• Home
  • Opini
  • Catatan Tentang Putri Lopian dari Tanah Batak di Hari Kartini
KSP Makmur Mandiri
Selasa, 25 April 2017 06:10:00

Catatan Tentang Putri Lopian dari Tanah Batak di Hari Kartini

Oleh: DEacy Lumbanraja
BAGIKAN:
Facebook
Deacy Lumbanraja, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak FBBI
Perjuangannya sebagai Putri Batak, kurang dikenal seperti hal nya pejuang WANITA lainnya dari daerah di Indonesia,
 
Pada awal tahun 1907 pasukan Belanda mulai mendekati Pearaja Dairi karena Raja Sisingamangaraja XII bertekad mempertahankan Pearaja Dairi maka seluruh keluarga kaum wanita dan anak-anak harus menyingkir dari daerah itu. Tetapi Lopian yang pada waktu itu anak gadis berusia 17 tahun tidak mau ikut menyingkir karena ia berkeras hati tetap harus ikut berperang melawan penjajah Belanda.
 
Dalam pertempuran tanggal 17 Juni 1907 di Aek Sibulbulon Pearaja Dairi seluruh pejuang yang berpantang menyerah itu gugur karena jumlah dan persenjataan yang tidak sebanding dengan pasukan Belanda.
 
Oleh pasukan Belanda, jenazah Raja Sisingamangaraja XII, jenazah putranya Raja Patuan Nagari dan Raja Patuan Anggi dibawa melalui Tele ke Balige dan kemudian dikuburkan di Tarutung.
 
Sedang jenazah Lopian Boru Sinambela ditinggalkan dengan ditimbun dalam jurang bersama panglima dari Aceh.
 
Dan tinggallah Lopian di hutan Pearaja Dairi …
 
Bulan April kita memperingati Hari Kartini... semoga kita juga mengingat perjuangan Putri Lopian. (Jakarta, 12 April 2016.
Salam Boru Batak, Deacy Lumbanraja, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Anak FBBI).
  BeritaTerkait
  • Pendidikan Harga Mati di Lanny Jaya Papua

    4 tahun lalu

    Papua (Pelita Batak) : Dalam sambutannya, Bupati Befa Yigibalom, SE, M,Si menyatakan bahwa pendidikan adalah harga mati untuk membangun di Kabupaten Lanny Jaya, Provinsi Papua. “Kami tidak

  • Menelusuri Liku-liku Jalan di Bonapasogit dan Merajut Semangat Leluhur

    3 tahun lalu

    Pulang ke kampung saya, Sigolang di lereng pebukitan Bukit Barisan di deretan Tapanuli Selatan sangat berkesan. Keberangkatan kali ini, diawali dihari Kamis, tanggal 27 April 2017 dengan bangun san

  • Melalui Kedaulatan Pangan dan Ekonomi Kerakyatan Menuju Humbang Hasundutan Hebat dan Bermentalitas Unggul

    tahun lalu

    PendahuluanKITA patut bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kini Kabupaten Humbanghasundutan usianya mencapai 16 Tahun setelah terbentuk menjadi daerah pemekaran otonomi daerah baru salah satunya di I

  • Istri Pasangan DJOSS Ngobrol Bareng Pekerja Kreatif di Berastagi

    3 tahun lalu

    Karo (Pelita Batak):Tak kalah dengan suami-suami mereka, istri Pasangan Calon (Paslon) Gubernur Sumatera Utara yang dikenal dengan Pasangan DJOSS, yakni Happy Farida (istri Djarot Saiful Hidayat) dan

  • Tuan Syech Ali Akbar Marbun Harapkan Perayaan Hari Jadi Humbahas Tahun Ini Dipusatkan di Parlilitan

    3 tahun lalu

    Doloksanggul(Pelita Batak): Tokoh Nasional Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Indonesia sekaligus Putra Daerah Humbanghasundutan Sumatera Utara Tuan Syech Ali Akbar Marbun, Usulkan Pelaksanaan Pesta

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb