaman pegunungan Nepal, Himalaya India, Afganistan.  Akupun bersyukur sebagai warga Batak yang sudah lebih dari 40 tahun tinggal di Pulau Jawa tidak lagi mengalami kegetiran perjuangan hidup untuk mengisi sejengkal perut yang pernah kurasakan semasa kecilku ditahun 1970 an di Desaku Silalahi yang masa itu sama sekali tidak ada jalan aspal. Tidak ada kenderaan bermotor darat dan malam hari hanya diterangi remang lampu Teplok Minyak Tanah serta memasak dengan kayu bakar berasap hitam.  

Sejak 1 Juni 2004, Desa Silalahi meningkat menjadi Kecamatan Silahisabungan Kabupaten Dairi dan secara perlahan bertahap lengkap jalan aspal hotmix mulus mulai dari Simpang Situnggaling turun ke Tongging. Lalu menyusuri jalan meliuk lekuk gunung sepanjang tepi Tao Toba melewati Kodon kodon, Paropo, Silalahi lalu disimpang Tiga Simbur belok kekiri dapat menuju Binangara tembus sampai ke Pangururan. Tetapi tampaknya tersendat karena ada salah satu Desa menutup diri tanah desa tersebut tidak diperkenankan dibangun dan dilalui mobil.  

Belok ke kanan melewati jalan aspal menyusuri jalan melewati hamparan pematang batu bersusun kurang beraturan petak padi, bawang merah , ilalang.  Setiba dipinggang gunung akan melewati 12 tikungan, jalan menanjak dihiasi disisi kanan kiri pohon pinus sebagian ada bekas terbakar. Lalu tiba dikelokan paling atas akhir, dengan mata memandang lepas, kiri tampak dolok Siantar Atas dan kanan tampak dolok Simandar yang ditutupi sama warna kekuningan karena hanya ditumbuhi ilalang gersang dan beberapa pohon pinus yang segan tumbuh besar karena hampir setiap tahun diterpa kemarau dan tiupan angin kencang bahkan ada yang terbakar.  

Keadaan hampir semua badan gunung gersang ini mungkin sudah demikian sebelum atau sejak kampungku Silalahi ditempat tinggali oleh leluhur kami Silahisabungan dengan istrinya gadis Pakpak dari Balna Sikabeng2 Pegagan, sebab kampungku Silalahi adalah bagian dari Pegagan Pakpak Kabupaten Dairi.  

Selama pemerintahan Presiden Jokowi, dana desa mengucur kesemua desa di Kecamatan Silahisabungan.  Banyak dibangun infrastruktur pengairan dan jalan, tetapi secara keseluruhan tidak ada berdampak perubahan menjadi lebih berhasil baik berkelanjutan dibidang pariwisata, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan dan kemakmuran ekonomi warga yang kemungkinan juga terjadi pada banyak desa Kabupaten disekeliling Danau Toba.  Karena baik pemimpin perangkat Desa, Camat bahkan Kabupaten tidak ada rencana jangka panjang berkelanjutan apa dampak dan manfaat pembangunan yang hendak dituju dan dicapai yang penting dana desa habis diserap gunakan.

Sampai di Simpang Tiga Lae Pondom berhawa angin dingin, tahun 1968 an penulis pernah tinggal menginap berhari-hari disaat itu masih kondisi berhutan lebat. Tetapi sekarang sudah banyak rusak dirambah secara tidak bertanggung jawab. Belok ke kiri dengan melewati Tanjung Beringin, Invaliden, Sumbul adalah menuju Pangururan, Sidikalang atau ke Subussalam Aceh.  Belok ke kanan jalan menuju Kabanjahe atau Pematang Siantar.    Masih di YouTube juga kutonton hampir semua spot tempat wisata sekeliling Danau Toba. Tetapi hampir semua masih original tampak gersang membosankan, belum ada dampak manfaat ekonomi kepada warga dan pemda setempat.  Walaupun sudah puluhan kali dipopulerkan melalui event tahunan Festival Danau Toba.
Penginjil Nomensen dan Pejajah Belanda .

Awal penginjil Nomensen ke tanah Batak tahun 1877 dan diikuti penjajah Belanda mulai tahun 1878. Dibenak hati penulis bertanya, baik Nomensen dan penjajah Belanda berarti tidak ada sama sekali  mengajarkan dan mempersiapkan supaya orang Batak agar memahami menata lestarikan budaya yang dimiliki untuk menjadi kekayaan ekonomi masa depan warga Batak. Juga tidak ada mengajarkan bertanam dan  berkebun dengan jenis tanaman yang bernilai tambah ekonomis untuk kemakmuran warga Batak.  Bahkan tidak ada mengajarkan mengelola ternak dengan jenis dan hasil ternak bermulti manfaat untuk kesehatan gizi dan kesejahteraan ekonomi warga Batak.  

Curiga penulis, apakah Nomensen dan penjajah Belanda mengajarkan injil kepada warga Batak begitu juga sekolah adalah untuk tujuan manfaat mendukung kelancaran dan ketenangan sosial, budaya, politik dan manfaat ekonomi bagi pemerintahan penjajah ? Mungkinkah, ini yang tertanam pada diri bangso penulis kental mental berjuang untuk dapatkan gaji-gajian atau makan gaji atau pemborong agar menjadi anak yang berhasil (Asa Anak Hasea) lalu puas diri karena lepas dari kesusahan ekonomi sejengkal perut ? Tetapi minim mental juang untuk menjadi anak yang berguna (Anak Namarguna) yang tidak berpuas kapanpun dan terus perluas perdalam pengetahuan sebagai penemu pemilik atau pendiri pemilik dengan hasil tumbuh berkelanjutan (Owner Inventor, Owner Establisher) ?

Mengapa Nomensen dan penjajah Belanda tidak memberikan bangso Batak merasakan makanan roti dari hasil gandum.  Mengajarkan memanfaatkan lahan dan pengairan yang disediakan alam bagaimana cara dan proses menanam, memelihara, memanen dan mengolah menjadi makanan sehat berkarbohidrat tinggi dan dapat diolah fermentasi menjadi minuman bir seperti di negara Belgia. Mengapa Nomensen dan penjajah Belanda tidak memberikan bangso Batak makan  buah dan minum air anggur rasa yang berumur sudah 1 tahun sampai rasa yang di atas 20 tahun. Lalu mengajarkan memanfaatkan hamparan kosong lembah,  tebing gunung dibuat secara terasering ditanami pohon anggur seperti dihamparan gurun Negev Israel.  Mengajarkan mulai dari bagaimana mempersiapkan jenis bibit unggul tahan cuaca ekstrim wilayah Toba, pohon kuat berbuah lebat dan rasa manis, menanam, memelihara, memanen, mem-packing serta pengelolaan pemasaran  buah segar serta diolah menjadi air anggur dengan teknologi yang masa itu sudah  maju dinegara eropa asal Nomensen dan penjajah Belanda.  

Mengapa Nomensen dan penjajah Belanda tidak memberikan bangso Batak merasakan dan menikmati minum susu segar secara teratur dan makan ice cream, yogurt, keju dan mengajarkan semua itu adalah berasal dari sapi atau domba peliharaan. Lalu mengajarkan keperluan lokasi lahan ternak dan bentuk dan tempat kandang, memelihara dan penyediaan pakan ternak, memeriksa kesehatan ternak, tatacara memeras dan penyimpanan susu ternak, mengolah dan manajemen pemasaran olahan susu ternak. 
     
Akhir tahun 2016 penulis saat perjalanan pulang dari kampungku ke Bekasi sengaja mengambil rute Silalahi, Tongging, Tigarunggu, Simarjarungjung, Parapat, Porsea, Balige, Tarutung dengan maksud lewat lintas tengah Sumatera.  Sejak Sipoholon melewati pinggiran kota Tarutung menyusuri jalan lintas yang agak lengang kulewati keindahan lembah pertanian, gunung lebat pepohonan dan kesejukan alam maka itukah sebabnya dinamai Rura Silindung.  Sepanjang perjalanan kulewati  sampai menjelang perbatasan Sipirok, yang nampak adalah pepohonan tua menghasilkan tidak bernilai tambah kepada perekonomian warga dan pemda setempat. Begitupun akhir tahun 2018 kutelusuri daerah daratan Simalungun, Karo, Dairi, Pakpak hampir semua ditumbuhi pohon jeruk manis milik rakyat berbuah musiman.  Banyak tampak merana tidak terurus karena biaya pengelolaan, biaya angkut tidak sepadan dengan hasil dari harga jual buah segar kepada pengepul.   Apakah buah jeruk manis tidak ekonomis diolah menjadi air buah dibotolkan, saya kurang paham.

Hamparan Lembah Gunung Daratan Sekeliling Toba  Menantimu Memanen Gandum dan Anggur 

Penulis tidak tahu percis berapa luas lahan lembah-gunung dan hamparan kosong yang sejak ratusan tahun lalu hingga sekarang diam tenang senyap hanya ditumbuhi ilalang dan belukar gersang yang rutin setiap tahun diterpa kemarau lalu terbakar.  Penatua dan Perangkat Pemerintahan Desa 7 Kabupaten Simalungun, Karo, Dairi, Samosir, Humbahas, Tobasa, Tapanuli Utara yang mengelilingi Danau Toba sepakatlah mewariskan kepada anak cucu keturunanmu turun temurun menjadikan Lembah Gunung Hamparan Kosong Maju Tani Ternak Wisata Kesehatan Pendidikan Makmur dengan makanan roti dari gandum dan bukan lagi hanya ubi dan nasi.  Air anggur yang diminum secara berseni berkelas dari pohon anggur  hamparan danau Toba sehingga bukan lagi hanya minum Tuak.  Susu segar atau bubuk, Ice Cream, Yogurt bahkan Keju untuk tambah cantik muka dan lembut kulit warga Batak. Serta daging Sapi rasa lembut sehingga tidak hanya nikmati rasa ikan arsik dan babi panggang atau sangsang. Hasil olahan tanam, kebun,ternak dari Tano Batak oleh Warga Batak secara tekun berseni seperti oleh warga Jepang akan mengisi kebutuhan penganan dan minuman tamu wisatawan berkelas dihotel atau memperkaya kuliner bangso Batak.

Tano Batak sekeliling Danau Toba agar diolah gunakan bermanfaat bagi anak cucu turun temurun, menurut penulis: 1.  Untuk gunung barisan sekeliling danau toba yang dipuncaknya terdapat hutan seperti Kecamatan Silahisabungan sampai ke Tulas tetapkan parit demarkasi selebar sampai 5 meter batas antara hutan dengan gunung lahan kosong tata berseni,  2. Semua gunung lahan kosong dibuat terasering dengan susunan batu secara kokoh rapi tampak indah dari dekat atau dari kejauhan sebagai karya seni (lihat YouTube terasing di China atau Desa di Pulau Jeju Korea Selatan) lalu dibuat lubang tanam pohon anggur dengan jarak rapi dan sebagian lubang untuk tanam pohon semisal Mahoni dan pohon berbuah sepanjang waktu semisal Kemiri atau Alpukat bukan mangga, 3. Semua lahan kosong daratan yang ditumbuhi ilalang, ditanami dengan jarak rapi pohon berbuah sepanjang waktu semisal Kemiri atau Alpukat,  4. Lembah sampai puncak gunung yang sama sekali tidak ditumbuhi hutan lakukan seperti butir 2 diatas, 5. Tekad bersama sepanjang waktu tidak boleh ada sebatang ilalang tumbuh liar diseluruh lembah gunung daratan, 6. Tidak boleh terjadi sebatang ilalang dan sekam terbakar atau dibakar, 7. Setiap lembar daun, batang ilalang, pohon jagung bekas panen dan sekam harus dikumpulkan diolah menjadi kompos bersama untuk tanaman pohon anggur atau tanaman umbian dan palawija rakyat, 8. Pengusahaan tanam anggur harus dilakukan secara kelompok termasuk pengolahan dan pemasaran hasil panen, 9. Pengusahaan pengolahan pemasaran hasil gandum dan ternak kemungkinan lebih cocok didaerah daratan Karo, Simalungun dan lainnya.

Yahudi mampu dan menghasilkan hasil tani dan kebun melimpah dilahan padang gurun Negev sekalpiun dan Ethiopia silahkan tonton di YouTube.  Semestinya bangso Batak pun mampu.   Dengan semua lahan lembah gunung daratan yang sejak lama hanya ditumbuhi ilalang diubah ditumbuhi tanaman berbuah bernilai tambah dan pepohonan berdaun lebat atau berbuah sepanjang waktu, maka kelak 20 tahun yang akan datang akan berubah menjadi gunung daratan pohon rimbun dan setiap lekuk bekas aliran air akan kembali dialiri air bening bersih.  Juga kembali dihuni jenis ikan seperti masa lalu waktu aku anak2.   Itulah kehebatan kearifan setiap warga  Jepang, semua hasil dicapai melalui proses sabar tekun target  berhasil sehingga menjadikan berumur panjang rata2 diatas 80 tahun dengan tetap sehat.

Untuk mewujudkan tujuan jangka panjang diatas, maka secara khusus Penatua dan Perangkat Desa Kecamatan Silahisabungan harus menyepakati sebagai RPJ Panjang Pelestarian Lingkungan Hidup, Pengembangan Parawisata, Peningkatan Pendidikan Pengetahuan dan Karakter, serta Kemakmuran Ekonomi Rakyat dituangkan dalam Perda Kabupaten dan mengalokasikan sebagian dana desa serta Pemkab konsisten secara jangka panjang mengawal dan menjembatani bantuan pengetahuan, tehnikal dan kebutuhan dana dari berbagai instansi pemerintah terkait dan NGO local dan asing untuk mewujudkan Visi Kecataman Silahsabungan menjadi Pilot Project untuk Tano Batak sekeliling Dana Toba.

Terlebih lembaga Gereja HKBP dan Katolik yang jemaatnya hingga saat ini dan seterusnya hidup dan bermukim di Tano Batak adalah yang paling berhutang untuk mewujudkan kemajuan dan kemakmuran Bangso Batak di Tano Batak. Gereja harus pula bertanggung jawab atas tumbuh munculnya pragmatisme dan kebodohan keyakinan beberapa warga Batak seperti belakangan ini terjadi di 3 tempat diadakan Acara Babi Ambat dalam rangka menangkal Wabah Covid19.   Penulis sangat menuntut kepada Gereja HKBP dan Katolik agar memimpin mewujudkan Bangso Batak maju makmur damai berakal sehat di Tano Batak dengan menugaskan dan menempatkan Pendeta dan Pastor sudah pendidikan luar negeri dari negara maju dibantu banyak pendeta dan pastor muda.  Saya tidak banyak berharap ada tekad dan idealisme dari lulusan Fakultas Pertanian atau Peternakan maju untuk juga memajukan bersama Bangso Batak di Tano Batak.(*) 
  BeritaTerkait
  • Senandung Rindu Bonapasogit, Sebuah Catatan Kecil

    3 tahun lalu

    Rustika, salah seorang panitia selalu membimbing seluruh panitia untuk berdoa, baik memulai rapat siang itu menyerahkan pada Tuhan agar rencana berjalan lancar, begitu para undangan boleh hadir den

  • Jamita Evangelium 11 Nopember 2018, Minggu XXXIV Dung Trinitatis : Mika 6: 6-8 Ulahon ma Uhum dohot Holong ni Roha di Habasaon

    2 tahun lalu

    Oleh: Pdt Dr. Robinson Butarbutar, Parsameanta, STT-HKBPDung dipanghulingi Debata Jahowa hita marhite hatana di minggu na salpu, uju i dipangido tu hita asa mangarataratai silehonlehonNa mardonganhon

  • Adat Budaya Jati Diri Bangso Batak

    11 bulan lalu

    Pasal 28 I ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 dengan tegas mengatakan, "Identitas budaya dan hak masyarakat tradisional dihormati selaras dengan perkembangan zaman dan peradab

  • Zulkaidah Harahap dengan Opera Batak

    4 tahun lalu

    PelitaBatak.com : Hiburan pementasan yang menghiasi perjalanan sejarah bangso Batak, opera batak, kini nyaris tidak dipentaskan lagi. Masuknya media televisi dan jejaring sosial, mengalihkan perhatian warga Bangso Batak dan masyarakat modern pada umumnya

  • Hak 'Ora' Sebagai Budaya Tidak Menjual Tanah Bagi Orang Batak

    3 tahun lalu

    Tidak menjual tanah bagi orang Batak sudah sering penulis suarakan, dengan melihat tidak adanya istilah jual beli tanah di tengah orang batak itu sendiri.  Setelah diteliti didalam peraturan p

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb