• Home
  • Opini
  • Gagasan Reboisasi Di Dolok Siatas Barita, Patut Didukung
KSP Makmur Mandiri
Minggu, 06 Juni 2021 19:53:00

Gagasan Reboisasi Di Dolok Siatas Barita, Patut Didukung

Oleh : Enderson Tambunan
BAGIKAN:
Ist|pelitabatak

GAGASAN mereboisasi lahan di Dolok Siatas Barita, Kabupaten Tapanuli Utara, dicetuskan oleh Forum Komunikasi & Sinergi Rura Silindung Nauli (FKS-RSN) dalam diskusi virtual Minggu malam (30/5/21).

Gagasan ini bentuk kepedulian terhadap lingkungan, terutama lahan yang perlu dirawat untuk kepentingan bersama, dalam hal ini masyarakat Rura Silindung. 

Dalam diskusi itu dikedepankan  bahwa untuk mewujudkan gagasan tersebut  FKS-RSN  akan mengajak kerja sama, antara lain,    Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, tokoh agama dan pemuka masyarakat. 

Reiboisasi di lahan Siatas Barita dimaksudkan sebagai percontohan gerakan moral  peduli  lingkungan dalam upaya mencegah banjir bandang dan tanah longsor. 

Pengurus inti dan anggota FKS-RSN yang mengikuti diskusi tersebut,  Ketua Umum Sahala Panggabean; Wakil Ketua Umum Oliver Simorangkir;  Ketua Harian Gilbert Simanjuntak; Sekretaris Jenderal  Budi Lumban Tobing; Bendahara  Emma boru Lumban Tobing; Ketua Wilayah Bona Pasogit Silindung Gunawan Panggabean; Penasihat Posma Lumban Tobing dan Pinondang Simanjuntak; serta anggota: Pos Hutabarat, Singal Sihombing, Daulat Lumban Tobing, dan penulis. 

Ketua Umum FKS-RSN Sahala Panggabean dalam  penjelasannya yang dilengkapi dengan foto-foto, mengemukakan, sesuai informasi yang diterima, terdapat beberapa lahan di Kabupaten Tapanuli Utara yang perlu direboisasi, namun untuk awal ini  FKS-RSN ingin fokus ke lahan di Dolok Siatas Barita, lokasi Objek Wisata Rohani Salib Kasih. 

Gilbert Simanjuntak sebagai moderator meminta semua peserta menyampaikan pendapat sebagai masukan penting yang akan dibahas pada diskusi berikutnya. Permintaan moderator dipenuhi peserta, yang pada intinya sependapat perlu gerakan reboisasi. 

Ketua Wilayah Bona Pasogit Silindung Gunawan Panggabean, yang beberapa hari sebelumnya  melakukan survei  lapangan, menjelaskan, pemerintah memiliki lahan di Siatas Barita yang mungkin dapat dijadikan lokasi.  Kita minta dari pemda supaya diberikan hak usaha  2 - 3 hektare  untuk dijadikan  percontohan reboisasi. Lokasinya dekat Objek Wisata Salib Kasih. Di sana mungkin dapat ditanami tanaman hutan spesifik daerah, misalnya kemenyan,  kayu kapur, sialagundi,  pohon alam lokal  langka, serta aneka tanaman hias. Nantinya ini dapat menjadi lokasi retret kerohanian. 

Gunawan mengatakan, pihak Kehutanan Tapanuli Utara saat ini memiliki bibit-bibit pohon yang siap ditanam. 

Penasihat FKS- RSN Posma Lumban Tobing juga sependapat pentingnya segera dilakukan reboisasi. Ia memberikan banyak masukan, antara lain, menyangkut jenis pohon  yang akan ditanam. Ia berpendapat yang  ditanam sebaiknya jenis buah-buahan.

Gilbert menandaskan masukan yang diperoleh dari semua peserta pada diskusi pertama ini akan difinalkan pada pertemuan berikut. Terkait dengan itu, peserta diskusi kedua akan diperluas dengan mengundang, antara lain, pihak KLHK dan Pemkab Tapanuli Utara. 

Dalam perbincangan terpisah, Sahala Panggabean mengemukakan, jika dipilih sebagian jenis bibit pohon  buah-buahan maka lokasi reboisasi  akan dapat menjadi objek agrowisata.  Dari Salib Kasih, turis dapat melanjutkan perjalanannya ke taman buah. 

Sedang untuk pembiayaan, Sahala mengharapkan para anggota FKS-RSN di mana pun berada menjadi donatur sukarela. Berapa pun donasi  akan sangat berarti. 


PEKERJAAN BESAR

Gagasan reboisasi percontohan ini muncul sekitar dua minggu setelah terjadinya banjir bandang  di Kota Wisata Parapat, Kabupaten Simalungun. Respons cepat ditunaikan oleh Ketua FKS-RSN dengan menghubungi beberapa putra-putri Rura Silindung. Maka disepakati untuk dibicarakan dalam diskusi virtual. 

Merealisasikan gagasan reboisasi ini, walaupun dalam konteks di lahan terbatas, tentulah tidak mudah. Ini pekerjaan besar yang tidak dapat tuntas hanya dalam waktu singkat. Oleh karena itu  kerja sama dengan pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat sungguh penting. Terutama dalam perolehan lahan yang dikuasai oleh negara, yang  akan ditanami kembali. 

Reboisasi dan bentuk lain dalam pelestarian lingkungan sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Taput dengan Bupati Nikson Nababan dan Sarlandy Hutabarat, periode 2019 - 2024, terutama poin  5 dan 6. Poin 5 berbunyi: Meningkatkan destinasi wisata melalui pengembangan kawasan wisata alam dan budaya, rohani, dan agrowisata. Poin 6: Meningkatkan kualitas infrastruktur yang terintegrasi dengan mengacu pada penataan ruang/wilayah, perlindungan sumber daya alam dan pelestarian lingkungan hidup. Kedua misi ini bersama enam misi lainnya bermuara pada pencapaian Visi:

"Tapanuli Utara sebagai Lumbung Pangan dan Lumbung Sumber daya Manusia yang Berkualitas serta Daerah Wisata". 

Jadi gagasan ini menjadi oase akan kehausan pada perawatan lingkungan. Oleh karena itu gagasan ini patut didukung. 

Muara gagasan ini tentu kerja sama yang baik dalam penentuan lokasi, pemilihan jenis tanaman, penanaman dan pengawasan  supaya tanaman dapat tumbuh. Tanaman yang mati hendaknya segera diganti. Oleh karena itu, perlakuan  pascapenanaman sangat penting. 

Mengutip pandangan Gunawan Panggabean, kita berharap realisasi gagasan ini menjadi "tona" atau pesan bagi generasi muda untu melanjutkan reboisasi dan "merawat" hutan supaya fungsi  beragam pepohonan, termasuk menyerap gas emisi CO2, tidak terganggu. 

Dengan bantuan donasi para anggota FKS-RSN, dukungan pemerintah (pusat dan daerah), serta masyarakat kita yakin gagasan ini dapat terealisasi. Peduli lingkungan itu indah. ***

(Enderson Tambunan, Alumni Angkatan 70 SMAN Tarutung, wartawan, tinggal di Bekasi)

  BeritaTerkait
  • FKSRSN Menggagas Reboisasi Percontohan di Siatas Barita

    2 minggu lalu

    Jakarta (Pelita Batak):Beberapa lahan hutan  di Rura  Silindung, Kabupaten Tapanuli  Utara, Provinsi Sumatra Utara, sudah saatnya direboisasi untuk mencegah banjir bandang dan tanah lon

  • Wisata Bangkit, Pertumbuhan Ekonomi Meningkat

    3 tahun lalu

    MASYARAKAT patut berbangga hati, di era pemerintahan Drs Nikson Nababan MSi sebagai Bupati Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dan Ibu, Sartika Simamora sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dek

  • Juliski Simorangkir Reses di Siatas Barita Taput

    3 tahun lalu

    Laporan Jeje TobingAnggota DPRD Sumut, dari Komisi E Juliski Simorangkir, pada Rabu 08 Maret 2018 yang lalu telah melakukan Reses di Tapanuli Utara dan kali ini dilaksanakan di Kecamatan Siatas Barita

  • 14 Tersangka Kerusuhan Taput Ditahan Polda

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak):Kepolisian secara resmi telah resmi menetapkan sebanyak 14 orang tersangka atas kerusuhan yang terjadi di kantor Panwasli Tapanuli Utara (Taput) yang terjadi pada, Senin (17/7) la

  • Great Harvest Festival 2019 Siap Hebohkan Toba Samosir

    2 tahun lalu

    TOBA SAMOSIR (Pelita Batak):Great Harvest Festival 2019 siap membuat heboh Toba Samosir, Sumatera Utara. Ajang ini akan diikuti oleh ratusan diaspora di Eropa dan Australia. Agenda akan digelar pada 1

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2021 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb