• Home
  • News
  • Warga Paratusan Parmonangan Protes Penebangan Pinus di Kawasan Hutan
KSP Makmur Mandiri
Kamis, 13 April 2017 11:37:00

Warga Paratusan Parmonangan Protes Penebangan Pinus di Kawasan Hutan

BAGIKAN:
ist|PelitaBatak
Ilustrasi
Taput (Pelita Batak) :
Penebangan pohon pinus secara besar-besaran di kawasan hutan Paratusan Desa Manalu Dolok Kecamatan Parmonangan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) menuai protes keras dari masyarakat. 
 
Warga Desa Manalu Dolok Kecamatan Parmonangan J Manalu, Sabtu (8/4) mengungkapkan, masyarakat di desanya sudah sering komplain bahkan sudah membuat laporan namun tidak ditanggapi. Bahkan sudah mempalang mobil pengangkut kayu. 
 
"Setiap harinya, ratusan kubik pinus gelondongan diangkut dari hutan Paratusan dan dikumpulkan di tempat penumpukan (TPn) kayu di Desa Silakitang Kecamatan Sipoholon. Pengusahanya yang saya ketahui S Munthe. Kami juga memprotes keras kegiatan penebangan pohon pinus itu. Jalan di perkampungan kami juga rusak akibat mobil pengangkut pinus gelondongan melebihi tonase. Kami duga, oknum aparat pemerintah maupun penegak hukum ada bermain mata di balik ini semua. Buktinya, kenapa tidak ditindak. Jelas-jelas mobil pengangkut pinusnya sudah melebihi tonase tapi tidak ada dirazia," ungkapnya.
 
Menurutnya, hutan harusnya dilestarikan dan pemerintah terus menggalakkan penghijauan. Bukan malah membiarkan penebangan secara besar-besaran.
 
"Kenapa penebangan pinus secara besar-besaran di desa kami dibiarkan dan tidak ada penindakan. Malah izinnya dikeluarkan," ujarnya nada bertanya. 
 
Pantauan SIB di lokasi penebangan hutan pinus itu terdapat plank izin: Sistem Informasi Penata Usahaan Hasil Hutan (SIPUHH) dan pembayaran Provisi Sumber Daya Hutan Dana Reboisasi (PSDHDR) atas nama Sudianto Munthe  dari Direktorat Jendral Pengelolaan Hutan Produksi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Namun di plank  itu tidak ada disebutkan nama perusahaannya. 
 
Puluhan truk bebas mengangkut ratusan kubik kayu pinus gelondongan dari kawasan hutan Paratusan itu.
 
Kepala Badan Perizinan Terpadu Taput Alkari Purba yang dikonfirmasi SIB via telepon selulernya mengungkapkan, biasanya kalau penebangan kayu harus ada izin pengurusan TPn ke Badan Perizinan Taput.
 
"Semua TPn kayu hasil penebangan hutan di Taput baik  yang di Kecamatan Parmonangan  tidak ada izinnya. Waktu saya dulu bertugas di Dinas Kehutanan, izin TPn harus ada diurus. Tetapi ini tidak ada, " ungkapnya.
 
Kepala UPT KDH 12 Dinas Kehutanan Provinsi Sumut Elpin Situngkir yang dikonfirmasi SIB, Senin (10/4) di kantornya mengungkapkan,  pengusaha yang 
melakukan penebangan pohon pinus itu adalah  Sudianto Munthe.
 
"Pengusahanya sudah mengurus izin melalui SIPUHH online ke provinsi. Begitu juga pembayaran PSDHDR melalui online ke provinsi. Semua pengurusannya langsung ke provinsi dan tembusannya belum ada sampai ke kita. Kita pun tidak mengetahui kapan diurus izinnya. Dan itu masih kita dalami," ungkapnya.
 
Mengenai perusahaan, dia mengungkapkan, nama perusahaan penebangan kayu  itu belum diketahuinya. Karena pihaknya belum mendapat tembusan dari provinsi.
 
"Tembusan itu yang masih kita cari sekarang. Kalau masalah status lahan, yang saya ketahui kawasan itu merupakan kawasan alas hak bukan kawasan reboisasi. Karena kawasan alas hak apabila lahan sudah jelas kepemilikannya, tinggal melalui proses SIPUHH online saja. Tetapi kalau kawasan hutan reboisasi harus mengurus izin yang lain lagi, " terangnya
 
Mengenai izin TPn, dia mengatakan, harus mengurus SK lagi untuk pengurusan TPn. Soal izin TPn dari penebangan pinus itu, katanya, ia belum mengetahui secara pasti.
 
Pengusaha Sudianto Munthe yang dikonfirmasi SIB via telepon selulernya mengungkapkan, izin SIPUHH dan PSDHDR sudah diurusnya melalui online.
 
"Untuk penebangan itu, kita sudah memiliki izin yang kita urus secara online," ungkapnya. (hariansib.co|TAp)
  BeritaTerkait
  • Warga Desa Ranggitgit Parmonangan Terancam Tak Nikmati Air Bersih

    4 tahun lalu

    Medan (Pelita Batak) :Warga penduduk Desa Ranggitgit, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara terancam tidak lagi bisa menikmati air bersih. Pasalnya, sumber mata air yang selama ini diperoleh

  • Pinus Tak Bertuan Menumpuk di Siponjot

    4 tahun lalu

    Kayu pinus tak bertuan terlihat menumpuk di Jalan Sigaranggarang, Desa Siponjot Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas). Pinus bentuk gelondongan itu diduga dilansir dari beberapa titik hutan di kawasan Siponjot dan beberapa desa

  • Ternyata Toba Pulp yang Beraktifitas di Kawasan Adat Desa Ranggitgit

    4 tahun lalu

    Ranggitgit (Pelita Batak) :Ternyata, kerusakan lingkungan di kawasan perbukitan sumber air bersih warga Desa Ranggitgit, Kecamatan Parmonangan, Kabupaten Tapanuli Utara akibat aktifitas PT. Toba Pulp

  • Dianggap Cemari DAS, Keberadaan Base Camp Penyadap Getah Pinus Dipersoalkan Warga Pollung

    3 tahun lalu

    Pollung,Humbahas(Pelita Batak): Air adalah sumber kehidupan. Karena air merupakan salah satu faktor pendukung kesehatan bagi setiap manusia dan  yang mengkonsumsinya. Lantaran itulah, pemerintah

  • Bupati Nikson Apresiasi Rumah Pembibitan Kemenyan Masyarakat Adat Tornauli

    4 bulan lalu

    Parmonangan (Pelita Batak):Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si meresmikan Rumah Pembibitan Kemenyan milik Masyarakat Adat Tornauli di Dusun Tornauli Desa Manalu Dolok Kecamatan Parmonangan

  •   komentar Pembaca
    Copyright © 2020 Pelita Batak Online. All Rights Reserved. Design by. heriweb