• Home
  • News
  • Warisan Nenek Moyang, Kearifan Lokal Modal Dasar Hadapi Bencana
KSP Makmur Mandiri
Jumat, 25 Januari 2019 06:49:00

Warisan Nenek Moyang, Kearifan Lokal Modal Dasar Hadapi Bencana

BAGIKAN:
IST|pelitabatak
Medan (Pelita Batak):
Indonesia sebagai negara yang berada di jalur cincin api atau Ring Of Fire, memiliki sejarah yang panjang dengan berbagai bentuk bencana. Belajar dari pengalaman tersebut, maka nenek moyang bangsa ini telah mengerti bahwa untuk bisa hidup berdampingan dengan alam, manusia tidak usah melawan kodrat yang telah ditentukan oleh alam. Manusia itu sendiri harus mampu membuat berbagai bentuk kearifan lokal sehingga alam menjadi sahabat kita.

Demikian disampaikan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Plt. Kadis Pendidikan Kota Medan Drs H Marasutan MPd pada saat menghadiri Seminar Nasional "Kearifan Lokal dalam Mewujudkan Lingkungan yang Produktif" di Ruang Senat Biro Rektor USU, Kamis (24/1).

Plt. Kadis Pendidikan Kota Medan menjelaskan bahwa salah satu bentuk kearifan lokal bisa dilihat dalam hal arsitektur tradisional bangunan di tanah air ini. Contohnya adalah rumah-rumah tradisional di Nias yang dibangun dengan kokoh walaupun tanpa menggunakan paku.

"Ada banyak sekali bentuk kearifan lokal yang ada di Indonesia ini khusunya Medan, salah satunya rumah tradisional yang ada di Kota Nias yang dibangun sangat kokoh. Rumah tradisional itu mampu selamat selama puluhan bahkan ratusan tahun walaupun telah beberapa kali dilanda gempa yang dahsyat," ujarnya.

Selanjutnya Marasutan mengatakan, nilai kearifan lokal itu ada yang sudah kurang relevan dengan kehidupan masa kini, namun bukan berarti dapat ditinggalkan begitu saja. Yang harus dilakukan adalah kita dapat memilih mana saja nilai kearifan lokal yang masih bisa diterapkan saat ini.

"Dengan banyaknya suku bangsa di Indonesia, tidaklah mengherankan jika suatu saat akan lahir arsitek-arsitek muda yang mampu memadu-madankan desain tradisional para leluhur dengan gaya modern seperti saat ini," tambah Marasutan.

Berharap dengan menghadirkan pakar-pakar yang ahli dibidangnya, kegiatan seminar nasional mampu menjadi awal bagi semua yang hadir disini untuk dapat menggali nilai kearifan lolal dari para leluhur kita terutama dalam bidang teknik arsitektur.

"Saya berharap kegiatan ini akan mampu menjadi awal untuk kita kembali menggali nilai-nilai kearifan lokal para leluhur kita, utamanya dalam hal segi teknik arsitektur," harapnya.

Dalam kesempatan ini Wakil Dekan I Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Prof DR. ING. Ir Johannes Tarigan menyampaikan Kearifan lokal adalah pandangan dari suatu tempat yang bersifat bijaksana dan bernilai, baik yang diikuti dan dipercayai oleh masyarakat di suatu tempat tersebut dan sudah diikuti secara turun temurun.

"Kearifan lokal tersebut menjadi penting dan bermanfaat hanya ketika masyarakat lokal yang mewarisi sistem pengetahuan itu mau menerima dan mengklaim hal itu sebagai bagian dari kehidupan mereka," ucapnya.

Dengan cara mewarisi pengetahuan scara turun temurun, kearifan lokal dapat disebut sebagai jiwa dari budaya lokal. Hal itu dapat dilihat dari ekspresi kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari karena telah terinternalisasi dengan sangat baik. Setiap bagian dari kehidupan masyarakat local tersebut akan selalu berhubungan dengan lingkungan hidup.

"Kearifan lokal akan selalu terhubung pada kehidupan manusia yang hidup di lingkungan hidup yang arif. Karena lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda yang berada didalamnya baik itu makhluk hidup maupun benda mati," ungkapnya.

Adapun yang menjadi narasumber dalam seminar ini adalah Prof Ir. Iwan Sudrajat, M.AA, PHD, Ir. nurlisa Ginting,M.SC, PHD, Ir Gregorius Antar Awal, IAI, para pemakala dari Universitas se-Indonesia, dan para mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara.

Turut hadir dalam seminar ini Wakil Rektor III Universitas Sumatera Utara DRS Mahyuddin K.M. Nasution M.I.T, PHD, Wakil Dekan I Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Prof DR. ING. Ir Johannes Tarigan, Ketua Departemen Arsitektur Falultas Teknik Universitas Sumatera Utara DR. Ir Dwira Nirfaloni Aulia, M.SC beserta staf pengajar. (RF|TAp)
  BeritaTerkait
  • Resensi Buku "TOBA - Seri Kaldera Nusantara ", Penulis : A. Ratdomopurbo et.al

    2 minggu lalu

    Oleh : Sampe L. PurbaMembaca buku ini, kita seakan dibawa berselancar ke dunia ilmiah historis beraroma dongeng geologis yang dibungkus dengan pilihan kata yang renyah memikat dan mudah diikuti kaum a

  • Dukung Pengembangan Pariwisata, Pemerintah Akan Perbaiki Beberapa Rumah Adat Batak Samosir

    7 bulan lalu

    Samosir (Pelita Batak):Untuk mendukung pengembangan pariwisata di wilayah sekitar Danau Toba, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memperbaiki sejumlah Rumah

  • Kita dan Negara Harus Cepat Menangkal Yang Nakal

    2 tahun lalu

    Oleh: Weinata Sairin"Obsta principiis. Tangkallah sejak dari permulaannya."Kata "tangkal" digunakan oleh pengguna bahasa Indonesia dan juga oleh para pemakai bahasa Sunda dalam arti yang, tentu saja b

  • Datsun Risers Expedition 2 Eksplorasi Kekayaan Budaya dan Alam di Lampung

    3 tahun lalu

    Lampung (Pelita Batak) : PT. Nissan Motor Indonesia (NMI) telah sukses melaksanakan Datsun Risers Expedition (DRE) 2 yang dimulai di kota Bandar Lampung dari tanggal 11 – 13 November 2016.

  • Syahrul Pasaribu : Ayo! Kembangkan Budaya 'Marsialap Ari'

    3 tahun lalu

    Tapanuli Selatan (Pelita Batak) :Budaya 'marsialap ari' atau gotong royong yang sudah mulai terlupakan diminta kembali digalakkan di Tapanuli Selatan.Hal itu disampaikan Bupati Tapanuli Sela

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb