• Home
  • Opini
  • "Pancasila Ideologi NKRI (Indonesia Raya) Sebagai Rumah Bersama Membangun Persatuan Indonesia Yang Bhinneka Tunggal Ika"
KSP Makmur Mandiri
Senin, 12 Juni 2017 06:06:00

"Pancasila Ideologi NKRI (Indonesia Raya) Sebagai Rumah Bersama Membangun Persatuan Indonesia Yang Bhinneka Tunggal Ika"

BAGIKAN:
Ist
DR. Yudi Latief, MA (Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila), DR. Albertus Patty, MA, MST (Ketua MPH PGI), dan Firman Jaya Daeli (Pengamat Politik Hukum) Menjadi Pembicara Seminar "NKRI Dan Pancasila : Rumah Bersama Membangun Persatu
Oleh : Firman Jaya Daeli (Pengamat Politik Hukum Dan Mantan Anggota Komisi Politik & Komisi Hukum DPR-RI)

Pancasila sebagai Ideologi dan Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) secara ideologis, filosofis, dan sosiologis merupakan "titik pijak, titik berdiri, titik jumpa, titik proses, titik arah, titik tuju" Indonesia Raya. Kebhinnekaan (Bhinneka Tunggal Ika) sudah merupakan kenyataan dan sekaligus menjadi kekayaan masyarakat dan bangsa Indonesia. Dengan demikian Kebhinnekaan Indonesia menjadi semakin bermakna ketika dipraxiskan menjadi kekuatan untuk mengembangkan dan menggelorakan Persatuan Indonesia. Agenda Persatuan Indonesia berfungsi strategis untuk memediasi, mengatasi, dan juga menguati kebhinnekaan. 

Pancasila relevan dan efektif menjadi "titik pijak, titik berdiri, titik jumpa, titik proses, titik arah, titik tuju" Indonesia Raya karena sungguh-sungguh mengandung, merekomendasikan, memperjuangkan, mewujudnyatakan nilai sosial dan universal dari Ketuhanan (etik, moral, spritual). Kemudian kemanusiaan, keadaban, kesatuan, kebersamaan, kerakyatan, kemusyawarahan, dan keadilan. Sila-Sila dan Nilai-Nilai Pancasila tidak mengandung dan tidak menyetujui diskriminasi dan juga memastikan tidak mengandung dan tidak merekomendasikan pendekatan mayoritas dan minoritas. Proses dan hasil positif dari kebhinnekaan menjadi semakin tumbuh berkembang ketika disertai dan dikuati dengan pengembangan semangat dan etos Sila-Sila dan Nilai-Nilai Pancasila dalam setiap dan seluruh kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Doktrin Pancasila pada dasarnya menjadi instrumen penjaga dan pemakna nyata dalam perjuangan merealisasikan prinsip Berdaulat Di Bidang Politik, Berdikari Secara Ekonomi, Berkepribadian Dalam Kebudayaan. Prinsip ini dan sikap watak Gotongroyong Keindonesian merupakan benteng pertahanan kuat menjaga Indonesia Raya ketika ada intervensi dan distorsi dari dan fundamentalisme dan radikalisme agama serta fundamentalisme dan liberalisme ekonomi yang keberadaan dan pergerakannya bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945. 

Masyarakat dan bangsa Indonesia terpanggil dan menjadi bangga dan bersemangat karena memiliki Pancasila, yang sistemnya, isinya, konstruksinya merupakan kepribadian kita sebagai masyarakat dan bangsa Indonesia. Sila-Sila dan Nilai-Nilai Pancasila yang digali Bung Karno (Proklamator Republik Indonesia dan Presiden Pertama Republik Indonesia) dari dinamika kehidupan dan kepribadian masyarakat bangsa Indonesia - menjadi solusi dan jalan ideologis kemasyarakatan, kebangsaan, dan kenegaraan Indonesia Raya. Pancasila mempersatukan (Persatuan Indonesia) dan menguatkan (Keadilan Sosial) kita dalam wadah NKRI sebagai Rumah Besar Kebangsaan Indonesia Raya.(**)


*Disampaikan dalam seminar yang membahas Pancasila, Kebhinnekaan, dan Persatuan Indonesia, berlangsung di Jakarta, Sabtu, 3 Juni 2017, yang dihadiri oleh sejumlah peserta dari berbagai kalangan dan kota. Seminar diselenggarakan DPD HIMNI Provinsi DKI Jakarta, dengan Ketua Pengurus Ir. Yustus F. Harefa dan Ketua Panitia Desmen Hia, SH. Seminar bertemakan : "Pancasila Ideologi NKRI (Indonesia Raya) Sebagai Rumah Bersama Membangun Persatuan Indonesia Yang Bhinneka Tunggal Ika". Seminar menghadirkan para Pembicara : (1). DR. Yudi Latief, MA (Ideolog dan Cendekiawan) - yang sekarang ini menjadi Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP Pancasila) ; (2). DR. Albertus Patty, MA, MST (Teolog dan Ketua MPH PGI) ; (3). Firman Jaya Daeli (Pengamat Politik Hukum dan mantan Anggota Komisi Politik & Komisi Hukum DPR-RI), dan dipandu moderator Pdt. DR. Nas. Giawa.
  BeritaTerkait
  • Jargon Minoritas-Mayoritas Keagamaan Belum Hilang

    4 tahun lalu

    Jakarta (Pelita Batak) : Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Masa Bakti 2015 – 2020, Baktinendra Prawiro,MSc,MH mengatakan persoalan politik di I

  • DKI Jakarta : Rumah Kita Bersama

    4 tahun lalu

    PILKADA serentak tahun 2017 telah terselenggara secara langsung, demokratis, aman, selamat, dan sukses. Penyelenggaraan tahun 2017 ini melanjutkan kesuksesan dan semakin melengkapi keberhasila

  • Firman Jaya Daeli Bersama Ketua NU Bahas Pancasila dan NKRI di Mataram

    4 tahun lalu

    Mataram(Pelita Batak): Forum Dialog Terbuka yang bertemakan "Silaturahim Kebangsaan : Membumikan Pancasila Dan Menjaga NKRI", digelar di Mataram - Lombok - Nusa Tenggara Barat / NTB.

  • Pancasila Rumah Bersama : Indonesia Raya Dan Agenda Membumikan Pancasila

    2 tahun lalu

    Oleh : Firman Jaya Daeli (Mantan Komisi Politik Dan Hukum DPR-RI)Konstitusi UUD 1945 secara meyakinkan sudah merumuskan dengan sangat jelas dan tegas mengenai Pancasila. Perumusan materi Sila-Sila Pan

  • Pembumian Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika serta Penguatan NKRI dan UUD 1945

    4 tahun lalu

    Indonesia Raya selalu berdiri kuat dan semakin bergerak kokoh dari dahulu, kini, dan seterusnya karena memiliki ideologi Pancasila dan konstitusi UUD 1945, yang mengakui, melindungi, memfasilit

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb