• Home
  • Opini
  • Demokrasi Adu Borong Partai, Pengangguran Semakin Banyak
KSP Makmur Mandiri
Rabu, 09 September 2020 11:42:00

Demokrasi Adu Borong Partai, Pengangguran Semakin Banyak

Oleh : Andi Siregar
BAGIKAN:
Ist| pelita Batak
Andi Siregar, Humbahas
MUNGKIN hari hari sekarang ini,  orang yg sedang berada di zona nyaman, yang masih memiliki pekerjaan, yang sudah di jamin negara dll tidak terlalu perhatian akan hal ini, dan menganggap biarlah itu urusan Politisi.  Tapi apakah kita tutup mata disekitar kita, keluarga kita berapa orang sekarang yg dalam hati menangis tidak punya pekerjaan, tidak punya kesempatan. mereka yang menganggur sangat banyak yang sekolah tinggi, lulus dari universitas terbaik. Tapi apa kenyataan saat ini, mereka sangat susah cari Pekerjaan, dan tidak dapat pekerjaan. Mereka sangat tertekan dengan kenyataan bahwa kenapa tidak ada kesempatan. Mereka kerja serabutan,  yang penting bisa bertahan hidup. 

Arah demokrasi sangat menentukan untuk menyelesaikan persoalan ini.

 Hari hari sekarang kelompok kelompok tertentu akan semakin besar, kaya, makin kuat,  yang berada zona nyaman hanya cukup bersyukur .

Adu borong partai akan mengarahkan kebijakan Kepala daerah untuk menguntungkan kelompok itu. Semua lobi lobi proyek, investasi akan prioritas terhadap kelompok itu. maka tidak heran, bahwa ada kelompok kelompok yang memiliki banyak perusahaan, banyak pekerjaan, tetapi sumber daya manusia yang digunakan kelompok itu adalah sedikit. Karena sumber daya manusia yg digunakan kebanyakan akan rangkap pekerjaan, 1 orang menagani beberapa perusahaan,sehingga untung dan kekayaan akan semakin bertambah dan semakin kuat. Sehingga tidak ada lagi kesempatan buat rakyat, generasi muda,  karena pekerjaan itu sudah di borong. 

Lalu bagaimana dengan nasip anak muda yang menganggur itu,  mereka menangis,tidak bisa berbuat apa apa, hanya menonton, mengiba melihat orang yang sedang di zona nyaman sedang tertawa memberikan komen komen di media sosial dengan lepas berkumpul dengan sahabat dan keluarga. Yang menganggur hanya membaca, menonton, dan mangiba,  dan meratapi kondisi hari ini. 

Sebagai generasi muda, saya mau menggerakkan moral demokrasi supaya berproses yg baik, memilih pemimpin yang  paling berkualitas, sehingga kedaulatan ditangan rakyat,  dan kebijakan akan Pro rakyat. Kalau Pemimpin memborong partai karena takut kalah,  maka kita tidak akan mampu memilih mana pemimpin terbaik karena tidak ada perbandingan adu ide, gagasan program. Maka itu, langkah nyata melawan demokrasi adu borong partai  adalah memenangkan kolom kosong,  maka nanti di pilkada masa depan demokrasi yang kita harapkan sebagai generasi muda, adalah demokrasi adu Gagasan, Ide, Program.(**)

Andi Siregar, Humbahas
  BeritaTerkait
  • Koalpar vs Koalra

    3 hari lalu

    PARTISIPASI anak rantau Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dalam pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 ini barangkali tidak se-“heboh” perantau kabupaten yang satu ini

  • Jargon Minoritas-Mayoritas Keagamaan Belum Hilang

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Masa Bakti 2015 – 2020, Baktinendra Prawiro,MSc,MH mengatakan persoalan politik di I

  • Pembumian Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika serta Penguatan NKRI dan UUD 1945

    4 tahun lalu

    Indonesia Raya selalu berdiri kuat dan semakin bergerak kokoh dari dahulu, kini, dan seterusnya karena memiliki ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945, yang mengakui, melindungi, memfasilit

  • Negara Hukum Demokratis Konstitusional : Lembaga Negara Dan Kepemimpinan Negara

    3 tahun lalu

    Oleh : Firman Jaya Daeli (Mantan Anggota Komisi Politik Dan Komisi Hukum DPR-RI)Konstitusi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) : UUD 1945 secara konstitusional telah meletakkan dengan tegas dan

  • Sabam Sirait Kembali Terbitkan Buku

    3 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Sabam Sirait, bisa jadi, merupakan tokoh politik Indonesia yang masih hidup yang memiliki pengalaman paling panjang. Seperti ditulis Cornelis Lay dalam buku Sabam Sirait: Berpoli

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb